Mesin modern tidak lagi menggunakan selofan pembungkus sosis. Darah kini dialirkan melalui dialyzer yang berisi ribuan serat berongga berukuran sangat kecil. Cairan dialisis mengalir di luar serat tersebut, sementara zat sisa, kelebihan garam, dan air berpindah keluar dari darah. Darah yang telah disaring kemudian dikembalikan ke tubuh.
Hemodialisis dapat menggantikan sebagian fungsi penyaringan ginjal, membantu mengendalikan tekanan darah, serta menjaga keseimbangan mineral. Namun, prosedur ini bukan obat yang menyembuhkan gagal ginjal.
Pada akhirnya, selofan pembungkus sosis menjadi bagian penting dari ginjal buatan pertama yang efektif secara klinis—teknologi yang kemudian berkembang menjadi mesin dialisis modern.
Referensi
Willem J. Kolff and Belding H. Scribner, “The Development of Renal Hemodialysis,” Nature Medicine 8, no. 10 (2002): 1063–65, https://doi.org/10.1038/nm771.
Rijksmuseum Boerhaave, “Kolff’s Artificial Kidney,” diakses September 2026.
Faeq Husain-Syed, Ulrike Enke, Friedrich Lübbecke, and Horst-Walter Birk, “Celebrating 100 Years of Hemodialysis and the Legacy of Georg Haas,” Kidney International Reports 10, no. 3 (2025): 964–65, https://doi.org/10.1016/j.ekir.2025.01.003.
Zbylut J. Twardowski, “History of Hemodialyzers’ Designs,” Hemodialysis International 12, no. 2 (2008): 173–210, https://doi.org/10.1111/j.1542-4758.2008.00253.x.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, “Hemodialysis,” last reviewed January 2018, diakses September 2026.