Campak kerap dianggap sebagai penyakit anak biasa karena identik dengan ruam merah di kulit. Padahal, infeksi yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus ini termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia. Dalam populasi yang belum memiliki kekebalan, satu orang bisa menularkan virus ke belasan orang lainnya hanya lewat percikan batuk atau bersin.
Yang jarang disadari, campak memiliki siklus perjalanan penyakit yang cukup terstruktur, mulai dari fase tanpa gejala hingga benar-benar pulih. Memahami alurnya penting agar kamu bisa lebih waspada, mengenali tanda awal, serta mencegah penularan sejak dini, terutama pada bayi, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Yuk, ketahui bagaimana siklus penyakit campak mulai dari awal hingga sembuh!
