Anak-anak termasuk kelompok yang sensitif terhadap kualitas udara di sekitarnya. Saluran napas mereka lebih kecil dan kebutuhan cairannya lebih tinggi, sehingga lebih rentan terhadap gangguan kesehatan. Oleh sebab itu mereka butuh bantuan orang dewasa untuk memberikan perlindungan.
Menurut dr. Cynthia Centauri, Sp.A, Subsp.Respi.(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), laju pernapasan mereka 2–3 kali lebih cepat dibanding orang dewasa dan tinggi badan yang lebih rendah membuat mereka menghirup polutan lebih banyak di dekat permukaan tanah.
