Stetoskop ditempelkan beberapa detik di dada, punggung, atau perut. Suara yang masuk ke telinga dokter dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana darah mengalir melalui jantung, apakah udara bergerak bebas di saluran napas, hingga aktivitas usus. Proses mendengarkan suara tubuh ini disebut auskultasi.
Dokter menilai karakter suara, termasuk intensitas, durasi, lokasi, dan waktunya. Namun, stetoskop bukan alat diagnosis tunggal. Bahkan studi tentang auskultasi jantung menyimpulkan kemampuan pemeriksaan ini mendeteksi penyakit katup cukup bervariasi sehingga hasilnya perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan lain.
Lantas, masalah kesehatan apa yang bisa meninggalkan suara khas yang bisa terdeteksi lewat stetoskop? Terus baca, ya!
