Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Oli Mesin Bukan untuk Dikonsumsi, Ini Bahayanya

Oli Mesin Bukan untuk Dikonsumsi, Ini Bahayanya
ilustrasi oli mesin (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)
Intinya Sih
  • Oli mesin mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak sistem pencernaan dan organ vital.

  • Risiko paru-paru serius (aspirasi) bisa terjadi jika oli masuk ke saluran napas.

  • Paparan dapat menyebabkan keracunan, dari gejala ringan hingga kondisi yang mengancam nyawa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Viral, beredar video yang diunggah melalui akun Facebook milik Kadirman Ambo Tang, memperlihatkan beberapa orang mengonsumsi oli mesin saat Idulfitri 1447 H, pada 21 Maret 2026. Aksi ini tersebut menuai beragam reaksi dari warganet, mengingat potensi bahayanya bagi kesehatan.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti alasan maupun tujuan di balik aksi tersebut. Belum ada pula keterangan resmi dari pihak terkait mengenai peristiwa ini.

Oli mesin bukan produk yang dirancang untuk dikonsumsi manusia. Cairan ini dibuat untuk melumasi dan melindungi komponen mesin. Ketika masuk ke dalam tubuh, komposisinya dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari iritasi ringan hingga kerusakan organ.

Berikut ini bahaya mengonsumsi oli mesin bagi kesehatan.

1. Kerusakan pada sistem pencernaan

Saat oli mesin tertelan, saluran pencernaan menjadi organ pertama yang terdampak. Oli mengandung hidrokarbon dan berbagai aditif kimia yang dapat mengiritasi lapisan mukosa mulut, kerongkongan, hingga lambung.

Menurut Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), paparan hidrokarbon melalui proses menelan dapat menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, dan diare. Pada beberapa kasus, iritasi ini bisa berkembang menjadi peradangan yang lebih serius, terutama jika jumlah yang tertelan cukup banyak.

Selain itu, oli tidak dapat dicerna oleh tubuh, yang berarti oli dapat mengganggu proses normal pencernaan dan berpotensi memicu komplikasi, seperti gangguan penyerapan nutrisi atau iritasi kronis pada saluran cerna.

2. Risiko aspirasi dan kerusakan paru-paru

Salah satu bahaya paling serius dari minum oli mesin adalah risiko aspirasi, yaitu masuknya cairan ke saluran pernapasan. Ini bisa terjadi saat seseorang tersedak atau muntah setelah menelan oli.

Menurut American Association of Poison Control Centers, hidrokarbon seperti yang terkandung dalam oli mesin memiliki risiko tinggi menyebabkan pneumonitis kimia, yaitu peradangan paru akibat zat kimia.

Kondisi ini dapat menyebabkan batuk hebat, sesak napas, nyeri dada, hingga gangguan pernapasan yang mengancam nyawa. Bahkan dalam jumlah kecil, aspirasi hidrokarbon dapat berdampak serius pada paru-paru.

3. Keracunan sistemik

Ilustrasi oli mesin.
ilustrasi oli mesin (vecteezy.com/kasarp Techawongtham))

Oli mesin modern mengandung berbagai zat tambahan seperti logam berat, detergen, dan antioksidan kimia. Jika tertelan, zat-zat ini dapat masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi berbagai organ.

Paparan hidrokarbon tertentu dapat menyebabkan efek sistemik seperti pusing, sakit kepala, gangguan sistem saraf pusat, dan dalam kasus berat, penurunan kesadaran.

Keracunan tidak selalu langsung terlihat. Pada beberapa kasus, efeknya bisa berkembang secara bertahap, tergantung jumlah dan jenis zat yang terpapar.

4. Risiko jangka panjang

Paparan berulang atau dalam jumlah besar terhadap zat kimia dalam oli mesin dapat meningkatkan risiko efek jangka panjang. Beberapa komponen dalam oli, terutama yang sudah digunakan, dapat mengandung zat karsinogenik (pemicu kanker).

Penelitian menunjukkan, paparan kronis terhadap hidrokarbon dan produk minyak bumi dapat berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan hati dan ginjal.

Selain itu, oli bekas bisa mengandung kontaminan tambahan dari mesin, seperti partikel logam dan residu pembakaran, yang makin meningkatkan risiko toksisitas.

5. Dampak pada sistem saraf

Beberapa komponen hidrokarbon dalam oli dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Paparan melalui proses menelan dapat menyebabkan gejala seperti pusing, kebingungan, hingga gangguan koordinasi.

Hidrokarbon tertentu dapat bersifat neurotoksik, terutama jika masuk dalam jumlah signifikan.

Efek ini bisa bersifat sementara, tetapi dalam kondisi tertentu dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius, terutama jika tidak ditangani dengan cepat.

Minum oli mesin adalah tindakan yang risikonya nyata bagi kesehatan. Dari gangguan pencernaan hingga kerusakan paru-paru dan potensi keracunan, dampaknya bisa jauh lebih serius dari yang terlihat.

Tubuh manusia tidak dirancang untuk memproses zat seperti oli mesin. Di era media sosial, penting untuk memilah mana yang sekadar hiburan dan mana yang berbahaya jika ditiru.

Referensi

Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR). "Toxicological Profile for Total Petroleum Hydrocarbons." Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). "Hydrocarbon Toxicity." Diakses Maret 2026.

World Health Organization. "Petroleum Products and Health Effects." Diakses Maret 2026.

American Association of Poison Control Centers. "Hydrocarbon Exposure Guidelines." Diakses Maret 2026.

Glenn D. Ritchie Kenneth R. Still, “A REVIEW OF THE NEUROTOXICITY RISK OF SELECTED HYDROCARBON FUELS,” Journal of Toxicology and Environmental Health Part B 4, no. 3 (July 1, 2001): 223–312, https://doi.org/10.1080/10937400118874.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More