ilustrasi konsultasi dengan dokter (freepik.com/dragonimages)
Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadarinya sampai melakukan pemeriksaan darah.
Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika:
Kadar kolesterol total ≥240 mg/dL.
Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes.
Perubahan gaya hidup tidak menurunkan kolesterol.
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan atau terapi yang sesuai, termasuk perubahan pola makan, olahraga, atau obat penurun kolesterol seperti statin jika diperlukan.
Puasa sebenarnya dapat memberikan manfaat metabolik bagi tubuh, termasuk potensi memperbaiki profil lipid. Namun, manfaat ini dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup selama puasa.
Jika puasa kamu didominasi makan gorengan, makanan dan minuman tinggi gula, serta kurang aktivitas fisik, kadar kolesterol justru dapat meningkat. Dengan memilih makanan yang lebih sehat, menjaga aktivitas fisik, dan memantau kesehatan secara rutin, puasa tetap dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Referensi
De Cabo, Rafael, and Mark P. Mattson. “Effects of Intermittent Fasting on Health, Aging, and Disease.” New England Journal of Medicine 381, no. 26 (December 25, 2019): 2541–51. https://doi.org/10.1056/nejmra1905136.
Gurr, M. I., Nazeli Borlak, and Smita Ganatra. “Dietary Fat and Plasma Lipids.” Nutrition Research Reviews 2, no. 1 (1989): 63–86. https://doi.org/10.1079/NRR19890008.
Quanhe Yang et al., “Added Sugar Intake and Cardiovascular Diseases Mortality Among US Adults,” JAMA Internal Medicine 174, no. 4 (February 3, 2014): 516, https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2013.13563.
Lisa Brown et al., “Cholesterol-lowering Effects of Dietary Fiber: A Meta-analysis,” American Journal of Clinical Nutrition 69, no. 1 (January 1, 1999): 30–42, https://doi.org/10.1093/ajcn/69.1.30.