Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Asap Kebakaran TPA Masuk Rumah, Ini Cara Membuat Udara Lebih Aman

Asap Kebakaran TPA Masuk Rumah, Ini Cara Membuat Udara Lebih Aman
Personil gabungan berjibaku memadamkan api kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang dengan menggunakan semprotan air pada Senin (6/7). (Dok. BNPB)
Intinya Sih
  • Asap kebakaran TPA bisa membawa partikel halus, jelaga, dan polutan dari sampah yang terbakar, sehingga paparannya perlu diminimalkan.

  • Langkah utama di rumah adalah menutup jalur masuk asap, membuat satu ruangan lebih bersih, memakai penyaring udara, dan menghindari aktivitas yang menambah polusi dalam ruangan.

  • Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan asma, PPOK, atau penyakit jantung perlu perlindungan ekstra dan sebaiknya segera menjauh jika gejala memburuk.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Saat terjadi kebakaran TPA, sampah yang terbakar, terutama jika bercampur plastik, bahan organik, kain, kertas, karet, atau material lain, udara bisa membawa partikel halus dan berbagai polutan yang mengiritasi saluran napas.

Studi tentang pembakaran sampah terbuka di Semarang menemukan bahwa aktivitas ini dapat menjadi sumber particulate matter dan karbon hitam (jelaga), dan tentu saja berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi warga yang terpapar langsung.

Partikel kecil harus diwaspadai karena dapat masuk jauh ke paru-paru, bahkan sebagian bisa masuk ke aliran darah. Paparan partikel ini dikaitkan dengan iritasi saluran napas, batuk, penurunan fungsi paru, serangan asma, gangguan irama jantung, serangan jantung nonfatal (serangan jantung yang tidak menyebabkan kematian), dan risiko lebih besar pada anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit jantung atau paru.

Kabar baiknya, udara di dalam rumah bisa dibuat lebih aman. Bukan sempurna, tetapi lebih rendah paparannya. Ini langkah yang bisa dilakukan.

Table of Content

1. Tutup jalur masuk asap dan pilih satu ruangan paling aman

1. Tutup jalur masuk asap dan pilih satu ruangan paling aman

Saat asap sedang pekat, tutup jendela dan pintu. Kalau ada celah besar di sekitar jendela, pintu, atau ventilasi, tutup sementara dengan kain basah, lakban, atau penutup celah yang tersedia. Ini penting untuk mengurangi asap yang masuk.

Pilih satu ruangan yang paling mudah ditutup, paling sedikit celahnya, dan paling sering ditempati keluarga. Konsep ini dinamakan sebagai clean room, yaitu ruangan yang dibuat untuk menjaga kadar asap dan partikel serendah mungkin. Ruangan ini sebaiknya bebas dari aktivitas yang menciptakan partikel seperti merokok, memasak, atau membakar lilin, serta pintu serta jendelanya tetap ditutup.

Kalau kondisi asap sangat pekat, rumah terlalu panas, atau ada anggota keluarga yang mulai sesak, pertimbangkan pindah sementara ke tempat dengan udara lebih baik. Pada kondisi asap sangat padat, sulit menjaga udara dalam ruangan tetap aman sepenuhnya.

2. Pakai air purifier atau filter udara, bukan kipas angin

Kipas angin cuma memutar udara, tidak menyaring partikel asap. Untuk membantu membersihkan udara, gunakan air purifier dengan filter HEPA atau penyaring partikel yang sesuai ukuran ruangan.

Sarannya, tempatkan pembersih udara portabel di area tempat orang paling banyak beraktivitas, dan nyalakan sesering mungkin pada kecepatan kipas tertinggi yang masih nyaman.

Jika pakai AC sentral atau sistem HVAC, atur ke mode recirculate atau tutup asupan udara luar. Disarankan menggunakan filter efisiensi tinggi, idealnya MERV 13 atau lebih tinggi, jika memungkinkan.

Jika air purifier tidak tersedia atau terlalu mahal, DIY air cleaner bisa menjadi pilihan sementara, seperti kipas kotak yang dipasang filter MERV 13. Gunakan kipas model baru dengan tanda keselamatan, jangan tinggalkan tanpa pengawasan, dan ganti filter saat sudah kotor atau berbau asap.

Kalau bisa, hindari alat pembersih udara yang menghasilkan ozon karena ozon itu sendiri dapat mengiritasi paru-paru.

