Referensi
Remah Moustafa Kamel, “Assisted Reproductive Technology after the Birth of Louise Brown,” Journal of Reproduction & Infertility 14, no. 3 (2013): 96–109, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3799275/.
Patrick C. Steptoe and Robert G. Edwards, “Birth after the Reimplantation of a Human Embryo,” The Lancet 2, no. 8085 (1978): 366, https://doi.org/10.1016/S0140-6736(78)92957-4.
Martin H. Johnson and Kay Elder, “The Oldham Notebooks: An Analysis of the Development of IVF 1969–1978. V. The Role of Jean Purdy Reassessed,” Reproductive BioMedicine & Society Online 1, no. 1 (2015): 46–57, https://doi.org/10.1016/j.rbms.2015.04.005.
G. David Adamson et al., “How Many Infants Have Been Born with the Help of Assisted Reproductive Technology?” Fertility and Sterility 124, no. 1 (2025): 40–50, https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2025.02.009.
The Annual Capri Workshop Group, “IVF, from the Past to the Future: The Inheritance of the Capri Workshop Group,” Human Reproduction Open 2020, no. 3 (2020): hoaa040, https://doi.org/10.1093/hropen/hoaa040.
Kay Elder and Martin H. Johnson, “The Oldham Notebooks: An Analysis of the Development of IVF 1969–1978. II. The Treatment Cycles and Their Outcomes,” Reproductive BioMedicine & Society Online 1, no. 1 (2015): 9–18, https://doi.org/10.1016/j.rbms.2015.04.003.
University of Cambridge, “Cambridge Marks Centenary of IVF Pioneer Sir Robert Edwards’ Birth,” diakses 31 Oktober 2026.
Kisah Louise Brown, Bayi Pertama Hasil IVF

Louise Brown lahir pada 25 Juli 1978 melalui operasi sesar di Oldham, Inggris. Ia merupakan bayi IVF pertama yang bertahan hidup, mengakhiri penantian sembilan tahun orang tuanya.
Keberhasilan itu lahir dari kerja bersama Patrick Steptoe, Robert Edwards, dan Jean Purdy—termasuk peran penting Purdy dalam kegiatan laboratorium, perawatan pasien, dan pencatatan riset.
IVF memberi pilihan baru bagi sebagian orang yang mengalami infertilitas. Diperkirakan 9,8–13 juta bayi lahir melalui teknologi reproduksi berbantu pada 1978–2018; angka ini mencakup metode selain IVF.
Pada 25 Juli 1978, seorang bayi perempuan lahir melalui operasi sesar di Oldham, Inggris. Bayi itu diberi nama Louise Joy Brown. Berita kelahirannya ini tampak biasa saja, tetapi bagi orang tuanya, Lesley Brown dan John Brown, momen tersebut mengakhiri penantian selama sembilan tahun untuk memiliki anak.
Di balik kelahiran itu tercatat sebuah terobosan medis yang sebelumnya belum pernah berhasil. Lesley mengalami sumbatan pada kedua tuba falopinya, sehingga sel telur dan sperma sulit bertemu secara alami. Untuk mengatasinya, dokter mengambil sel telur, membuahinya dengan sperma di laboratorium melalui prosedur fertilisasi in vitro (IVF), lalu memindahkan embrio yang terbentuk ke dalam rahim. Kehamilan tersebut berkembang dengan baik hingga akhirnya lahirlah Louise, bayi pertama di dunia yang lahir melalui IVF dan berhasil bertahan hidup, dan usianya sekarang 48 tahun.
Table of Content
Perjalanan panjang di balik kelahiran Louise
Hari bersejarah itu tiba setelah bertahun-tahun penelitian dan banyak siklus yang belum menghasilkan kelahiran. Arsip catatan tim yang ditelaah peneliti menunjukkan sedikitnya 282 perempuan terlibat dalam 495 siklus pengambilan sel telur yang direncanakan pada 1969–1978. Dalam periode tersebut, tercatat 112 transfer embrio, lima kehamilan klinis, dan dua kelahiran hidup. Kehamilan klinis pertama, pada 1975, ternyata merupakan kehamilan ektopik, kondisi embrio berkembang di luar rahim.
Di balik angka dan catatan itu ada kerja tiga orang dengan keahlian berbeda. Patrick Steptoe, dokter kandungan dan ahli bedah, menangani pengambilan sel telur melalui laparoskopi. Robert Edwards, fisiolog, mengembangkan riset pembuahan di luar tubuh dan pemeliharaan embrio di laboratorium. Jean Purdy, perawat yang juga bekerja sebagai embriolog, mengatur perlengkapan laboratorium, menyiapkan dan menguji media kultur, membantu perawatan pasien, serta merapikan catatan penelitian.
Peran Purdy terlihat jelas dalam arsip. Peneliti memperkirakan sekitar 75 persen catatan yang disalin ke buku penelitian ditulis dengan tangannya. Mereka juga menyimpulkan bahwa kontribusinya sangat penting, tetapi kurang diakui. Purdy tidak melakukan pengambilan sel telur; peneliti menempatkannya terutama dalam kerja riset dasar dan laboratorium.
Dalam siklus yang menghasilkan Louise, tim menggunakan siklus alami Lesley, tanpa obat untuk merangsang ovarium. Sel telur diambil pada 10 November 1977. Dua hari kemudian, embrio yang telah berkembang menjadi delapan sel dipindahkan ke rahimnya. Louise lahir lebih dari delapan bulan setelahnya. Laporan singkat Steptoe dan Edwards tentang kelahiran tersebut diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada Agustus 1978.
Dari tonggak medis menjadi pilihan bagi banyak keluarga

ilustrasi konsultasi dengan dokter mengenai teknologi reproduksi berbantu, salah satunya bayi tabung atau IVF (magnific.com/yanalya) Tonggak itu kemudian membantu membawa IVF ke pelayanan klinis. Pada tahun 1980, Steptoe, Edwards, dan Purdy mendirikan Bourn Hall, yang dikenal sebagai klinik IVF pertama. Sejak Louise lahir, teknologi reproduksi berbantu telah memberi pilihan kepada banyak keluarga yang menghadapi infertilitas.
Sebuah analisis yang terbit pada 2025 memperkirakan 9.829.668 hingga 13.019.331 bayi lahir melalui teknologi tersebut di dunia antara tahun 1978 dan 2018. Angka itu juga mencakup teknologi selain IVF.
Kelahiran Louise membuktikan bahwa pembuahan di laboratorium dapat berujung pada kelahiran hidup. Bagi keluarga yang menghadapi hambatan tertentu untuk hamil, IVF kemudian menjadi salah satu pilihan medis yang bisa dipertimbangkan.






















