ilustrasi fogging untuk membasmi nyamuk (pexels.com/Garda Pest Control Indonesia)
Ada banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko DBD, seperti:
Menghilangkan tempat perkembangan nyamuk: Langkah ini tetap menjadi strategi paling efektif. Fokus pada menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Menggunakan perlindungan pribadi: Misalnya obat antinyamuk, pakaian lengan panjang, dan kelambu jika diperlukan.
Memperkuat surveilans dan pengendalian vektor: Para ahli menilai bahwa sistem pemantauan berbasis iklim dapat membantu memprediksi lonjakan kasus sebelum wabah terjadi.
Mendukung upaya adaptasi perubahan iklim: Mulai dari perencanaan kota yang lebih baik hingga peningkatan sistem kesehatan masyarakat.
Referensi
Sadie J. Ryan et al., “Global Expansion and Redistribution of Aedes-borne Virus Transmission Risk With Climate Change,” PLoS Neglected Tropical Diseases 13, no. 3 (March 28, 2019): e0007213, https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0007213.
Erin A. Mordecai et al., “Detecting the Impact of Temperature on Transmission of Zika, Dengue, and Chikungunya Using Mechanistic Models,” PLoS Neglected Tropical Diseases 11, no. 4 (April 27, 2017): e0005568, https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0005568.
Jane P. Messina et al., “The Current and Future Global Distribution and Population at Risk of Dengue,” Nature Microbiology 4, no. 9 (June 10, 2019): 1508–15, https://doi.org/10.1038/s41564-019-0476-8.
Felipe J Colón-González et al., “Projecting the Risk of Mosquito-borne Diseases in a Warmer and More Populated World: A Multi-model, Multi-scenario Intercomparison Modelling Study,” The Lancet Planetary Health 5, no. 7 (July 1, 2021): e404–14, https://doi.org/10.1016/s2542-5196(21)00132-7.
Duane J. Gubler, “Dengue, Urbanization and Globalization: The Unholy Trinity of the 21st Century,” Tropical Medicine and Health 39, no. 4SUPPLEMENT (January 1, 2011): S3–11, https://doi.org/10.2149/tmh.2011-s05.