- Kecemasan.
- Kurang tidur.
- Melewatkan waktu makan.
- Perubahan hormon.
- Perubahan ketinggian.
- Perubahan tekanan udara.
- Konsumsi kafein berlebihan.
- Konsumsi alkohol.
- Alat kontrasepsi hormonal.
Memahami Migrain: dari Penyebabnya, hingga Cara Mengatasinya

- Dibandingkan sakit kepala biasa, migrain cenderung lebih melemahkan.
- Gejala migrain biasanya akan terdiri atas empat fase atau tahapan. Masing-masing fasenya mungkin memiliki gejala yang berbeda.
- Serangan migrain juga biasanya terjadi selama 3 jam hingga 2 sampai 3 hari, atau bahkan lebih lama jika dibiarkan tanpa penanganan.
Migrain umum dikenal dengan istilah sakit kepala sebelah. Walaupun sama-sama sakit kepala, tetapi sering kali gejala penyertanya berbeda, pun penyebabnya.
Dokter spesialis saraf Eka Hospital Bekasi, Novrialdi Kesuma Putra mengatakan, migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala yang terasa seperti berdenyut, dan umumnya terjadi di salah satu sisi kepala.
Umumnya, orang yang mengalami migrain cenderung lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.
"Dibandingkan sakit kepala biasa, migrain cenderung lebih melemahkan. Migrain sendiri biasanya dapat hilang dalam waktu 4 jam, meski dalam beberapa kasus bisa bertahan berhari-hari," katanya pada Kamis (29/1/2026).
1. Perbedaan migrain dan sakit kepala biasa

Novrialdi juga menjelaskan perbedaan migrain dan sakit kepala biasa. Menurutnya, sakit kepala adalah kondisi ketika kepala terasa berat, tertekan, dan sakit. Sementara itu, migrain adalah salah satu bentuk sakit kepala.
"Migrain dipisahkan dari sakit kepala karena intensitas nyerinya yang cenderung lebih hebat," jelasnya.
Ada beberapa perbedaan mendasar dari migrain dan sakit kepala biasa, berikut penjelasannya:
1. Lokasi nyeri
Sakit kepala biasa sering kali terasa di seluruh kepala, dengan fokus nyeri di dahi, pelipis, atau leher bagian belakang. Sementara itu, migrain sering kali hanya terjadi di salah satu sisi.
2. Tipe nyeri
Tipe nyeri yang dirasakan antara sakit kepala biasa dan migrain pun berbeda. Sakit kepala biasa cenderung memberikan sensasi sakit seperti ditekan atau berat, sedangkan migrain memberikan sensasi sakit yang berdenyut.
3. Intensitas nyeri
Intensitas nyeri atau tingkat keparahan migrain dan sakit kepala memiliki sedikit perbedaan. Sakit kepala biasa bisa berkisar dari ringan hingga berat. Di sisi lain, nyeri akibat migrain cenderung lebih tinggi intensitasnya, dapat berkisar dari sedang hingga berat.
4. Durasi nyeri
Sakit kepala biasa cenderung lebih singkat kejadiannya, antara 5 menit hingga 4 jam. Ini berbeda dengan migrain yang bisa berlangsung antara 4 jam hingga berhari-hari, atau bahkan hitungan bulan.
5. Pemicu
Walau mirip, tetapi pemicu sakit kepala biasa dan migrain memiliki sedikit perbedaan. Sakit kepala biasa umumnya dipicu oleh stres, kecemasan, mata lelah, hingga otot yang tegang. Sementara itu, pemicu migrain dapat meliputi:
Pemicu migrain pada setiap orang bisa berbeda-beda.
Dokter Novrialdi juga menyampaikan, terdapat dua jenis migrain yang umum, yaitu migrain aura dan migrain tanpa aura.
Aura adalah sebuah sensasi yang muncul sekitar 10 hingga 30 menit sebelum serangan migrain datang. Orang yang mengalami migrain dengan aura akan mengalami sensasi berikut ini:
- Kesulitan fokus atau susah konsentrasi.
- Melihat kilatan cahaya atau garis yang tidak biasa.
- Merasa kesemutan atau mati rasa di wajah atau tangan.
- Mengalami perubahan sensasi dalam penciuman, pengecap, dan sentuhan.
2. Gejala migrain

Gejala migrain biasanya akan terdiri atas empat fase atau tahapan. Masing-masing fasenya mungkin memiliki gejala yang berbeda.
Pada tahap aura akan muncul beberapa menit atau 1 jam menjelang serangan migrain. Biasanya berupa gangguan visual. Orang dengan migrain aura akan mengalami gejala, seperti:
- Gangguan penglihatan, seperti melihat bentuk objek, titik atau garis terang, hingga pendar cahaya.
- Gangguan penglihatan sementara.
- Kesemutan di lengan dan kaki.
- Kelemahan atau mati rasa di wajah atau salah satu sisi tubuh.
- Gangguan bicara.
Serangan migrain juga biasanya terjadi selama 3 jam hingga 2 sampai 3 hari, atau bahkan lebih lama jika dibiarkan tanpa penanganan.
Serangan ini dapat datang beberapa kali dalam sebulan, walau termasuk jarang terjadi. Beberapa gejala yang dirasakan saat serangan migrain, antara lain:
- Sakit kepala sebelah.
- Sakit kepala berdenyut.
- Sensitif terhadap cahaya, suara, terkadang juga dengan bau dan sentuhan.
- Mual dan muntah.
Meski begitu, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab migrain. Namun, genetik dan faktor lingkungan diduga jadi penyebab utamanya. Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko migrain, antara lain:
- Perubahan hormon.
- Konsumsi alkohol dan kafein berlebihan.
- Stres.
- Rangsangan sensorik yang berlebihan, seperti suara bising, kilat lampu, atau bau yang terlalu kuat.
- Perubahan pola tidur.
- Aktivitas fisik berlebihan.
- Perubahan cuaca.
- Obat-obatan tertentu.
- Makanan tertentu, terutama yang tinggi garam dan olahan.
- Bahan tambahan makanan, seperti MSG atau pemanis aspartam.
3. Cara mengatasi migrain

Untuk mengatasi migrain, dokter biasanya akan berfokus untuk membantu mengatasi gejala dan membuat kamu lebih nyaman. Cara utama yang biasa dianjurkan dokter untuk mengatasi migrain, antara lain.
- Konsumsi obat pereda nyeri, baik untuk mengatasi sakit atau mencegahnya (profilaksis).
- Menjauhi atau menghindari pemicu migrain.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba metode pengobatan lain, seperti, kompres hangat di area yang sakit, pijat, peregangan leher, yoga, hingga akupunktur.
"Apabila telah melakukan berbagai cara namun sakitnya tetap terasa, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan membantu memahami penyebab migrain yang dialami dan memberikan pengobatan yang tepat," ungkap dr. Novrialdi.


















