Pada 1957, di sebuah ruang operasi di Paris, harapan muncul dari sebuah percobaan yang sangat berani. Dua dokter, André Djourno dan Charles Eyriès, mencoba membantu seorang pasien yang tidak dapat mendengar dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mereka menempatkan elektroda di dekat saraf pendengaran dan mengalirkan arus listrik.
Lalu sesuatu terjadi. Untuk pertama kalinya, pasien itu merasakan sensasi suara.
Saat itu, hasilnya masih jauh dari sempurna. Suara yang terdengar belum menyerupai percakapan, nada sulit dibedakan, dan alat tersebut hanya berfungsi selama beberapa minggu. Namun bagi dunia kedokteran, momen itu menjadi bukti bahwa pendengaran bisa dibantu melalui rangsangan listrik. Dari percobaan sederhana dan penuh ketidakpastian itulah perjalanan menuju implan koklea modern akhirnya dimulai.
