Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Daging Kambing Memicu Tekanan Darah Tinggi? Ini Faktanya!

Benarkah Daging Kambing Memicu Tekanan Darah Tinggi? Ini Faktanya!
gambar seporsi steak well done (unsplash.com/Justus Menke)
Share Article

Sate kambing jadi hidangan yang gak boleh dilewatkan selama perayaan Idul Adha. Biasanya sate kambing disajikan dengan saus kacang, dan dinikmati bersama keluarga. Meski rasanya nikmat, sayangnya gak semua orang bisa atau bahkan berani mencicipi sate kambing dan hidangan berbahan daging kambing lainnya.

Mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi terutama, benar-benar menghindari daging kambing. Ini karena di Indonesia sendiri, banyak orang percaya kalau konsumsi daging kambing bisa meningkatkan tekanan darah tinggi dan memicu sejumlah gejala. Namun benarkah daging kambing menyebabkan tekanan darah tinggi? Berikut penjelasannya!

1. Daging kambing merupakan salah satu jenis daging tersehat

Daging kambing segar
gambar daging kambing segar (unsplash.com/David Foodphototasty)

Berlawanan dengan kepercayaan banyak orang bahwa daging kambing memicu naiknya tensi darah, daging kambing justru merupakan salah satu jenis daging tersehat. Dilansir Healthline, daging kambing merupakan sumber nutrisi yang baik dengan kandungan protein, zat besi, vitamin B12, zinc, dan kalium. Untuk setiap 85 gram daging kambing mengandung 23 gram protein, zat besi sebanyak 18% AKG, vitamin B12 sebanyak 17% AKG, zinc 30% AKG, dan kalium sebanyak 10% AKG.

Selain itu, setiap 85 gram daging kambing juga mengandung sekitar 2,6 gram lemak dan 0,8 gram lemak jenuh. Menariknya, dibandingkan dengan jenis daging lainnya, lemak jenuh yang terkandung pada daging kambing termasuk cukup rendah. Lemak jenuh sendiri sudah lama dikaitkan dengan peningkatan kolesterol jahat atau LDL dalam darah. Seperti yang kita tahu, tingginya kadar LDL (Low-Density Lipoprotein) dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah, penyumbatan, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit berbahaya seperti stroke dan jantung.

2. Benarkah daging kambing menyebabkan tekanan darah tinggi?

Seorang dokter sedang mengecek tekanan darah pasien
gambar seorang dokter sedang mengecek tekanan darah pasien (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Banyak orang di Indonesia percaya, daging kambing bersifat “panas” sehingga dapat meningkatkan tekanan darah tinggi. Saking percayanya, orang-orang yang memiliki riwayat darah tinggi sampai enggan untuk mengkonsumsi daging kambing. Namun apakah hal itu benar? Dilansir Institut Pertanian Bogor, sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan klaim tersebut.

Sebaliknya, daging kambing justru lebih baik dari jenis daging merah lainnya karena kadar lemak jenuhnya yang rendah. Meski begitu, daging kambing yang sehat juga bisa mendatangkan masalah jika cara pengolahannya gak benar. Misalnya jika daging kambing diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak atau mentega, diolah jadi sate atau hidangan lain yang menggunakan kecap yang jelas-jelas tinggi natrium, atau daging olahan yang buruk untuk kesehatan.

3. Batasan aman konsumsi daging kambing

Orang sedang makan steak
gambar orang sedang makan steak (unsplash.com/Louis Hansel)

Daging kambing memang termasuk jenis daging yang sehat. Namun sesehat apapun daging kambing, bukan berarti kita boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Dilansir NHS, untuk daging kambing sendiri konsumsi harian yang disarankan adalah 65 gram. Kamu juga bisa mengonsumsinya dua hari sekali dengan jumlah gak lebih dari 130 gram. Namun lagi-lagi, itu semua kembali lagi ke masing-masing orang. Mengingat setiap orang memiliki kondisi tubuh dan aktivitas yang berbeda-beda, asupan makanan yang masuk pun harus disesuaikan.

Di sisi lain, konsumsi daging merah, terutama daging olahan secara berlebihan juga meningkatkan risiko kanker usus. Pasalnya daging olahan seperti sosis, bacon, ham, kornet, hingga nugget mengandung garam atau natrium yang tinggi sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Belum lagi bahan pengawet, hingga pewarna makanan yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Apakah daging kambing dapat menyebabkan darah tinggi? Jawabannya sangat tergantung pada seberapa banyak yang kamu konsumsi dan bagaimana kamu mengolahnya. Daging kambing sebetulnya cukup aman dikonsumsi dengan catatan diolah dengan sehat, dan dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun jika kamu masih ragu, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi daging kambing. 

Referensi

“Is Goat Meat Really the Cause of Hypertension?” IPB University. Diakses pada Mei 2026.

“Goat Meat: Nutrition, Benefits, and Downsides.” Healthline. Diakses pada Mei 2026.

“A Guide to Goat Meat Nutrition.” Grazing with Leslie. Diakses pada Mei 2026.

“Meat Nutrition.” NHS (National Health Service). Diakses pada Mei 2026.

“Can I Eat Goat Meat Every Day?” Vetsark. Diakses pada Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More

Benarkah Daging Kambing Memicu Tekanan Darah Tinggi? Ini Faktanya!

03 Jun 2026, 12:36 WIBHealth