Sensasi bergoyang ringan setelah gempa memang bisa menandakan PEDS, tetapi pusing memiliki banyak penyebab lain, mulai dari gangguan telinga dalam hingga masalah neurologis.
Segera temui dokter jika keluhan terus berulang, berlangsung lama, memberat, atau sampai mengganggu aktivitas.
Jangan menunda mencari pertolongan medis jika pusing berat disertai sakit kepala hebat mendadak, kelemahan atau mati rasa pada wajah atau anggota tubuh, sulit bicara, penglihatan ganda, sulit berjalan, pingsan, perubahan pendengaran mendadak, atau muntah terus-menerus.
Referensi
Toru Miwa, Hidetake Matsuyoshi, Yasuyuki Nomura, and Ryosei Minoda, “Post-earthquake Dizziness Syndrome Following the 2016 Kumamoto Earthquakes, Japan,” PLOS ONE 16, no. 8 (2021): e0255816, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0255816.
Toru Miwa, Keishi Fujiwara, Hidetake Matsuyoshi, and Yasuyuki Nomura, “Post-earthquake Dizziness Syndrome (PEDS): A Comprehensive Review of Recent Advances,” Auris Nasus Larynx 52, no. 3 (2025): 253–257, https://doi.org/10.1016/j.anl.2025.04.003.
Seda Bozduman Çelebi and Berhan Akdağ, “Identifying Predictors of Persistent Post-earthquake Dizziness among Adolescents after the 2023 Earthquakes in Türkiye: A Cross-sectional, Multicenter Study,” Auris Nasus Larynx 51, no. 6 (2024): 1081–1084, https://doi.org/10.1016/j.anl.2024.10.013.
Mayo Clinic, “Dizziness: When to See a Doctor,” diakses Agustus 2026.