Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Pantangan untuk Penderita Campak, Jangan Lakukan saat Terinfeksi

7 Pantangan untuk Penderita Campak, Jangan Lakukan saat Terinfeksi
ilustrasi sakit campak (freepik.com)
Intinya Sih
  • Campak adalah penyakit menular akibat virus Paramyxoviridae yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan ruam, dengan risiko tinggi pada anak-anak yang belum divaksinasi.
  • Penderita disarankan menghindari kontak dengan orang lain, paparan cahaya terang, serta menjaga kebersihan diri agar tidak memperparah gejala dan mencegah penularan.
  • Asupan nutrisi seimbang, cukup cairan, serta pakaian nyaman berperan penting dalam mempercepat pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh selama masa infeksi campak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Campak adalah salah satu penyakit menular yang paling mudah menyebar. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxoviridae yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan ruam serta gejala mirip flu. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa pada tahun 2023 ada lebih dari 100 ribu kematian akibat campak, mayoritas pada anak-anak yang belum divaksinasi. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya penyakit ini dan pentingnya menjaga diri agar tidak terjadi komplikasi.

Selain menular, infeksi campak juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh jadi lebih rentan mengalami masalah lain seperti pneumonia, infeksi mata, infeksi telinga, hingga radang otak. Karena itu, bukan hanya pengobatan yang perlu diperhatikan, tetapi juga pantangan yang harus dihindari agar pemulihan lebih cepat dan risiko penyebaran menurun.

Dengan memahami pantangan-pantangan ini, penderita campak dapat mengambil langkah tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. Berikut pantangan penting yang harus dihindari penderita campak agar kesehatan lebih cepat pulih dan tidak memperburuk kondisi.

1. Berinteraksi dengan orang yang berisiko terkena infeksi

ilustrasi isolasi diri agar campak tidak menular (unsplash.com/engin akyurt)
ilustrasi isolasi diri agar campak tidak menular (unsplash.com/engin akyurt)

Campak mudah menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin. Karena itu, penderita sebaiknya mengisolasi diri setidaknya selama empat hari setelah ruam muncul. Hindari kontak dekat dengan anggota keluarga, terutama anak kecil, lansia, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Jika anak terkena campak ajari untuk menutup mulut dan hidung dengan tisu saat bersin agar droplet tidak menyebar ke udara atau benda di sekitarnya. Jangan berbagi barang pribadi seperti handuk, gelas, atau alat makan, karena ini bisa menjadi media penularan. Dengan langkah ini, kamu turut mencegah penyebaran virus campak di rumah.

2. Terpapar cahaya dan angin

ilustrasi istirahat di ruangan yang tenang, berventilasi baik, dan bercahaya redup (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi istirahat di ruangan yang tenang, berventilasi baik, dan bercahaya redup (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak penderita campak mengeluhkan matanya lebih sensitif terhadap cahaya terang. Kondisi ini disebut fotofobia. Jika dibiarkan, paparan cahaya berlebihan bisa memperparah rasa tidak nyaman pada mata. Campak juga bisa menimbulkan gangguan mata serius seperti konjungtivitis, keratitis, hingga kebutaan.

Selain cahaya, penderita campak juga perlu menghindari paparan angin. Virus campak dapat menyebar melalui droplet yang terbawa udara. Dengan kata lain, semakin banyak aktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan, semakin besar risiko penularannya ke orang lain. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya istirahat di ruangan yang tenang, berventilasi baik, dan bercahaya redup.

3. Menggaruk ruam kulit

ilustrasi menggaruk ruam kulit (freepik.com)
ilustrasi menggaruk ruam kulit (freepik.com)

Ruam yang muncul pada campak biasanya terasa gatal dan tidak nyaman. Wajar jika penderita ingin menggaruknya, namun menggaruk terlalu keras justru berbahaya. Gesekan berlebihan dapat merusak lapisan kulit, menimbulkan luka, hingga memicu infeksi bakteri tambahan.

Jika rasa gatal sulit ditahan, gunakan lotion antigatal atau kompres dengan air dingin untuk meredakan gejalanya. Obat antigatal yang diresepkan dokter juga bisa membantu. Dengan begitu, kulit tetap terjaga dan risiko infeksi sekunder bisa dihindari.

