Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Lari Rutin Bisa Meningkatkan Volume Plasma Darah?

5 min read
Benarkah Lari Rutin Bisa Meningkatkan Volume Plasma Darah?
ilustrasi lari (pexels.com/CRISTIAN CAMILO ESTRADA)
  • Lari rutin dan latihan daya tahan dapat meningkatkan volume plasma darah sebagai adaptasi kardiovaskular, sehingga sirkulasi lebih terjaga saat kebutuhan oksigen dan energi meningkat.
  • Setelah kehilangan cairan saat berlari, aldosteron, ADH, dan albumin membantu tubuh mempertahankan natrium serta air, mendukung peningkatan volume plasma melalui latihan berulang.
  • Volume plasma lebih besar membantu pengaturan suhu, kerja pompa jantung, dan pengiriman oksigen ke otot; adaptasi ini perlu konsistensi latihan, cairan, nutrisi, dan istirahat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lari bukan hanya melatih kekuatan otot kaki dan meningkatkan daya tahan tubuh. Aktivitas ini juga memicu berbagai penyesuaian pada sistem peredaran darah agar tubuh mampu bekerja lebih efisien ketika menghadapi aktivitas fisik. Salah satu perubahan yang menarik untuk diketahui adalah peningkatan volume plasma darah pada orang yang rutin melakukan latihan daya tahan atau endurance training.

Plasma merupakan bagian cair dari darah yang berperan mengangkut berbagai zat penting ke seluruh tubuh. Jumlahnya dapat berubah mengikuti kondisi tubuh dan kebiasaan berolahraga. Lalu, benarkah lari rutin bisa meningkatkan volume plasma darah? Yuk, kenali proses adaptasi tersebut beserta manfaatnya bagi tubuh pelari!

  1. 1. Lari rutin dapat meningkatkan volume plasma darah

    ilustrasi lari
    ilustrasi lari (unsplash.com/Peter Robbins)

    Latihan lari secara teratur memang dapat meningkatkan volume plasma darah, terutama ketika dilakukan secara konsisten. Perubahan ini termasuk salah satu bentuk adaptasi kardiovaskular, yaitu penyesuaian sistem peredaran darah terhadap beban olahraga yang dilakukan berulang kali. Peningkatan volume plasma membantu tubuh mempertahankan sirkulasi darah ketika kebutuhan oksigen dan energi meningkat selama berlari.

    Plasma sendiri merupakan komponen cair yang menyusun lebih dari separuh volume darah. Bagian ini mengandung air, elektrolit, protein, hormon, serta berbagai zat yang dibutuhkan tubuh. Ketika volumenya bertambah, jumlah cairan yang beredar di dalam pembuluh darah juga meningkat sehingga jantung memiliki lebih banyak darah untuk dipompa dalam setiap denyutan.

  2. 2. Bagaimana proses peningkatan volume plasma darah terjadi?

    ilustrasi lari
    ilustrasi lari (pexels.com/Alex P)

    Ketika berlari, tubuh mengalami perubahan yang memengaruhi keseimbangan cairan. Keringat yang keluar dapat mengurangi cairan tubuh, sementara peningkatan tekanan dan aktivitas metabolisme selama latihan juga memicu perpindahan cairan antara pembuluh darah dan jaringan. Akibatnya, volume plasma bisa menurun sementara selama atau sesaat setelah olahraga, terutama jika kehilangan cairan tidak segera digantikan.

    Tubuh kemudian melakukan penyesuaian untuk mengembalikan keseimbangan tersebut. Hormon seperti aldosteron membantu ginjal mempertahankan natrium, sedangkan hormon antidiuretik atau ADH membantu mengurangi pengeluaran air melalui urine. Protein plasma, terutama albumin, juga berperan dalam mempertahankan cairan di dalam pembuluh darah karena membantu menjaga tekanan osmotik darah. Adaptasi dari proses-proses tersebut dapat mendukung peningkatan volume plasma setelah latihan daya tahan dilakukan secara berulang.

  3. 3. Peningkatan volume plasma dapat membantu menjaga suhu tubuh

    ilustrasi lari
    ilustrasi lari (pexels.com/Ketut Subiyanto)

    Salah satu manfaat bertambahnya volume plasma adalah membantu tubuh mengatur suhu selama berolahraga. Ketika berlari, otot menghasilkan panas yang perlu dikeluarkan agar suhu tubuh tidak meningkat secara berlebihan. Darah membantu membawa panas dari bagian dalam tubuh menuju permukaan kulit sehingga panas dapat dilepaskan ke lingkungan.

