Tidur cukup sebelum mudik tidak selalu mudah dilakukan, terutama ketika banyak hal harus dipersiapkan. Namun, beberapa langkah sederhana dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sebelum perjalanan:
Usahakan tidur 7–9 jam pada malam sebelum berangkat.
Hindari kafein dan layar gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.
Selesaikan persiapan mudik lebih awal agar tidak perlu begadang.
Jika perjalanan sangat panjang, rencanakan waktu istirahat setiap 2 jam.
Bagi pengemudi, istirahat yang cukup sama pentingnya dengan memastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Perjalanan mudik menuntut kesiapan fisik dan mental. Di tengah berbagai persiapan seperti tiket, kendaraan, dan barang bawaan, tidur cukup sering diabaikan. Padahal, tidur yang cukup sebelum berangkat dapat membantu menjaga fokus, mempercepat reaksi, serta menjaga kestabilan emosi selama perjalanan.
Dengan memulai mudik dalam kondisi tubuh yang segar dan beristirahat dengan baik, perjalanan panjang menuju kampung halaman dapat menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.
Referensi
AAA Foundation for Traffic Safety. "Acute Sleep Deprivation and Risk of Motor Vehicle Crash Involvement." Washington, DC: AAA Foundation. Diakses Maret 2026.
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). "Sleep Deprivation and Deficiency." Diakses Maret 2026.
A M Williamson and Anne-Marie Feyer, “Moderate Sleep Deprivation Produces Impairments in Cognitive and Motor Performance Equivalent to Legally Prescribed Levels of Alcohol Intoxication,” Occupational and Environmental Medicine 57, no. 10 (October 1, 2000): 649–55, https://doi.org/10.1136/oem.57.10.649.
Nathaniel F. Watson et al., “Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: A Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society,” SLEEP 38, no. 6 (May 29, 2015): 843–44, https://doi.org/10.5665/sleep.4716.
William D.S. Killgore, “Effects of Sleep Deprivation on Cognition,” Progress in Brain Research 185 (January 1, 2010): 105–29, https://doi.org/10.1016/b978-0-444-53702-7.00007-5.