Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mitos atau Fakta: Setelah Minum Obat Tidak Boleh Minum Susu

Mitos atau Fakta: Setelah Minum Obat Tidak Boleh Minum Susu
ilustrasi minum obat (pexels.com/JESHOOTS.com)
Intinya Sih
  • Minum susu setelah obat tidak selalu dilarang; efeknya tergantung jenis obat.

  • Beberapa antibiotik dan obat tiroid bisa kehilangan efektivitas jika dikonsumsi bersamaan dengan produk susu.

  • Susu dapat menurunkan penyerapan obat tertentu seperti levothyroxine, tetrasiklin, fluoroquinolon, suplemen zat besi, serta beberapa obat osteoporosis dan HIV yang sensitif terhadap kalsium.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh
dr. Annela Manurung, Sp.PD-KGEH

Minum obat sering kali diikuti berbagai aturan yang bikin ragu, terutama soal makanan dan minuman pendampingnya. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah boleh atau tidak minum susu setelah minum obat. Hal itu cukup sering jadi perdebatan karena konon susu bisa memengaruhi cara kerja obat di dalam tubuh.

Jadi, sebenarnya mitos atau fakta setelah minum obat tidak boleh minum susu? Pada kondisi tertentu, beberapa obat memang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu. Namun, ada pula jenis obat yang aman dikonsumsi bersamaan dengan susu. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut!

Table of Content

1. Mitos atau fakta: setelah minum obat tidak boleh minum susu

1. Mitos atau fakta: setelah minum obat tidak boleh minum susu

Minum susu setelah minum obat tidak selalu bermasalah, tapi tergantung juga pada jenis obatnya. Beberapa obat, seperti antibiotik tertentu, bisa terikat kalsium dalam susu sehingga penyerapannya berkurang dan efektivitasnya menurun. Untuk obat-obat ini, sebaiknya beri jeda beberapa jam sebelum mengonsumsi susu atau produk olahannya.

Di sisi lain, beberapa obat justru boleh atau bahkan dianjurkan dikonsumsi dengan susu, misalnya NSAID seperti ibuprofen atau diklofenak. Alasannya, susu bisa membantu mengurangi efek samping pada lambung, terutama pada mereka dengan pencernaan sensitif.

2. Jenis obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan susu

Jenis obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan susu
ilustrasi minum obat (freepik.com/prostooleh)

Beberapa obat bisa kehilangan efektivitasnya jika dikonsumsi bersamaan dengan susu atau produk tinggi kalsium. Untuk itu, penting mengetahui jenis obat yang sebaiknya dipisahkan dari susu agar tetap bekerja maksimal. Berikut beberapa contohnya:

  • Obat tiroid

Jika mengonsumsi obat tiroid, seperti levothyroxine, sebaiknya minum dalam kondisi perut kosong. Susu atau suplemen kalsium bisa menurunkan penyerapan obat. Untuk itu, tunggulah sekitar 4 jam jika ingin minum susu setelah konsumsi obat itu.

  • Antibiotik

Beberapa antibiotik, terutama golongan tetrasiklin dan fluoroquinolon, bisa kehilangan efektivitasnya jika dikonsumsi bersamaan dengan produk susu. Jadi, pastikan memberi jeda setidaknya 2—3 jam antara antibiotik dan susu agar obat bekerja maksimal.

  • Suplemen zat besi

Zat besi paling baik diserap saat perut kosong. Jika diminum bersamaan dengan susu atau makanan tinggi kalsium, penyerapan bisa berkurang. Ada baiknya beri jarak sekitar 2 jam antara suplemen zat besi dan produk susu.

  • Obat osteoporosis

Obat seperti Actonel, Boniva, dan Fosamax bisa memperkuat tulang, tetapi susu atau makanan tinggi kalsium justru mengurangi penyerapannya. Oleh karena itu, sebaiknya tunggu beberapa jam sebelum mengonsumsi susu agar obat bekerja optimal. (Referensi: WebMD — Calcium and Drug Interactions)

  • Obat Lithium

Lithium yang digunakan untuk mengatur mood pada bipolar dapat berinteraksi dengan kadar kalsium dalam tubuh. Jika ingin tetap minum susu, baiknya konsultasikan dengan dokter mengenai waktu yang tepat agar tidak mengganggu kerja obat.

  • Obat HIV

Untuk obat HIV, konsumsi kalsium bersamaan dapat menurunkan penyerapan obat, terutama pada golongan integrase inhibitor. Jadi, disarankan minum obat 2 jam sebelum atau 6 jam setelah mengonsumsi produk susu.

3. Obat yang aman dikonsumsi dengan susu

Beberapa obat, seperti NSAID (ibuprofen, diklofenak), aman dikonsumsi bersama susu. Lebih detailnya, susu justru membantu mengurangi iritasi pada lambung yang dapat ditimbulkan oleh obat-obat ini, terutama pada individu dengan lambung sensitif.

Setelah tahu penjelasannya, sekarang kamu tidak perlu bingung lagi terkait mitos atau fakta setelah minum obat tidak boleh minum susu. Kuncinya ada pada jenis obat dan waktu konsumsinya, ya. Jika masih ragu, tak ada salahnya konsultasi dengan dokter.

FAQ seputar mitos atau fakta setelah minum obat tidak boleh minum susu

Minum susu setelah minum obat, apakah selalu berbahaya?

Tidak selalu. Tergantung jenis obat yang dikonsumsi dan kandungan kalsium dalam susu.

Obat apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi dengan susu?

Beberapa antibiotik, obat tiroid, suplemen zat besi, dan obat osteoporosis sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan susu.

Berapa lama jeda aman antara minum obat dan minum susu?

Umumnya sekitar dua hingga empat jam, tergantung jenis obat yang dikonsumsi.

Referensi

"6 Medications You Should Never Mix With Dairy.” Health. Diakses Desember 2025.
“Calcium.” National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements (ODS). Diakses Desember 2025.
Lilja JJ, et al. “Effects of calcium on absorption of levothyroxine.” Clinical Pharmacology & Therapeutics.
“Medications and Dairy Products.” GoodRx Health. Diakses Desember 2025.
“Medications to Avoid Mixing with Dairy.” Verywell Health. Diakses 2024.
“Calcium and Drug Interactions.” WebMD. Diakses Desember 2025.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
Delvia Y Oktaviani
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Health

See More