Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Penyebab Jantung Berdebar Cepat saat Bangun Tidur, Harus Khawatir?

8 Penyebab Jantung Berdebar Cepat saat Bangun Tidur, Harus Khawatir?
ilustrasi jantung berdebar cepat saat bangun tidur (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Jantung berdebar saat bangun bisa dipicu faktor normal hingga kondisi medis, mulai dari hormon stres hingga gangguan irama jantung.

  • Respons tubuh saat transisi tidur ke bangun (autonomic surge) sering menjadi penyebab utama.

  • Jika disertai gejala lain (pusing, nyeri dada, pingsan), perlu evaluasi medis segera.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pagi hari seharusnya menjadi momen tubuh segar setelah istirahat. Namun, sebagian orang justru bisa merasakan jantung berdebar cepat. Ini bisa bikin khawatir, apalagi jika terjadi berulang.

Jantung berdebar cepat saat bangun tidur tidak selalu berbahaya. Tubuh memang mengalami perubahan besar saat beralih dari tidur ke kondisi sadar. Namun, dalam beberapa kasus, detak jantung yang meningkat bisa menjadi tanda kondisi tertentu yang butuh evaluasi medis.

Table of Content

Apa yang terjadi pada tubuh saat bangun tidur?

Apa yang terjadi pada tubuh saat bangun tidur?

Saat bangun, tubuh mengalami apa yang disebut sebagai “morning surge”, yaitu peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik (respons fight-or-flight).

Pada pagi hari, terjadi:

  • Peningkatan denyut jantung.
  • Lonjakan tekanan darah.
  • Aktivasi hormon stres seperti kortisol.

Respons ini normal, tetapi pada kondisi tertentu bisa terasa berlebihan dan akhirnya menyebabkan sensasi jantung berdebar.

Yuk, ketahui apa saja kemungkinan penyebab jantung berdebar cepat saat bangun tidur!

1. Lonjakan hormon stres (kortisol)

Saat pagi hari, tubuh secara alami meningkatkan produksi kortisol untuk membantu kamu bangun dan siap beraktivitas. Hormon ini meningkatkan kewaspadaan, tekanan darah, dan denyut jantung.

Masalah muncul ketika respons ini menjadi berlebihan. Pada individu dengan stres kronis atau gangguan kecemasan, sistem saraf bisa menjadi lebih sensitif, sehingga lonjakan kortisol memicu palpitasi (jantung berdebar) yang terasa jelas.

Menurut penelitian, ritme sirkadian kortisol sangat berpengaruh pada sistem kardiovaskular. Lonjakan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan aktivitas jantung secara signifikan, bahkan pada kondisi istirahat.

2. Dehidrasi

Ilustrasi jantung berdebar cepat saat bangun tidur.
ilustrasi jantung berdebar cepat saat bangun tidur (pexels.com/Kampus Production)

Setelah tidur semalaman tanpa asupan cairan, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan. Tampak sepele memang, tetapi kondisi ini bisa memengaruhi fungsi jantung.

Dehidrasi dapat menyebabkan:

  • Penurunan volume darah.
  • Peningkatan konsentrasi elektrolit.
  • Jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Akibatnya, detak jantung bisa meningkat sebagai kompensasi.

Dehidrasi ringan saja sudah dapat menyebabkan palpitasi, terutama saat bangun tidur ketika tubuh belum terhidrasi kembali.

3. Hipoglikemia (gula darah rendah)

Selama tidur, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama berjam-jam. Pada beberapa orang, terutama yang sensitif terhadap perubahan gula darah, kondisi ini bisa memicu hipoglikemia ringan.

Saat gula darah turun, tubuh merespons dengan cara:

  • Melepaskan adrenalin.
  • Meningkatkan denyut jantung.
  • Memicu rasa gelisah.

Respons ini adalah mekanisme darurat untuk menaikkan kadar gula darah.

