ilustrasi paha (pexels.com/Kindel Media)
Tim peneliti mengusulkan bahwa panjang paha mungkin membawa informasi tentang pertumbuhan pada masa awal kehidupan dan komposisi tubuh ketika dewasa.
Salah satu peneliti, Umberto Maggiore dari Universitas Parma, Italia, menjelaskan bahwa pertumbuhan tulang paha dapat mencerminkan kondisi nutrisi pada masa kanak-kanak. Gangguan pertumbuhan pada periode tersebut sebelumnya telah dikaitkan dengan risiko gangguan metabolik pada kehidupan selanjutnya.
Ada pula faktor otot. Paha merupakan lokasi kelompok otot besar, sedangkan otot rangka menjadi salah satu jaringan penting yang mengambil glukosa dari darah. Karena itu, ukuran antropometri bagian tubuh ini mungkin membawa informasi tambahan yang berguna bagi algoritma ketika digabungkan dengan IMT, lingkar pinggang, tekanan darah, dan faktor lainnya.
Namun, penelitian ini tidak membuktikan bahwa paha yang lebih pendek menyebabkan diabetes. Penelitian menggunakan data observasional pada satu titik waktu, sehingga hubungan yang ditemukan tidak menunjukkan sebab-akibat.
Target modelnya pun adalah mengenali kemungkinan prediabetes atau diabetes yang sudah ada, bukan memprediksi siapa yang akan mengembangkan penyakit tersebut beberapa tahun kemudian.