Pada tahun 1939, dokter muda Willem J. Kolff merawat seorang laki-laki berusia 22 tahun yang perlahan meninggal akibat uremia. Kondisi ini terjadi ketika ginjal tidak mampu membuang zat sisa sehingga berbagai senyawa berbahaya menumpuk di dalam darah.
Kolff memperkirakan pasien itu mungkin dapat bertahan apabila sebagian urea bisa dikeluarkan dari tubuhnya setiap hari. Kematian tersebut kemudian mendorongnya mencari cara untuk membersihkan darah menggunakan alat di luar tubuh.
Pencariannya membawanya pada benda yang ketika itu lebih dekat dengan industri makanan daripada ruang perawatan, yaitu selubung sosis buatan.
