3 Risiko Benzena pada Mainan Squishy yang Perlu Diwaspadai

Siapa yang gak tahu squishy atau squeezy? Mainan bertekstur kenyal ini cukup populer karena bentuknya yang lucu dan bisa diremas berkali-kali. Bentuknya pun beragam, mulai dari buah-buahan, karakter menggemaskan, hingga makanan seperti pangsit atau dumpling.
Gak heran kalau mainan ini menarik perhatian anak-anak maupun orang dewasa. Namun, di balik tampilannya yang lucu, keamanan bahan yang digunakan untuk membuatnya juga perlu diperhatikan. Pada Juni 2026, otoritas Inggris menarik produk Squeezy Dumplings dari peredaran setelah menemukan kandungan benzena pada lapisan luarnya.
Benzena sendiri merupakan bahan kimia yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama jika seseorang terpapar dalam kondisi dan jumlah tertentu. Lalu, apa saja risiko benzena yang perlu diwaspadai di balik mainan squishy? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
1. Benzena bisa meningkatkan risiko kanker

ilustrasi sel kanker (pexels.com/Marek Piwnicki) Pada Juni 2026, pemerintah Inggris menarik produk mainan Squeezy Dumplings dari peredaran setelah menemukan kandungan benzena pada lapisan luarnya. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab benzena merupakan bahan kimia yang diketahui dapat menyebabkan kanker pada manusia. Mengutip dari National Cancer Institute (NCI), paparan benzena bisa meningkatkan risiko leukemia dan gangguan darah lainnya.
Salah satu jenis kanker yang paling kuat kaitannya dengan paparan zat ini adalah leukemia mieloid akut atau acute myeloid leukemia (AML). Risiko tersebut terutama didukung oleh penelitian terhadap orang-orang yang terpapar benzena dalam kadar tinggi, termasuk di lingkungan kerja. Meski demikian, temuan benzena pada suatu mainan tidak serta-merta berarti penggunanya akan terkena kanker karena risiko juga bergantung pada tingkat dan durasi paparan.
2. Paparan benzena dapat mengganggu pembentukan sel darah

ilustrasi sel darah (pexels.com/CDC) Paparan benzena gak cuma dikaitkan dengan risiko kanker, tetapi juga dapat mengganggu pembentukan sel darah. Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), benzena dapat merusak sumsum tulang, yaitu jaringan yang berperan dalam memproduksi sel darah. Kerusakan ini dapat mengurangi jumlah sel darah merah dan menyebabkan anemia.
Akibatnya, tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Benzena juga dapat menurunkan jumlah sel darah putih sehingga kemampuan tubuh melawan infeksi ikut terganggu. Meski demikian, dampak tersebut bergantung pada tingkat dan durasi paparan benzena, sehingga tidak bisa langsung disamakan dengan risiko dari penggunaan satu jenis mainan.
3. Benzena berpotensi masuk ke tubuh melalui paparan sehari-hari

ilustrasi benzena (unsplash.com/Hans Reniers) Benzena juga perlu diwaspadai karena zat ini berpotensi masuk ke tubuh melalui beberapa jalur paparan. CDC menjelaskan, seseorang dapat terpapar benzena dengan menghirup udara yang mengandung zat tersebut atau ketika benzena bersentuhan dengan kulit. Dalam kehidupan sehari-hari, benzena bisa ditemukan di sejumlah sumber, seperti asap rokok, gas buang kendaraan, dan emisi industri.
Paparan juga bisa terjadi di dalam ruangan akibat penggunaan produk tertentu yang mengandung benzena. Namun, keberadaan benzena pada suatu produk tidak otomatis berarti zat tersebut masuk ke tubuh dalam jumlah yang membahayakan. Besarnya risiko bergantung pada konsentrasi benzena, jalur paparan, serta berapa lama seseorang terpapar.
Mainan anak seperti squishy memang terlihat menggemaskan, tapi orangtua tetap perlu memperhatikan keamanan bahan yang digunakan. Benzena dapat menimbulkan risiko kesehatan, meski temuan zat ini pada suatu produk tidak berarti setiap pengguna pasti mengalami dampak buruk. So, pengujian bahan kimia pada mainan anak sangat penting dilakukan sebelum dijual ke pasaran, ya!
Referensi
“Benzene”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Oktober 2026.
“Benzene.” National Cancer Institute (NCI). Diakses Oktober 2026.
“Benzene-associated Hematotoxicity and Carcinogenicity”. National Cancer Institute (NCI). Diakses Oktober 2026.



















