- Menjaga kebersihan area kulit.
- Tidak memencet bisul secara paksa.
- Menggunakan obat yang direkomendasikan oleh dokter jika diperlukan.
Mitos atau Fakta: Pasta Gigi Bisa Mengobati Bisul?

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan pasta gigi untuk mengobati bisul.
Pasta gigi mengandung bahan yang dapat mengiritasi kulit, terutama pada luka atau infeksi.
Perawatan bisul yang dianjurkan meliputi kompres hangat dan perawatan medis bila diperlukan.
Bisul adalah infeksi kulit yang cukup umum, yang biasanya muncul sebagai benjolan merah nyeri dan dapat berisi nanah. Banyak orang mencoba berbagai cara rumahan untuk mengempiskannya atau mengeringkannya, termasuk menggunakan bahan yang sebenarnya tidak dirancang untuk kulit.
Salah satu metode yang kerap dibicarakan adalah mengoleskan pasta gigi pada bisul. Cara ini dianggap dapat membantu mengeringkan bisul dengan lebih cepat. Bagaimana faktanya?
Memahami bagaimana bisul terbentuk dan cara menanganinya penting agar pengobatan tidak justru memperburuk kondisi kulit.
Table of Content
1. Apa itu bisul dan apa penyebabnya?
Bisul adalah infeksi pada folikel rambut atau kelenjar minyak yang biasanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi ini memicu peradangan pada jaringan kulit sehingga terbentuk benjolan yang terasa nyeri dan dapat berisi nanah.
Bisul biasanya berkembang ketika bakteri masuk ke dalam kulit melalui luka kecil, gesekan, atau iritasi. Kebersihan kulit, keringat berlebih, dan sistem kekebalan tubuh juga dapat memengaruhi risiko munculnya bisul.
Dalam banyak kasus, bisul bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari hingga minggu. Namun, jika infeksinya cukup besar atau menyebar, perawatan medis mungkin diperlukan.
2. Mengapa pasta gigi sering dianggap bisa mengobati bisul?

Keyakinan bahwa pasta gigi dapat mengatasi masalah kulit bukan hal baru. Beberapa orang juga menggunakan pasta gigi untuk jerawat dengan alasan dapat mengeringkan area yang meradang.
Pasta gigi memang mengandung beberapa bahan aktif seperti mentol, baking soda, hidrogen peroksida dalam jumlah kecil, serta bahan abrasif pembersih. Bahan-bahan ini dapat memberikan sensasi dingin atau kering pada kulit. Sensasi tersebut sering disalahartikan sebagai tanda bahwa peradangan membaik.
Namun, pasta gigi tidak dibuat untuk digunakan pada kulit, terutama pada area yang mengalami luka atau infeksi.
3. Risiko mengoleskan pasta gigi pada bisul
Mengoleskan pasta gigi pada bisul dapat menimbulkan beberapa risiko bagi kulit.
Beberapa bahan dalam pasta gigi berpotensi menyebabkan iritasi atau dermatitis kontak, terutama jika digunakan pada kulit yang sudah meradang. Penelitian menunjukkan bahwa bahan seperti mentol dan sodium lauryl sulfate (SLS) dapat memicu reaksi iritasi pada sebagian orang.
Penggunaan produk yang tidak dirancang untuk kulit dapat memperparah peradangan dan memperlambat proses penyembuhan infeksi kulit.
Selain itu, mengoleskan bahan yang tidak steril pada area infeksi juga dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri tambahan.
4. Cara menangani bisul yang lebih aman

Salah satu metode yang paling sering disarankan oleh para ahli adalah kompres hangat. Kompres hangat membantu meningkatkan aliran darah ke area yang terinfeksi dan dapat membantu bisul matang serta mengalirkan nanah secara alami.
Kompres hangat yang dilakukan beberapa kali sehari dapat membantu mempercepat proses penyembuhan bisul.
Selain itu, penting untuk:
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu melakukan prosedur drainase untuk mengeluarkan nanah dari bisul yang besar.
5. Kapan bisul perlu diperiksa oleh dokter?
Sebagian besar bisul dapat sembuh tanpa perawatan medis khusus. Namun, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian dokter, seperti:
- Bisul berukuran besar atau sangat nyeri.
- Muncul demam.
- Bisul terus muncul berulang.
- Tidak membaik setelah beberapa hari.
Bisul yang muncul berulang dapat menandakan adanya masalah kesehatan lain, seperti gangguan sistem imun atau diabetes.
Jadi, kalau kamu disarankan untuk mengobati bisul dengan pasta gigi, jangan percaya karena itu adalah mitos. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa produk ini efektif untuk mengatasi infeksi kulit seperti bisul. Sebaliknya, pasta gigi justru berpotensi menyebabkan iritasi dan memperburuk peradangan.
Cara yang aman adalah kompres hangat dan menjaga kebersihan kulit. Jika bisul tidak membaik atau muncul berulang, berkonsultasi dengan dokter kulit dianjurkan.
Referensi
American Academy of Dermatology. “Boils: Overview.” Diakses Maret 2026.
Mayo Clinic. “Boils and Carbuncles: Diagnosis and Treatment.” Diakses Maret 2026.
Cleveland Clinic. “Does Toothpaste Help Pimples?” Diakses Maret 2026.
National Health Service. “Boils.” Diakses Maret 2026.
P. González-Muñoz, L. Conde-Salazar, and S. Vañó-Galván, “Dermatitis Alérgica De Contacto a Cosméticos,” Actas Dermo-Sifiliográficas 105, no. 9 (March 21, 2014): 822–32, https://doi.org/10.1016/j.ad.2013.12.018.
Steven Y. C. Tong et al., “Staphylococcus Aureus Infections: Epidemiology, Pathophysiology, Clinical Manifestations, and Management,” Clinical Microbiology Reviews 28, no. 3 (May 28, 2015): 603–61, https://doi.org/10.1128/cmr.00134-14.








![[QUIZ] Dari Masalah Kesehatanmu saat Ini, Ini Jus yang Bisa Kamu Minum](https://image.idntimes.com/post/20251216/1000070337_346a25bd-0de3-43bc-a1db-37734a1ba48d.jpg)






![[QUIZ] Tebak Seperti Apa Partner HYROX Kamu dari Zodiaknya](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_8eb05979525a150975c859a7b7a1626c_27e3fcc6-9d2c-4b54-9159-89c672ab3360.png)


