Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kimpul vs Nasi, Mana yang Lebih Sehat? Ini Faktanya
ilustrasi kimpul (magnific.com/jcomp)
  • Kimpul ramai dibicarakan sebagai pengganti nasi, kentang, dan mi. Dibanding nasi putih pada berat sama, karbohidratnya cenderung lebih rendah karena kandungan air lebih tinggi.

  • Umbi lokal ini rendah lemak dan indeks glikemik, serta mengandung serat, pati resisten, kalium, tembaga, vitamin B3, kalsium, fosfor, vitamin A, dan senyawa bioaktif.

  • Karbohidrat kompleks serta serat kimpul membantu kenyang lebih lama dan pencernaan; kalium, antioksidan, serta pati resisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, kimpul menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah seorang kreator membagikan berbagai resep yang menggunakan umbi lokal tersebut sebagai pengganti nasi, kentang, hingga mi. Lewat unggahannya, kimpul diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari arancini, bibimguksu, hingga mashed potato. Alhasil, banyak orang penasaran dengan bahan pangan ini.

Di balik popularitasnya, tak sedikit orang yang mulai bertanya-tanya apakah kimpul memang lebih baik dibandingkan nasi sebagai sumber karbohidrat sehari-hari. Lantas, kimpul vs nasi mana yang lebih sehat? Keduanya memiliki kandungan gizi dan karakteristik yang berbeda. Yuk, simak penjelasannya!

1. Kimpul vs nasi lebih sehat mana?

Kimpul dan nasi putih sama-sama berfungsi sebagai sumber energi karena mengandung karbohidrat. Namun, dari sisi kandungan gizi, keduanya memiliki perbedaan. dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK menjelaskan bahwa jumlah karbohidrat pada kimpul cenderung lebih rendah dibandingkan nasi putih dengan berat yang sama. Salah satu penyebabnya adalah kandungan air dalam kimpul yang lebih tinggi sehingga asupan karbohidrat yang masuk ke tubuh juga lebih sedikit.

Sementara itu, Inna Dwi Hidayah dari Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menyebut, kimpul sebagai salah satu pangan lokal yang berpotensi menjadi alternatif pengganti nasi. Selain mendukung diversifikasi pangan, kimpul juga dinilai cocok dijadikan pilihan menu bagi orang yang sedang menjalani diet atau mengontrol kadar gula darah.

2. Kandungan gizi kimpul

ilustrasi kimpul (vecteezy.com/Bigc Studio)

Kimpul merupakan umbi yang kaya akan berbagai zat gizi sehingga tidak hanya berfungsi sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh. Menurut Evy Damayanthi, dosen Departemen Ilmu Gizi dari IPB, kimpul memiliki kandungan lemak yang rendah serta indeks glikemik yang rendah. Selain itu, umbi ini juga mengandung serat pangan, pati resisten, mineral seperti kalium dan tembaga, vitamin B3, serta senyawa bioaktif berupa diosgenin dan flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan.

Tak hanya itu, kimpul juga mengandung kalsium, fosfor, vitamin A, dan vitamin B yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang berbagai fungsi organ. Dibandingkan beberapa jenis umbi lainnya, pati pada kimpul lebih mudah dicerna sehingga lebih nyaman dikonsumsi. Beragam kandungan gizi tersebut membuat kimpul layak dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan sumber karbohidrat dalam menu sehari-hari.

3. Manfaat kimpul bagi kesehatan

Berkat kandungan serat, karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, hingga senyawa bioaktif di dalamnya, kimpul menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Berikut beberapa manfaat kimpul yang perlu diketahui.

  • Membuat kenyang lebih tahan lama

Karbohidrat kompleks dan serat dalam kimpul dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Kondisi ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk ngemil berlebihan di antara waktu makan.

  • Menyehatkan sistem pencernaan

Kandungan serat pada kimpul berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Dengan keseimbangan mikrobiota yang terjaga, proses pencernaan pun dapat berlangsung lebih baik.

  • Berpotensi melindungi dari berbagai penyakit

Kimpul mengandung pati resisten tipe III (RS3), yaitu jenis pati yang dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit kronis, mulai dari penyakit jantung, diabetes, kanker usus besar, obesitas, hingga osteoporosis.

  • Membantu menjaga tekanan darah tetap stabil

Kalium yang terkandung dalam kimpul berperan menyeimbangkan kadar natrium di dalam tubuh. Mineral ini penting untuk membantu menjaga tekanan darah tetap dalam kisaran normal.

  • Melindungi tubuh dari radikal bebas

Adanya senyawa antioksidan seperti flavonoid dan fenolik membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat merusak sel. Selain itu, kandungan ini juga berpotensi membantu mengurangi peradangan ringan.

  • Berpotensi menjaga kesehatan kulit

Kimpul mengandung diosgenin, salah satu senyawa bioaktif yang memiliki potensi sebagai anti-aging. Senyawa ini dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mendukung kulit tetap tampak lebih sehat.

Itulah penjelasan mengenai kimpul vs nasi lebih sehat mana. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan, sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan pola makan masing-masing. Setelah mengetahui manfaatnya, tertarik mencoba kimpul sebagai pengganti nasi di rumah?

Referensi

"Makanan Pokok Pengganti dari Nusantara". Balai Perakitan dan Pengujian Lingkungan Pertanian. Diakses Agustus 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article