Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Ginjal Menjadi Organ yang Paling Sering Didonorkan?
ilustrasi ginjal (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Ginjal paling sering didonorkan karena manusia umumnya tetap bisa hidup sehat dengan satu ginjal.

  • Kebutuhan transplantasi ginjal sangat tinggi akibat gagal ginjal kronis, yang kerap dipicu diabetes dan tekanan darah tinggi.

  • Donor hidup memungkinkan transplantasi direncanakan dan mempercepat penerimaan ginjal, tetapi tetap butuh pemeriksaan ketat karena operasi memiliki risiko komplikasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Transplantasi organ menjadi salah satu prosedur medis yang dapat menyelamatkan nyawa pasien dengan kerusakan organ berat. Dari berbagai jenis organ yang dapat ditransplantasikan, ada satu organ yang jumlah donasi dan transplantasinya jauh lebih tinggi dibandingkan yang lain. Organ ini adalah ginjal.

Ada alasan medis dan biologis yang membuat ginjal lebih memungkinkan untuk didonorkan, termasuk oleh orang yang masih hidup. Jadi, mengapa ginjal menjadi organ yang paling sering didonorkan? 

1. Manusia bisa hidup dengan satu ginjal

Sebagian besar manusia lahir dengan dua ginjal. Keduanya bekerja menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, membantu mengatur tekanan darah, serta mendukung produksi sel darah merah. Namun, tubuh sebenarnya tidak selalu membutuhkan dua ginjal untuk menjalankan fungsi tersebut.

Jika satu ginjal diangkat, ginjal yang tersisa dapat beradaptasi dan meningkatkan kapasitas kerjanya. Proses ini dikenal sebagai compensatory growth atau kompensasi fungsi ginjal.

Sebagian besar orang yang memiliki satu ginjal yang sehat dapat menjalani kehidupan normal dan sehat. Meski begitu, mereka tetap perlu menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan utama ginjal sangat memungkinkan untuk didonorkan oleh orang yang masih hidup. Setelah pulih dari operasi, donor pada umumnya dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Hal ini berbeda dengan organ seperti jantung. Seseorang tentu tidak dapat mendonorkan jantungnya ketika masih hidup. Sementara itu, donor hati hidup melibatkan pengangkatan sebagian organ dan prosedurnya lebih kompleks.

2. Jumlah pasien yang membutuhkan ginjal sangat besar

Faktor lainnya adalah tingginya jumlah orang yang mengalami gagal ginjal. Ketika fungsi ginjal sudah menurun hingga tahap akhir, pasien dapat membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal untuk mempertahankan fungsi tubuh.

Di Amerika Serikat (AS), misalnya, hampir 90.000 orang tercatat menunggu transplantasi ginjal pada 2024. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan kandidat yang menunggu transplantasi hati.

Data OrganDonor.gov juga menunjukkan bahwa pada 2023 terdapat lebih dari 27.000 transplantasi ginjal yang dilakukan di AS. Angka tersebut jauh melampaui jumlah transplantasi beberapa organ padat lainnya.

Tingginya kebutuhan ini tidak terlepas dari banyaknya kasus penyakit ginjal kronis. Diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan dua kondisi yang dapat merusak ginjal secara perlahan dan menjadi penyebab penting gagal ginjal.

3. Mengapa transplantasi ginjal lebih memungkinkan?

ilustrasi ginjal (IDN Times/Aditya Pratama)

Ginjal memiliki karakteristik yang membuat proses transplantasinya relatif lebih memungkinkan dibandingkan sejumlah organ lain. Salah satunya adalah tersedianya pilihan donor hidup.

Pada donor hidup, transplantasi dapat direncanakan sebelum kondisi pasien semakin memburuk. Proses ini juga memungkinkan tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan donor dan kecocokan dengan penerima secara lebih terarah.

Selain itu, ginjal dari donor hidup biasanya tidak perlu berada terlalu lama di luar tubuh sebelum ditransplantasikan. Ini menjadi salah satu keuntungan dalam proses transplantasi.

4. Donor ginjal hidup bisa memberikan keuntungan bagi penerima

Donor ginjal tidak selalu harus berasal dari orang yang sudah meninggal. Orang yang masih hidup dan memenuhi persyaratan kesehatan dapat mendonorkan salah satu ginjalnya.

Ginjal dari donor hidup juga dapat membantu pasien mendapatkan transplantasi lebih cepat sehingga waktu menjalani dialisis dapat berkurang. Dalam kondisi tertentu, donor bahkan tidak harus memiliki hubungan keluarga dengan penerima.

Pemeriksaan golongan darah, kecocokan jaringan, serta program paired kidney exchange memungkinkan lebih banyak orang berkesempatan menjadi donor maupun penerima ginjal.

5. Bukan berarti donor ginjal tanpa risiko

Meski tubuh dapat berfungsi dengan satu ginjal, donor ginjal tetap merupakan prosedur operasi besar dan bukan keputusan sembarangan.

Calon donor harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi tubuhnya cukup baik.

Setelah operasi, donor dapat mengalami nyeri, infeksi, perdarahan, pembekuan darah, atau komplikasi akibat anestesi.

Dalam jangka panjang, beberapa donor juga dapat mengalami peningkatan risiko tekanan darah tinggi atau kadar protein dalam urine. National Kidney Foundation menyebutkan bahwa kurang dari 1 persen donor ginjal hidup mengalami gagal ginjal setelah donor, tetapi pemantauan kesehatan tetap penting.

Jadi, ginjal menjadi organ yang paling sering didonorkan bukan karena mendonorkannya mudah atau tanpa risiko. Keistimewaannya terletak pada kemampuan tubuh manusia untuk tetap menjalankan fungsi penting dengan satu ginjal, ditambah tingginya kebutuhan transplantasi akibat penyakit ginjal.

Kombinasi tersebut membuat ginjal menjadi salah satu organ yang paling memungkinkan untuk didonorkan oleh orang yang masih hidup sekaligus menjadi organ yang sangat dibutuhkan oleh pasien gagal ginjal. 

Referensi

Global Transplant Solutions. Diakses pada Agustus 2026. "The Kidney: Organ In The Highest Demand In The Usa."

National Kidney Foundation. Diakses pada Agustus 2026. "Long-Term Risks of Living Donation."

National Kidney Registry. Diakses pada Agustus 2026. "Kidney Donation Facts."

OrganDonor.gov. Diakses pada Agustus 2026. "Organ Donation Statistics."

Wellfr. Diakses pada Agustus 2026. "What Organ is Most Needed for Donation? The Kidneys Top the Waiting List."

Curated For You

Editorial Team

Related Article