Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Olahraga Terbaik untuk Meredakan Gangguan Kecemasan

Ilustrasi joging di alam terbuka.
ilustrasi joging (pixabay.com/dominic_winkel)
Intinya sih...
  • Olahraga, terutama yang teratur dan konsisten, terbukti mengurangi gejala kecemasan dan memperbaiki mood melalui mekanisme fisiologis seperti peningkatan endorfin dan aliran darah ke otak.
  • Berbagai jenis latihan—termasuk aerobik, yoga, taici, dan renang—mampu membantu pengaturan emosi dan menurunkan tingkat stres secara signifikan jika dilakukan rutin.
  • Olahraga sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh dalam menangani gangguan kecemasan, bersama terapi medis dan dukungan psikologis profesional jikadiperlukan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gangguan kecemasan adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang paling umum dunia. Gejalanya seperti kekhawatiran berlebihan, ketegangan otot, serta kesulitan tidur sering kali mengganggu kualitas hidup sehari-hari dan produktivitas.

Selain intervensi medis seperti psikoterapi dan obat-obatan, bukti ilmiah menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan olahraga teratur dapat menjadi komponen penting dalam mengelola kecemasan. Olahraga memengaruhi fungsi otak, suasana hati, dan sistem saraf melalui berbagai mekanisme fisiologis yang membawa efek menenangkan.

Penelitian menunjukkan bahwa berbagai macam olahraga, dari lari hingga latihan pikiran tubuh seperti yoga, dapat membantu mengurangi gejala kecemasan jika dilakukan secara konsisten.

Berikut ini jenis olahraga terbaik untuk gangguan kecemasan dan mengapa aktivitas tersebut bisa efektif.

Table of Content

1. Aerobik

1. Aerobik

Olahraga aerobik mencakup aktivitas yang meningkatkan detak jantung secara moderat hingga intens, seperti jalan cepat, joging, dan berlari.

Bukti penelitian metaanalisis menunjukkan bahwa aktivitas aerobik signifikan mengurangi gejala kecemasan pada orang dewasa.

Saat tubuh bergerak secara ritmis dan berkelanjutan, otak melepaskan neurotransmiter seperti endorfin yang dapat memengaruhi suasana hati secara positif dan mengurangi ketegangan emosional. Aktivitas ini juga membantu menurunkan hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan sirkulasi darah ke otak.

Melakukan aerobik selama minimal 30 menit, 3–5 kali per minggu, sering direkomendasikan karena efeknya pada keadaan mental, termasuk kecemasan.

2. Yoga

Ilustrasi yoga di alam terbuka.
ilustrasi yoga (pexels.com/RDNE Stock project)

Yoga termasuk latihan yang memadukan postur tubuh, pernapasan terkendali, dan meditasi.

Metaanalisis menunjukkan bahwa yoga dan latihan mind-body serupa, seperti taici, dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup pada orang dengan gejala kecemasan.

Yoga membantu menenangkan sistem saraf dengan mengaktifkan respons parasimpatik tubuh—bagian dari sistem saraf yang menenangkan tubuh setelah stres—sehingga pernapasan lebih dalam dan pikiran lebih fokus.

Gerakan yoga juga dapat menyediakan rasa kontrol terhadap tubuh dan pernapasan, yang pada banyak orang dengan kecemasan sering kali terasa tidak terkendali, memperkuat rasa tenang dan keseimbangan emosional.

3. Taici

Taici merupakan latihan mind-body asal Tiongkok yang menggabungkan gerakan lambat, pernapasan dalam, dan konsentrasi penuh.

Ulasan penelitian menemukan bahwa taici dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental dibandingkan dengan tidak melakukan aktivitas serupa.

Gerakan taici yang berfokus pada koordinasi dan ritme memberikan efek meditatif, mengurangi ketegangan fisik serta membantu menurunkan rasa khawatir yang berlebihan.

Karena intensitasnya rendah hingga sedang, taici cocok untuk semua usia dan tingkat kebugaran, membuatnya menjadi pilihan olahraga yang aman dan berkelanjutan bagi banyak orang.

4. Renang

Ilustrasi berenang.
ilustrasi berenang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Berenang adalah bentuk olahraga aerobik yang dilakukan di air, menggabungkan gerakan tubuh penuh dengan resistansi air yang lembut. Aktivitas ini memberi rileksasi otot sekaligus stimulasi kardiovaskular, kombinasi yang efektif untuk menenangkan tubuh dan pikiran.

Elemen air juga sering dikaitkan dengan efek menenangkan secara psikologis. Suara dan ritme pernapasan dalam air dapat mendorong relaksasi dan mengurangi respons stres.

Selain itu, berenang dapat menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan, merangsang perasaan positif dan mengurangi isolasi yang sering menyertai gangguan kecemasan.