4. Tidak menjaga pola makan

ilustrasi mengonsumsi makanan sehat (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi mengonsumsi makanan sehat (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat terkena campak, nafsu makan biasanya menurun. Namun, bukan berarti tubuh tidak membutuhkan nutrisi. Justru pada saat inilah, tubuh memerlukan asupan gizi seimbang untuk melawan infeksi. Melewatkan makan hanya akan memperlambat proses pemulihan.

Hindari makanan pedas, asam, berminyak, dan terlalu panas atau dingin. Jenis makanan tersebut bisa mengiritasi tenggorokan dan memperparah rasa tidak nyaman, apalagi jika terdapat luka di dalam mulut, seperti sariawan. Sebaliknya, konsumsi makanan bergizi yang mudah dicerna, seperti sayuran hijau, sup hangat, buah-buahan segar, dan sumber vitamin A seperti wortel serta produk susu. Dengan pola makan yang sehat, daya tahan tubuh akan lebih kuat dalam melawan virus.

5. Kurang minum air putih

ilustrasi seseorang memegang air putih (unsplash.com/engin akyurt)
ilustrasi seseorang memegang air putih (unsplash.com/engin akyurt)

Demam tinggi yang biasanya menyertai campak dapat membuat tubuh mudah kehilangan cairan. Jika tidak segera diatasi, penderita bisa mengalami dehidrasi, yang memperparah kondisi tubuh. Karena itu, penting untuk minum cukup cairan setiap hari.

Selain air putih, penderita bisa mengonsumsi air kelapa, jus buah segar, atau kuah sup hangat untuk menambah cairan sekaligus elektrolit. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan lebih cepat pulih, dan gejala seperti demam atau kelelahan bisa berkurang secara bertahap. Jadi, jangan menunggu haus untuk minum, tetapi rutinlah mengonsumsi cairan sepanjang hari.

6. Mengabaikan kebersihan diri

ilustrasi mandi untuk menjaga kebersihan badan (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi mandi untuk menjaga kebersihan badan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Sebagian orang mengira mandi saat sakit campak bisa memperburuk keadaan. Padahal, menjaga kebersihan tubuh tetap penting. Mandi dengan air hangat kuku dapat membantu meredakan rasa gatal pada ruam sekaligus membuat tubuh lebih segar.

Gunakan sabun lembut tanpa pewangi agar kulit tidak semakin iritasi. Menambahkan bahan alami seperti oatmeal ke dalam air mandi juga bisa membantu menenangkan kulit. Dengan menjaga kebersihan, risiko infeksi kulit tambahan dapat dicegah, dan penderita akan merasa lebih nyaman selama masa pemulihan.

7. Menggunakan pakaian yang tidak nyaman

ilustrasi anak tidur dengan menggunakan pakaian nyaman (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi anak tidur dengan menggunakan pakaian nyaman (pexels.com/cottonbro studio)

Saat menderita campak, penting untuk mengenakan pakaian yang membuat tubuh terasa sejuk dan nyaman. Pilihlah pakaian berbahan tipis, lembut, dan menyerap keringat agar kulit tetap kering serta tidak makin gatal. Hindari pakaian yang terlalu tebal atau bertumpuk karena dapat membuat tubuh terasa panas dan tidak nyaman.

Selain itu, bahan pakaian yang adem dan ringan akan membantu mengurangi iritasi pada ruam campak. Pakaian yang longgar juga memungkinkan sirkulasi udara yang baik sehingga kulit lebih mudah “bernapas.” Dengan begitu, penderita campak terutama anak-anak akan merasa lebih tenang dan nyaman selama masa pemulihan

Campak adalah penyakit yang bisa berdampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Penderita harus memperhatikan pantangan tersebut agar tidak memperparah kondisi dan mencegah penularan ke orang lain. Dengan perawatan yang tepat dan disiplin menjalankan pantangan, tubuh akan lebih cepat pulih dan terhindar dari komplikasi berbahaya.

Referensi

“Guidelines for Nutritional Care at Home for Children with Measles.” Vinmec International Hospital. Diakses pada Maret 2026.

“Women’s Day Gifts: Self-Care Ideas You’ll Love.” Healthshots. Diakses pada Maret 2026.

“Measles Outbreak: What Should Be Abstained, What Should Be Done?” Vinmec International Hospital. Diakses pada Maret 2026.

“Six Ways Measles Can Affect Your Eyes.” American Academy of Ophthalmology. Diakses pada Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More