Meski tubuh dapat berfungsi dengan satu ginjal, donor ginjal tetap merupakan prosedur operasi besar dan bukan keputusan sembarangan.
Calon donor harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi tubuhnya cukup baik.
Setelah operasi, donor dapat mengalami nyeri, infeksi, perdarahan, pembekuan darah, atau komplikasi akibat anestesi.
Dalam jangka panjang, beberapa donor juga dapat mengalami peningkatan risiko tekanan darah tinggi atau kadar protein dalam urine. National Kidney Foundation menyebutkan bahwa kurang dari 1 persen donor ginjal hidup mengalami gagal ginjal setelah donor, tetapi pemantauan kesehatan tetap penting.
Jadi, ginjal menjadi organ yang paling sering didonorkan bukan karena mendonorkannya mudah atau tanpa risiko. Keistimewaannya terletak pada kemampuan tubuh manusia untuk tetap menjalankan fungsi penting dengan satu ginjal, ditambah tingginya kebutuhan transplantasi akibat penyakit ginjal.
Kombinasi tersebut membuat ginjal menjadi salah satu organ yang paling memungkinkan untuk didonorkan oleh orang yang masih hidup sekaligus menjadi organ yang sangat dibutuhkan oleh pasien gagal ginjal.
Referensi
Global Transplant Solutions. Diakses pada Agustus 2026. "The Kidney: Organ In The Highest Demand In The Usa."
National Kidney Foundation. Diakses pada Agustus 2026. "Long-Term Risks of Living Donation."
National Kidney Registry. Diakses pada Agustus 2026. "Kidney Donation Facts."
OrganDonor.gov. Diakses pada Agustus 2026. "Organ Donation Statistics."
Wellfr. Diakses pada Agustus 2026. "What Organ is Most Needed for Donation? The Kidneys Top the Waiting List."