5. Bersepeda

Bersepeda, baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan (sepeda statis), adalah bentuk latihan aerobik yang efektif dalam meningkatkan aliran darah dan pelepasan endorfin.

Gerakan berulang dan ritmis yang khas dalam bersepeda dapat membantu memfokuskan pikiran dan mengalihkan perhatian dari kekhawatiran, serta mendorong perasaan pencapaian yang meningkatkan percaya diri.

Olahraga ini relatif ramah sendi dan dapat dilakukan pada intensitas rendah hingga tinggi sesuai kemampuan individu, menjadikannya pilihan yang mudah disesuaikan untuk orang dengan kecemasan.

6. Latihan kekuatan

Latihan kekuatan di gym.
ilustrasi latihan kekuatan (unsplash.com/ŞULE MAKAROĞLU)

Selain aerobik, latihan kekuatan seperti angkat beban atau resistance band juga memiliki efek positif terhadap kecemasan.

Bukti menunjukkan bahwa latihan kekuatan dapat mengurangi gejala kecemasan dan meningkatkan rasa percaya diri dan pengendalian diri.

Peningkatan kekuatan fisik sering kali disertai dengan perasaan kemajuan dan pencapaian pribadi, yang dapat memperbaiki citra diri dan mengurangi rasa cemas yang terkait ketidakpastian.

Latihan ini sebaiknya dilakukan dengan panduan yang tepat untuk menghindari cedera. Jika dilakukan dengan aman bisa menjadi bagian efektif dari program kesehatan mental dan fisik.

7. Aktivitas di alam terbuka

Melakukan olahraga di lingkungan alami, misalnya berjalan di taman atau hiking, dikenal sebagai green exercise dan terbukti memberikan manfaat psikologis tambahan selain aktivitas fisik itu sendiri.

Interaksi dengan lingkungan hijau telah dikaitkan dengan penurunan stres dan peningkatan suasana hati serta fokus mental karena paparan alam membantu memulihkan perhatian dan menenangkan pikiran.

Aktivitas sederhana seperti berjalan di hutan atau area pedesaan juga dapat mendorong gaya hidup aktif yang berkelanjutan, memperkuat ikatan sosial, dan memberikan pengalaman positif yang mendukung kesejahteraan emosional.

8. Cara mengatasi gangguan kecemasan lainnya

Konsultasi dengan psikolog.
ilustrasi konsultasi psikologi (pexels.com/anthoni shkraba studio)

Selain olahraga, gangguan kecemasan sering dikelola melalui kombinasi strategi medis dan nonmedis. Jika gejala mengganggu kehidupan sehari-hari, konsultasi dengan psikolog atau psikiater sangat dianjurkan karena terapi psikologis dan/atau obat bisa menjadi bagian dari rencana perawatan utama.

Teknik relaksasi tambahan seperti pernapasan dalam, meditasi, atau relaksasi otot progresif dapat membantu tubuh menenangkan respons stres secara langsung.

Pola hidup sehat lain, seperti tidur cukup, nutrisi seimbang, dan dukungan sosial juga berperan penting dalam mengelola kecemasan.

Olahraga adalah alat yang kuat dalam dukungan pengelolaan gangguan kecemasan dengan efek langsung melalui biokimia otak yang memengaruhi mood, serta dukungan tidak langsung melalui peningkatan rasa percaya diri dan kualitas hidup.

Jenis olahraga yang paling efektif untuk kecemasan berbeda-beda bagi setiap orang, tetapi kombinasi aerobik, gerakan mind-body seperti yoga atau taici, dan aktivitas outdoor sering kali memberikan manfaat yang paling konsisten jika dilakukan secara rutin. Olahraga bukan pengganti terapi medis, tetapi sebagai bagian penting dari pendekatan komprehensif terhadap kesehatan mental yang lebih seimbang dan berkualitas.

Referensi

“Exercise and Stress: Get Moving to Manage Stress.” Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.

“Types of Exercise for Mental Well-Being.” Better Mind. Diakses Februari 2026.

Peng Chen et al., “Effect of Exercise Intervention on Anxiety Among College Students: A Meta-analysis,” Frontiers in Psychology 16 (March 14, 2025): 1536295, https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1536295.

Norliyana Abdullah Sani et al., “Tai Chi Exercise for Mental and Physical Well-Being in Patients With Depressive Symptoms: A Systematic Review and Meta-Analysis,” International Journal of Environmental Research and Public Health 20, no. 4 (February 5, 2023): 2828, https://doi.org/10.3390/ijerph20042828.

Kevin M. Crombie and Patrick J. O’Connor, “Exercise and Anxiety,” Current Topics in Behavioral Neurosciences 67 (January 1, 2024): 199–222, https://doi.org/10.1007/7854_2024_498.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Perbedaan Virus Nipah dan Flu: Jangan Sampai Salah

08 Feb 2026, 10:54 WIBHealth