3. Jangan menambah polusi dari dalam rumah

Api biru menyala di atas tungku kompor gas stainless steel dengan kisi besi hitam di dapur rumah.
ilustrasi kompor gas (pexels.com/Mateusz Feliksik)

Saat asap dari luar masuk rumah, udara dalam ruangan sudah bekerja keras. Jangan memperburuknya dengan sumber polusi tambahan.

Hindari aktivitas yang membakar atau menghasilkan partikel di dalam ruangan, termasuk merokok, vaping, menyalakan lilin atau dupa, memakai kompor gas atau propana terlalu lama, menggoreng atau membakar makanan, serta menyedot debu dengan vacuum cleaner biasa.

Untuk sementara, pilih makanan yang tidak perlu banyak proses memasak, misalnya makanan siap santap yang aman, buah, roti, telur rebus yang sudah tersedia, atau makanan yang bisa dipanaskan singkat. Kalau harus memasak, usahakan durasinya pendek dan hindari menggoreng.

Bersihkan permukaan dengan kain lembap, bukan disapu kering. Jika ada debu atau abu masuk ke rumah, hindari tindakan yang membuat abu beterbangan, seperti menyapu kering. Jika harus memakai vacuum cleaner, pilih yang memiliki filter HEPA.

4. Lindungi kelompok rentan dan perhatikan gejala bahaya

Anak-anak, lansia, ibu hamil, orang dengan asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit jantung, atau riwayat alergi saluran napas perlu diprioritaskan. Mereka sebaiknya berada di ruangan yang paling bersih, mengurangi aktivitas fisik, dan gunakan obat rutin sesuai anjuran dokter.

Segera cari bantuan medis jika muncul sesak napas, mengi, nyeri dada, bibir atau kuku tampak kebiruan, batuk berat yang memburuk, pusing berat, kebingungan, atau serangan asma yang tidak membaik dengan obat biasa.

Untuk orang dengan asma atau penyakit paru, pastikan obat inhaler tersedia dan rencana darurat dari dokter diikuti.

Jika harus keluar rumah saat asap pekat, masker kain atau masker bedah tidak cukup untuk menyaring partikel halus. Respirator N95 atau P100 dapat membantu melindungi paru dari partikel abu dan asap.

5. Buka rumah hanya saat udara luar membaik

Menutup rumah terlalu lama bisa membuat udara terasa pengap, terutama jika ada banyak orang. Namun, jangan membuka semua jendela saat asap masih pekat. Sarannya, rumah diangin-anginkan ketika kualitas udara luar membaik, meski cuma sebentar, dengan membuka jendela atau asupan udara luar dan menjalankan exhaust fan dapur atau kamar mandi.

Pantau informasi kualitas udara, arah angin, dan arahan otoritas setempat. Jika bau asap kembali kuat, tutup lagi jalur masuk udara dan nyalakan penyaring.

Rumah yang kemasukan asap kebakaran TPA tidak bisa langsung bebas polusi, tetapi paparan bisa dikurangi dengan menutup jalur masuk asap, menjadikan satu ruangan lebih bersih, memakai filter udara, menghentikan sumber polusi dalam rumah, membersihkan abu secara basah, dan melindungi orang rentan. Tujuannya adalah membuat udara yang dihirup keluarga seaman mungkin sampai asap mereda.

Referensi

U.S. Environmental Protection Agency (EPA). “Wildfires and Indoor Air Quality (IAQ).” Diakses Juli 2026.

EPA. “Create a Clean Room to Protect Indoor Air Quality During a Wildfire.” Diakses Juli 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Safety Guidelines: Wildfires and Wildfire Smoke.” Diakses Juli 2026.

EPA. “Health and Environmental Effects of Particulate Matter (PM).” Diakses Juli 2026.

Ramadan, B. S., et al. “Potential Risks of Open Waste Burning at the Household Level: A Case Study of Semarang, Indonesia.” Aerosol and Air Quality Research 23 (2023).

World Health Organization. “Dioxins and Their Effects on Human Health.” Updated November 29, 2023.

EPA. “Research on DIY Air Cleaners to Reduce Wildfire Smoke Indoors.” Updated 2026.

AirNow and EPA. “Protect Yourself from Ash.” EPA-452/F-18-004.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More