ilustrasi laki-laki sedang mandi (pexels.com/cottonbro studio)
Tidak ada cara pasti untuk mencegah fimosis fisiologis karena ini memang merupakan bagian dari perkembangan normal kulup pada banyak bayi yang belum disunat. Namun, kebersihan yang baik sejak anak mulai bisa mencuci sendiri sangat membantu mencegah masalah sekunder seperti infeksi yang dapat memperparah fimosis.
Untuk laki-laki dan remaja yang belum disunat, menjaga area genital tetap bersih, dengan mencuci bagian bawah kulup dengan air hangat saat mandi membantu mengurangi risiko iritasi dan infeksi yang bisa memicu fimosis patologis.
Selain itu, menghindari penarikan paksa kulup atau mencoba peregangan agresif tanpa panduan medis sangat penting, karena penarikan paksa bisa menyebabkan robekan, jaringan parut, atau luka yang memperburuk kondisi.
Fimosis adalah kondisi yang umum terutama pada anak laki-laki yang belum disunat, dan sering kali merupakan bagian dari perkembangan normal kulup yang akan membaik sendiri. Namun, ketika fimosis menjadi patologis atau menimbulkan gejala seperti nyeri, infeksi, atau gangguan urinasi dan seksual, penanganan medis dapat mengatasinya.
Perawatan fimosis modern mencakup pendekatan nonbedah seperti krim steroid dan latihan peregangan lembut, serta opsi bedah seperti sunat bila diperlukan. Dengan diagnosis yang tepat, kebersihan diri yang baik, dan konsultasi dokter, banyak individu dengan fimosis dapat mengelola kondisi mereka.
Referensi
"Phimosis: Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment." Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
"Phimosis: Causes, Symptoms, Treatment, and Prevention." WebMD. Diakses Februari 2026.
"Fimosis dan Parafimosis." MSD Manuals. Diakses Februari 2026.
"Phimosis: Symptoms, Causes & Treatments." Medical News Today. Diakses Februari 2026.
"Phimosis." International Society of Andrology. Diakses Februari 2026.
"Tight foreskin (phimosis and paraphimosis)." nidirect. Diakses Februari 2026.