    Ketersediaan plasma yang lebih besar mendukung aliran darah ke kulit sekaligus membantu proses pengeluaran keringat. Mekanisme ini penting terutama ketika pelari berlatih dalam cuaca panas atau menempuh jarak jauh. Meski begitu, peningkatan volume plasma bukan berarti tubuh kebal terhadap panas atau dehidrasi, sehingga kebutuhan cairan dan kondisi lingkungan tetap perlu diperhatikan.

  4. 4. Volume plasma yang bertambah mendukung kerja jantung

    ilustrasi jantung
    ilustrasi jantung (unsplash.com/Robina Weermeijer)

    Volume plasma yang lebih besar juga dapat membantu jantung memompa darah dengan lebih efektif. Ketika jumlah darah yang kembali ke jantung meningkat, ruang jantung dapat terisi lebih banyak sebelum berkontraksi. Kondisi ini memungkinkan volume sekuncup atau stroke volume meningkat, yakni jumlah darah yang dipompa jantung dalam satu kali denyutan.

    Adaptasi tersebut membuat jantung dapat mengalirkan darah dalam jumlah lebih besar tanpa harus selalu meningkatkan frekuensi denyutnya. Pada pelari yang rutin berlatih, perubahan ini dapat berkontribusi terhadap penurunan denyut jantung saat istirahat maupun ketika melakukan aktivitas dengan intensitas tertentu. Namun, respons setiap orang tidak selalu sama karena turut dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, intensitas latihan, dan tingkat kebugaran awal.

  5. 5. Peningkatan volume plasma turut mendukung kapasitas aerobik

    ilustrasi lari
    ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

    Kapasitas aerobik berkaitan dengan kemampuan tubuh mengambil, mengangkut, dan menggunakan oksigen selama lari. Volume plasma yang meningkat dapat membantu memperbesar volume darah sehingga jantung memiliki lebih banyak darah untuk diedarkan. Peningkatan volume sekuncup yang menyertainya juga dapat mendukung pengiriman oksigen ke otot yang sedang bekerja.

    Adaptasi ini berhubungan dengan kemampuan tubuh mempertahankan aktivitas dalam durasi lebih panjang. Meski demikian, peningkatan volume plasma bukan satu-satunya faktor yang menentukan VO2 max atau kapasitas maksimal tubuh dalam menggunakan oksigen. Kemampuan paru-paru, fungsi jantung, jumlah sel darah merah, serta kemampuan otot memanfaatkan oksigen juga ikut memengaruhi hasilnya.

  6. 6. Peningkatan volume plasma tidak terjadi secara permanen tanpa latihan

    ilustrasi lari
    ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

    Perubahan volume plasma dapat mulai terlihat dalam waktu relatif singkat setelah seseorang menjalani latihan daya tahan. Akan tetapi, besarnya peningkatan dan waktu terjadinya berbeda-beda pada setiap orang. Adaptasi tersebut juga dapat berubah apabila seseorang berhenti berlatih dalam waktu lama atau mengalami kondisi yang memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.

    Konsistensi latihan menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan adaptasi kardiovaskular. Pelari dapat membangun kebiasaan berolahraga secara bertahap dengan menyesuaikan jarak, durasi, dan intensitas terhadap kemampuan tubuh. Istirahat yang cukup serta pemenuhan cairan dan nutrisi juga perlu diperhatikan agar tubuh dapat pulih setelah latihan.

    Tak hanya menambah kemampuan menempuh jarak yang lebih jauh, rupanya lari rutin bisa meningkatkan volume plasma darah pula. Tubuh juga melakukan penyesuaian dari dalam agar sistem peredaran darah dapat memenuhi kebutuhan selama aktivitas fisik. Jadi, sudahkah kamu memberi tubuh waktu untuk beradaptasi dengan latihan lari secara konsisten?

    Referensi

    "Increase interval training intensity improves plasma volume variations and aerobic performances in response to intermittent exercise." Physiology & Behavior. Diakses pada Oktober 2026.

    "Effects of regular exercise on blood rheology." Springer Nature Limited. Diakses pada Oktober 2026.

    "What happens to the blood during exercise?" Medizinonline. Diakses pada Oktober 2026.

    "Blood Volume Response to Physical Activity and Inactivity." Ovid. Diakses pada Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More