Studi menunjukkan, hipoglikemia dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatik yang menyebabkan palpitasi, bahkan saat seseorang baru bangun tidur.

4. Gangguan irama jantung (aritmia)

Ilustrasi pasien aritmia.
ilustrasi pasien aritmia (freepik.com/wayhomestudio)

Dalam beberapa kasus, jantung berdebar cepat saat bangun bisa disebabkan oleh aritmia, yaitu gangguan sistem listrik jantung.

Jenis aritmia yang umum:

  • Fibrilasi atrium.
  • Takikardia supraventikular.
  • Detak prematur (premature beats).

Saat bangun, perubahan aktivitas saraf dapat memicu episode aritmia, terutama pada individu yang sudah memiliki predisposisi.

Aritmia dapat muncul secara episodik dan sering terasa saat tubuh mengalami perubahan fisiologis, termasuk saat bangun tidur.

5. Sleep apnea

Sleep apnea adalah kondisi seseorang mengalami henti napas sementara saat tidur. Kondisi ini sering tidak disadari, tetapi dampaknya besar terhadap jantung.

Selama episode apnea:

  • Kadar oksigen turun.
  • Tubuh terbangun secara mikro.
  • Jantung dipaksa bekerja lebih keras

Saat bangun, tubuh masih dalam kondisi stres fisiologis, sehingga jantung terasa berdebar.

Menurut penelitian, sleep apnea berkaitan dengan peningkatan risiko aritmia dan palpitasi, terutama pada pagi hari.

6. Respons kecemasan dan panik

Ilustrasi serangan panik.
ilustrasi serangan panik (unsplash.com/Joice Kelly)

Bagi sebagian orang, bangun tidur bisa langsung dihantam rasa cemas, bahkan tanpa pemicu yang jelas.

Kecemasan memicu:

  • Aktivasi sistem saraf simpatik.
  • Peningkatan adrenalin.
  • Detak jantung lebih cepat.

Kondisi ini bisa terjadi pada gangguan kecemasan atau gangguan panik, di mana tubuh bereaksi berlebihan terhadap kondisi normal.

Jantung berdebar adalah salah satu gejala fisik paling umum pada gangguan kecemasan.

7. Kafein atau stimulan

Konsumsi kafein pada malam hari atau sensitivitas terhadap stimulan dapat memengaruhi detak jantung keesokan paginya.

Kafein bekerja dengan:

  • Menghambat reseptor adenosin.
  • Meningkatkan aktivitas saraf.
  • Mempercepat denyut jantung.

Efek ini bisa bertahan cukup lama, terutama pada individu yang metabolisme kafeinnya lambat.

Efek kafein dapat bertahan hingga 6–8 jam atau lebih, tergantung individu.

8. Anemia

Anemia menyebabkan berkurangnya kapasitas darah dalam membawa oksigen. Sebagai kompensasi, jantung akan:

  • Memompa lebih cepat.
  • Meningkatkan curah jantung.

Hal ini bisa terasa sebagai palpitasi, terutama saat tubuh mulai aktif pada pagi hari.

Studi menunjukkan bahwa anemia kronis sering dikaitkan dengan peningkatan denyut jantung dan kelelahan.

Kapan harus waspada?

Ilustrasi berkonsultasi dengan dokter.
ilustrasi berkonsultasi dengan dokter (freepik.com/pressfoto)

Segera periksa ke dokter jika jantung berdebar disertai:

  • Nyeri dada.
  • Pusing atau pingsan.
  • Sesak napas.
  • Detak sangat tidak teratur.

Gejala ini bisa menandakan kondisi yang lebih serius.

Jantung berdebar saat bangun tidur bisa berasal dari banyak hal. Mulai dari respons tubuh yang normal hingga kondisi medis tertentu. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengetahui mana yang bisa membaik dengan perubahan gaya hidup dan mana yang perlu evaluasi lebih lanjut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Bayu Aditya Suryanto
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More