- Meningkatkan energi.
- Menurunkan risiko diabetes tipe 2.
- Mendukung kesehatan otak.
- Mendukung pengelolaan berat badan.
- Membantu menurunkan risiko depresi.
- Membantu memberi perlindungan dari penyakit liver.
- Mendukung kesehatan jantung.
Mitos atau Fakta: Minum Kopi Bikin Tidak Bisa Tidur

Kopi punya banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi efek kafein bisa memengaruhi kualitas tidur jika dikonsumsi berlebihan.
Kafein menghambat adenosin yang memicu rasa kantuk, membuat kamu lebih sulit tidur dan berisiko mengalami insomnia jika diminum terlalu dekat dengan waktu istirahat malam.
Efek kafein dapat bertahan hingga beberapa jam tergantung metabolisme individu, sehingga disarankan berhenti minum kopi minimal delapan jam sebelum tidur agar kualitas tidur tetap optimal.
Kopi merupakan salah satu komoditas perdagangan terbesar di dunia, merupakan salah satu minuman populer yang banyak digemari.
Kopi sering kali menjadi andalan banyak orang untuk memulai hari atau mengusir rasa kantuk di tengah aktivitas padat, oleh karena itu kita perlu mengetahui beberapa manfaat kopi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
Di balik berbagai manfaat yang telah disebutkan, kopi sering kali dianggap bisa membuat seseorang sulit tidur. Lantas, apakah ini benar atau cuma mitos? Yuk, pahami efek samping kopi dan dampaknya terhadap kualitas tidur kamu!
Table of Content
1. Bagaimana kafein memengaruhi tidur?
Kafein memang bisa memengaruhi kualitas tidur kamu. Konsumsi kafein bisa membuat kamu lebih lama untuk tertidur, tidur menjadi lebih singkat, dan merasa kurang segar saat bangun. Ini terjadi karena kafein menghambat kerja adenosin, zat kimia alami di otak yang berperan menimbulkan rasa kantuk seiring lamanya kamu terjaga.
Ketika adenosin tidak bisa menumpuk akibat terblokir oleh kafein, otak tetap berada dalam kondisi waspada, sehingga rasa kantuk tertunda.
Penelitian dari Sleep Foundation yang menganalisis sekitar 160.000 profil pengguna menemukan 88 persen orang yang mengonsumsi kafein pada sore hari mengalami setidaknya satu masalah tidur, seperti sulit tidur atau tidur yang tidak nyenyak.
2. Kafein dan risiko insomnia

Konsumsi kafein dalam jumlah besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur bisa mengganggu siklus alami tidur-bangun tubuh, sehingga seseorang sulit mendapatkan tidur yang nyenyak. Itulah mengapa para ahli umumnya menyarankan untuk menghindari kafein beberapa jam sebelum tidur agar risiko insomnia berkurang dan kualitas tidur meningkat.
Menariknya, orang yang sudah mengalami insomnia kronis terkadang justru mengonsumsi kafein untuk melawan rasa kantuk pada siang hari akibat kurang tidur. Sayangnya, kebiasaan ini bisa memperburuk gejala insomnia pada malam hari. Hal ini pada akhirnya menciptakan lingkaran setan antara kurang tidur dan ketergantungan kafein.
Dampak buruk kafein bahkan bisa lebih terasa pada mereka yang jarang mengonsumsinya dibanding pengguna rutin. Bagi orang yang memiliki insomnia kronis, mengurangi atau menghentikan konsumsi kafein, atau membatasinya, bisa menjadi langkah efektif untuk memperbaiki kualitas tidur.
3. Berapa lama efek kafein bertahan?
Kafein bisa meningkatkan fungsi kognitif seperti memori dan fokus, terutama pada orang yang kurang tidur. Namun, kafein tidak mampu menggantikan manfaat tidur yang nyenyak dan restoratif. Meski bisa sedikit meningkatkan performa, tetapi efeknya tetap terbatas.
Kafein memiliki waktu paruh (half-life) antara 2 hingga 12 jam, yaitu waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengeliminasi setengah dari kafein yang dikonsumsi. Rentang ini cukup luas karena metabolisme kafein berbeda-beda pada setiap orang. Biasanya, efek kafein mulai terasa dalam 30 menit dan dapat bertahan hingga lima jam atau lebih.
Berapa lama kafein membuat seseorang tetap terjaga sangat bergantung pada dosis, kebiasaan konsumsi, hingga faktor genetik. Artinya, dua orang yang minum kopi pada waktu yang sama bisa merasakan durasi efek yang sangat berbeda.
4. Kapan waktu ideal minum kopi?

Secara umum, batas aman konsumsi kafein adalah minimal delapan jam sebelum waktu tidur. Jadi, jika kamu biasanya tidur jam 10 malam, sebaiknya hindari kafein setelah jam 2 siang agar kualitas tidur tidak terganggu.
Bagi yang sedang berjuang memperbaiki pola tidur, kamu bisa mulai mencatat kapan terakhir kali minum kafein dan bagaimana kualitas tidur malam hari itu. Banyak orang menemukan bahwa mereka membutuhkan jeda lebih panjang, bahkan hingga 10 jam atau lebih, agar bisa tidur lebih cepat dan lebih nyenyak.
Walaupun bisa memberi "semangat" dalam menjalani hari, tetapi kopi bisa memengaruhi siklus dan kualitas tidur kamu. Jika dikonsumsi dengan tepat, kafein tetap bisa menjadi teman produktivitas tanpa mengorbankan kualitas tidur. Pada akhirnya, memahami batas tubuh sendiri adalah kunci untuk menjaga keseimbangan energi pada siang hari dan istirahat yang optimal pada malam hari.
Referensi
"Caffeine and Sleep". Sleep Foundation. Diakses pada November 2025.
"Caffeine Myths and Facts." WebMD. Diakses pada November 2025.
Chaudhary, Ninad S., Michael A. Grandner, Nicholas J. Jackson, and Subhajit Chakravorty. “Caffeine Consumption, Insomnia, and Sleep Duration: Results From a Nationally Representative Sample.” Nutrition 32, no. 11–12 (May 10, 2016): 1193–99.
“Mengawali Hari dengan Kopi Antara Kebiasaan dan Manfaat Sehat”. Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada Januari 2026.







![[QUIZ] Cara Kamu Ngemil di Kantor Ungkap Risiko Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20250528/pexels-tima-miroshnichenko-7046987-67104491522800a41320892f42e2df36-f4af38417973c0b7e31a66a16d8b1688.jpg)









![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Alasan Sebenarnya Kamu Sering Skip Lari](https://image.idntimes.com/post/20250526/screenshot-2025-05-26-202731-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-7422b41e54400dd88dbc0d0b616d345d.png)
