ilustrasi minum es teh manis (vecteezy.com/Chairil Azmi)
Teh, terutama yang mengandung kafein seperti teh hitam atau teh hijau, memiliki beberapa mekanisme yang berpotensi memengaruhi gejala asam lambung:
Kafein yang terkandung dalam teh diketahui dapat melemahkan tekanan sfingter esofagus bawah (LES), yaitu struktur otot yang berfungsi mencegah refluks asam lambung ke kerongkongan. Ketika LES melemah, risiko refluks meningkat.
Beberapa penelitian lama juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman berkafein seperti teh atau kopi dapat menurunkan tekanan LES, yang berkontribusi pada refluks pada beberapa individu.
Sebuah metaanalisis menemukan bahwa secara keseluruhan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi teh dan risiko GERD secara global. Namun, pada subkelompok tertentu, misalnya populasi Asia Timur, konsumsi teh dikaitkan dengan risiko GERD yang sedikit lebih tinggi.
Ini menegaskan bahwa peran teh tidak hitam-putih untuk semua orang dan faktor seperti jenis teh, jumlah konsumsi, dan sensitivitas individu memainkan peran penting.
Selain kafein, teh juga mengandung theophylline dan methylxanthines, yang juga bisa berkontribusi pada relaksasi LES, sebuah mekanisme yang sama yang diduga berkaitan dengan refluks asam.