Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Tips agar Kuku Panjang, Sehat, dan Tidak Mudah Patah

3 min read
7 Tips agar Kuku Panjang, Sehat, dan Tidak Mudah Patah
ilustrasi kuku tangan yang sehat (magnific.com/magnific)
  • Kuku tangan tumbuh sekitar 3 milimeter per bulan. Perawatan tidak bisa membuatnya panjang seketika, tetapi bisa membantu mencegah kuku patah.

  • Paparan air dan bahan pembersih berulang, kebiasaan menggigit kuku, serta pemasangan kuku artifisial terus-menerus dapat merusak kuku.

  • Suplemen biotin bukan jalan pintas untuk kuku sehat dan kuat. Bukti manfaatnya masih terbatas dan biotin dapat mengganggu hasil sejumlah tes darah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuku yang mulai panjang bisa tersangkut saat membuka kemasan atau patah ketika mencuci piring. Karena kuku tangan rata-rata tumbuh sekitar 3 milimeter per bulan, perubahan panjangnya memang tidak terjadi dalam semalam. Menjaganya agar tidak mudah rusak dapat membantu kuku tumbuh panjang dengan lebih baik.

  1. 1. Pakai sarung tangan saat mencuci atau membersihkan rumah

    Kuku yang terlalu sering terkena air dapat melemah, lalu lebih mudah terbelah atau mengelupas. Gunakan sarung tangan saat mencuci piring atau memakai produk pembersih. Setelahnya, keringkan tangan dan kuku dengan baik.

  2. 2. Oleskan pelembap setelah mencuci tangan

    Kuku yang kering lebih mudah pecah. Oleskan krim tangan atau pelembap pada kuku dan kulit di sekitarnya, terutama setelah mencuci tangan atau menghapus cat kuku. Pelembap membantu menjaga kuku tetap lentur.

  3. 3. Potong dan kikir kuku dengan lembut

    Ilustrasi tangan menggunakan kikir kuku untuk merapikan dan membentuk ujung kuku sebagai bagian dari perawatan.
    ilustrasi penggunaan kikir kuku (pexels.com/Kaboompics.com)

    Potong kuku hampir lurus, lalu haluskan sudutnya sedikit agar tidak mudah tersangkut. Saat mengikir, gerakkan kikir ke satu arah. Mengikir bolak-balik dapat melemahkan kuku.

  4. 4. Jangan menggigit kuku atau mengorek kutikula

    Menggigit kuku dan menarik kulit di sekitarnya dapat melukai kuku serta membuka jalan bagi kuman. Kutikula juga berfungsi melindungi area tumbuhnya kuku. Hindari memotong atau mendorongnya terlalu kuat, termasuk saat manikur.

  5. 5. Hindari memakai kuku sebagai alat

    Kebiasaan mencongkel tutup kaleng atau mengikis stiker dengan kuku dapat membuatnya retak, terkelupas, atau terangkat dari dasar kuku. Gunakan alat yang sesuai agar kuku tidak menerima tekanan berulang.

  6. 6. Beri waktu istirahat dari kuku gel atau akrilik

    Ilustrasi tangan dengan kuku akrilik panjang sebagai gambaran penggunaan kuku palsu untuk mempercantik penampilan.
    ilustrasi memakai kuku akrilik (unsplash.com/giorgiotrovato)

    Pemasangan kuku artifisial dapat membuat permukaan kuku alami menipis saat dikikir. Proses pelepasan dan perawatan ulang yang sering juga bisa membuatnya rapuh. Jika kuku sedang tipis atau mudah patah, beri waktu untuk pulih sebelum memasang kuku artifisial lagi.

  7. 7. Penuhi kebutuhan gizi, suplemen tidak selalu dibutuhkan

    Pola makan sehat seimbang membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan. Namun, bukti bahwa suplemen vitamin dapat mengatasi berbagai masalah kuku masih terbatas.

    Bukti untuk biotin juga belum cukup untuk merekomendasikan suplemen ini secara umum. Biotin dosis tinggi dapat mengganggu hasil sejumlah tes laboratorium, termasuk tes hormon tiroid. Beri tahu dokter atau petugas laboratorium jika kamu mengonsumsinya.

    Perubahan kuku yang menetap sebaiknya tidak hanya ditutupi dengan cat atau kuku artifisial. Periksakan ke dokter atau dokter kulit apabila kuku berubah warna, bentuk, atau tekstur, terasa nyeri, bengkak, atau pertumbuhannya melambat tanpa sebab yang jelas. Perubahan seperti ini kadang berkaitan dengan infeksi atau kondisi kesehatan lain.

    Referensi

    Cleveland Clinic, “Nails (Fingernails, Toenails),” diakses 31 Oktober 2026.

    Sirin Yaemsiri, Ningqi Hou, Meghan M. Slining, and Ka He, “Growth Rate of Human Fingernails and Toenails in Healthy American Young Adults,” Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology 24, no. 4 (2010): 420–23, https://doi.org/10.1111/j.1468-3083.2009.03426.x.

    American Academy of Dermatology Association, “Manicure and Pedicure Safety,” diakses 31 Oktober 2026.

    American Academy of Dermatology Association, “How to Trim Your Nails,” diakses 31 Oktober 2026.

    American Academy of Dermatology Association, “Artificial Nails: Dermatologists’ Tips for Reducing Nail Damage,” diakses 31 Oktober 2026.

    National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Biotin: Fact Sheet for Consumers,” diakses 31 Oktober 2026.

    Kaya L. Curtis and Shari R. Lipner, “Vitamins for the Management of Nail Disease: A Literature Review,” Skin Appendage Disorders 10, no. 2 (2024): 104–22, https://doi.org/10.1159/000534972.

    American Academy of Dermatology Association, “12 Nail Changes a Dermatologist Should Examine,” diakses 31 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More