Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Napas Bisa Terasa Pendek Saat Sedang Cemas?

3 min read
Kenapa Napas Bisa Terasa Pendek Saat Sedang Cemas?
ilustrasi cemas (unsplash.com/Vitaly Gariev)
  • Kecemasan dapat memicu respons tubuh siaga, membuat napas lebih cepat dan dangkal hingga terasa pendek atau berat meski tidak ada bahaya nyata.
  • Napas pendek akibat kecemasan bisa disertai gejala fisik dan psikologis lain, seperti jantung berdebar, pusing, berkeringat, gemetar, mual, serta ketegangan otot.
  • Pernapasan diafragma, pernapasan kotak, dan relaksasi dapat membantu; namun sesak mendadak, parah, sering, atau berkepanjangan perlu diperiksakan untuk menyingkirkan kondisi medis lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dampak rasa cemas bukan cuma pikiran, tetapi juga bisa menimbulkan berbagai reaksi fisik. Salah satunya adalah napas yang terasa pendek, berat, atau seperti tidak bisa menarik udara sebanyak biasanya. Kondisi ini bahkan bisa membuat seseorang merasa panik karena khawatir ada masalah pada paru-paru atau jantung.

Padahal, sensasi tersebut bisa muncul sebagai bagian dari respons alami tubuh ketika sedang menghadapi kecemasan. Saat merasa terancam atau khawatir, tubuh masuk ke kondisi siaga sehingga pola pernapasan dapat berubah.

Lantas, kenapa kecemasan bisa membuat napas terasa pendek? Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh?

  1. 1. Bisakah kecemasan menyebabkan sesak napas?

    Ya, kecemasan dapat menyebabkan sesak napas. Ini adalah respons umum dan alami terhadap perasaan cemas atau panik, dan merupakan bagian dari cara tubuh bereaksi terhadap stres. 

    Saat kamu merasa cemas, ini akan memicu respons “lawan, lari, atau diam” dari tubuh. Ini bisa membuat pernapasan lebih cepat dan dangkal, yang mungkin membuatmu merasa seperti kesulitan bernapas. Meskipun tidak ada bahaya yang nyata, tubuh bersiap untuk melindungi. Ini adalah reaksi normal, tapi bisa tidak nyaman.

  2. 2. Cara mengetahui apakah penyebabnya adalah kecemasan

    Saat mengalami kecemasan, sulit untuk mengetahui apakah kecemasan atau masalah kesehatan lain yang menyebabkan gejala tersebut, terutama jika gejalanya parah.

    Napas pendek merupakan salah satu gejala yang mungkin dialami oleh orang dengan kecemasan, tapi tidak semua orang dengan kecemasan mengalami kesulitan bernapas.

    Kecemasan dapat menyebabkan berbagai gejala fisik dan psikologis, termasuk:

    • Mulut kering.
    • Peningkatan detak jantung.
    • Pusing.
    • Berkeringat.
    • Menggigil.
    • Mual.
    • Diare.
    • Gemetar.
    • Ketegangan otot.
    • Napas cepat.
    • Nyeri dada.
    • Agitasi.
    • Konsentrasi buruk.
    • Kebingungan.
    • Ingatan buruk.
    • Kesulitan berbicara.

  3. 3. Memutus siklus

    Seorang perempuan tampak dari samping melakukan latihan pernapasan di rumah untuk membantu mengurangi rasa cemas.
    ilustrasi latihan pernapasan untuk mengurangi rasa cemas (magnific.com/magnific)

    Ketika rasa sesak atau napas pendek ternyata dipicu oleh kecemasan, memahami hal tersebut dapat membantu mengurangi kepanikan dan mencegah seseorang langsung menganggapnya sebagai kondisi berbahaya.

    Berbagai teknik pernapasan, seperti pernapasan diafragma maupun box breathing, dapat digunakan untuk memperlambat ritme napas dan membantu tubuh merasa lebih tenang.

    Di samping itu, latihan relaksasi serta mengurangi kecenderungan untuk terus-menerus memikirkan kemungkinan terburuk dari sensasi yang dirasakan tubuh dapat membantu menghentikan lingkaran kecemasan yang membuat keluhan napas terasa makin berat.

  4. 4. Haruskah khawatir?

    Pada umumnya, sesak napas yang muncul sebagai bagian dari kecemasan akan membaik seiring meredanya rasa cemas. Meski demikian, keluhan ini tidak boleh langsung dianggap berasal dari kecemasan apabila penyebabnya belum jelas.

    Jika sesak muncul mendadak, terasa berat, atau menimbulkan kekhawatiran, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

    Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat menilai kemungkinan penyebab lain dan memastikan apakah terdapat kondisi kesehatan yang mendasarinya.

  5. 5. Kapan harus menghubungi dokter?

    Siapa pun yang mungkin memiliki gangguan kecemasan atau panik dapat memperoleh manfaat dengan mendiskusikan gejala dan pilihan pengobatannya dengan dokter.

    Jika latihan pernapasan dan teknik relaksasi lainnya tidak mengembalikan pola pernapasan normal, orang tersebut mungkin memerlukan perhatian medis.

    Jika sesak napas sering terjadi atau berlangsung lama, hal ini mungkin disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti:

    • Asma.
    • Obesitas.
    • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
    • Penyakit paru interstisial.
    • Masalah jantung.

    Ketika seseorang mengalami sesak napas karena rasa cemas atau panik, ini bisa membuat mereka makin merasa cemas sehingga memperparah pernapasannya. Untungnya, ini sering kali dapat diatasi dengan teknik relaksasi dan pernapasan diafragma untuk membantu meringankan gejala kecemasan ini dan gejala kecemasan lainnya.

    Referensi

    Liv Hospital. Diakses pada September 2026. "Anxiety and Breathing Issues: 7 Key Symptoms."

    Medical News Today. Diakses pada September 2026. "What is the Link between Anxiety and Shortness of Breath?"

    Rethink Mental Ilness. Diakses pada September 2026. "Can Anxiety Cause Shortness of Breath?"

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More