Lecet di kaki biasanya membuat seseorang berhenti berjalan dan memeriksa alas kakinya. Namun, pada pasien diabetes yang mengalami kerusakan saraf, tanda peringatan ini bisa tidak terasa. Luka pun bisa luput dari perhatian, sementara gangguan aliran darah membuat penyembuhannya lebih sulit.
Persoalan tersebut menjadi titik berangkat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Glucowrap, sandal pintar untuk membantu memantau perubahan kondisi kaki pada pasien diabetes tipe 2 dengan neuropati perifer, yaitu gangguan saraf yang dapat mengurangi kepekaan kaki.
Glucowrap dikembangkan oleh lima mahasiswa lintas disiplin yang dipimpin Rina Putri Cahyati dari Ilmu Keperawatan. Tim memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC).
