Berkat kandungan serat, karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, hingga senyawa bioaktif di dalamnya, kimpul menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Berikut beberapa manfaat kimpul yang perlu diketahui.
Karbohidrat kompleks dan serat dalam kimpul dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Kondisi ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk ngemil berlebihan di antara waktu makan.
Kandungan serat pada kimpul berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Dengan keseimbangan mikrobiota yang terjaga, proses pencernaan pun dapat berlangsung lebih baik.
Kimpul mengandung pati resisten tipe III (RS3), yaitu jenis pati yang dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit kronis, mulai dari penyakit jantung, diabetes, kanker usus besar, obesitas, hingga osteoporosis.
Kalium yang terkandung dalam kimpul berperan menyeimbangkan kadar natrium di dalam tubuh. Mineral ini penting untuk membantu menjaga tekanan darah tetap dalam kisaran normal.
Adanya senyawa antioksidan seperti flavonoid dan fenolik membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat merusak sel. Selain itu, kandungan ini juga berpotensi membantu mengurangi peradangan ringan.
Kimpul mengandung diosgenin, salah satu senyawa bioaktif yang memiliki potensi sebagai anti-aging. Senyawa ini dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mendukung kulit tetap tampak lebih sehat.
Itulah penjelasan mengenai kimpul vs nasi lebih sehat mana. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan, sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan pola makan masing-masing. Setelah mengetahui manfaatnya, tertarik mencoba kimpul sebagai pengganti nasi di rumah?
Referensi
"Makanan Pokok Pengganti dari Nusantara". Balai Perakitan dan Pengujian Lingkungan Pertanian. Diakses Agustus 2026.