Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Situs Inversus: Organ Tubuh yang Tersusun Terbalik

Organ manusia.
ilustrasi organ manusia (pexels.com/MART PRODUCTION)
Intinya sih...
  • Situs inversus adalah kondisi genetik langka di mana organ-organ internal berkembang sebagai cerminan (mirroring) dari posisi normal.
  • Sebagian besar orang dengan situs inversus hidup normal, tetapi diagnosis yang tepat penting agar diagnosis medis lainnya tidak terlewat.
  • Penanganan fokus pada kondisi terkait, bukan pada membalikkan posisi organ, karena organ yang terbalik sendiri tidak perlu operasi jika tidak ada masalah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Catherine O’Hara, aktris legendaris pemenang Emmy yang dikenal lewat Schitt’s Creek, Home Alone, dan kolaborasinya dengan sutradara Tim Burton, pernah secara terbuka berbicara tentang kondisi medis langka yang dia miliki, yaitu situs inversus totalis.

Dalam sebuah sesi Virtual Happy Hour bersama winemaker Kathryn Hall pada 2020, O’Hara dengan humornya menceritakan bagaimana dia mengetahui bahwa organnya “berada di tempat yang terbalik”, misalnya jantung di sisi kanan dada bukannya kiri, saat pemeriksaan medis rutin lebih dari dua dekade sebelumnya.

Apa sebenarnya situs inversus dan apakah kondisi ini berbahaya? Baca terus ulasannya di bawah ini, ya.

Table of Content

1. Apa itu situs inversus?

1. Apa itu situs inversus?

Situs inversus adalah kondisi genetik langka di mana organ-organ internal tubuh berkembang dalam susunan yang merupakan bayangan cermin (mirroring) dari posisi normal (situs solitus).

Dalam situs inversus totalis, organ dalam rongga dada dan perut semuanya terbalik: jantung berada di sisi kanan dada (disebut dextrocardia), hati di kiri, dan lain-lain. Kondisi ini diperkirakan memengaruhi sekitar 1 dari setiap 10.000 orang.

Kebanyakan orang dengan situs inversus tidak menyadari kondisinya sampai mereka menjalani tes pencitraan atau pemeriksaan untuk alasan lain, misalnya melalui sinar X atau EKG, karena kondisi ini sering kali tidak menyebabkan gejala yang terasa.

2. Penyebab dan mekanisme genetik

Situs inversus terjadi sejak perkembangan embrionik awal saat organ-organ terbentuk dan melipat. Perubahan genetik yang memengaruhi bagaimana tubuh "menetapkan" sisi kiri dan kanan selama perkembangan janin adalah penyebabnya.

Berbeda dengan kondisi posisional yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, situs inversus bersifat genetik dan sebagian besar kongenital (ada sejak lahir).

Pada beberapa kasus, situs inversus juga terkait dengan kelainan lain seperti primary ciliary dyskinesia, di mana sel-sel kecil (silia) tidak berfungsi normal, dan ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.

3. Jenis

Gambar cermin dari jantung dan paru-paru pada situs inversus.
Gambar cermin dari jantung dan paru-paru pada situs inversus. (commons.wikimedia.org/ Angela at English Wikipedia)

Jenis utama dari situs inversus:

  • Dextrocardia dengan situs inversus: Kondisi ini terjadi ketika ujung (apex) jantung mengarah ke sisi kanan dada. Selain jantung, organ-organ lain di tubuh juga ikut “terbalik” posisinya.
  • Levocardia dengan situs inversus: Pada kondisi ini, ujung jantung tetap mengarah ke sisi kiri dada seperti normal, tetapi organ-organ lain di tubuh posisinya terbalik. Jenis ini lebih jarang terjadi dan sering disertai dengan kelainan jantung lainnya.
  • Situs ambiguous: Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kelainan lain pada perkembangan posisi organ kiri-kanan. Pada kondisi ini, beberapa organ berada di posisi yang tidak normal, tetapi polanya tidak jelas atau tidak bisa didefinisikan dengan mudah.

4. Gejala dan apa yang terjadi dalam tubuh

Situs inversus sendiri umumnya tidak menyebabkan gejala jika tidak disertai kelainan struktural organ lain. Banyak individu hidup selama bertahun-tahun tanpa menyadari kondisi mereka sampai secara kebetulan didiagnosis melalui pemeriksaan medis.

Namun, jika situs inversus terjadi bersama defek jantung kongenital atau kondisi lain, gejala dapat muncul. Misalnya:

  • Ketidaknyamanan dada atau masalah jantung terkait kelainan struktural.
  • Sinusitis berulang atau masalah pernapasan jika terkait primary ciliary dyskinesia.
  • Perbedaan lokasi nyeri (misalnya dalam kasus apendisitis/radang usus buntu, rasa sakit bisa muncul di sisi yang berlawanan dari yang biasanya diharapkan).

Dalam konteks klinis, dokter perlu mengetahui situs inversus agar tidak keliru dalam interpretasi gejala atau diagnosis, misalnya saat menilai nyeri perut atau hasil pemeriksaan jantung.

5. Diagnosis

Diagnosis situs inversus sering bersifat insidental, yang artinya ditemukan saat pemeriksaan untuk kondisi yang tidak berhubungan. Dokter dapat mendeteksi situs inversus melalui:

  • Pemeriksaan fisik (misalnya, detak jantung yang paling keras di sisi kanan dada).
  • Pemindaian seperti X-ray, ultrasound, CT scan, atau MRI untuk melihat posisi organ.
  • EKG yang tidak biasa dapat menunjukkan posisi jantung yang berbeda.

Karena organ berada dalam posisi cermin, pemahaman konteks ini penting untuk menghindari kesalahan diagnosis jika seseorang mengalami kondisi lain seperti radang usus buntu atau penyakit jantung.

6. Apakah situs inversus berbahaya?

Seorang perempuan berolahraga.
ilustrasi melakukan aktivitas outdoor (pexels.com/Mikhail Nilov)

Secara umum situs inversus tidak berbahaya. Banyak orang dengan situs inversus totalis hidup kehidupan normal tanpa gangguan kesehatan yang signifikan, sejauh organ-organ itu berfungsi dengan baik meskipun terbalik.

Namun, situs inversus dapat berkaitan dengan kondisi lain, seperti:

  • Defek jantung kongenital pada sekitar 5–10 persen kasus situs inversus totalis.
  • Terkait dengan primary ciliary dyskinesia, yang dapat memengaruhi saluran pernapasan dan fungsi silia.

Dalam situasi ini, masalah kesehatan tersebut (bukan posisi organ terbalik) yang membutuhkan perawatan medis.

7. Penanganan

Situs inversus tidak perlu “dibalik” melalui operasi; perubahan posisi organ bukanlah sesuatu yang perlu ditangani secara langsung jika tidak menyebabkan gejala. Penanganan medis fokus pada:

  • Kondisi terkait, seperti kelainan jantung kongenital atau masalah pernapasan jika ada.
  • Edukasi pasien agar mereka dapat memberi tahu dokter tentang situs inversus mereka, sehingga diagnosis di masa depan tidak terlewat.
  • Perencanaan pembedahan atau prosedur medis lain, karena organ yang terbalik memerlukan pendekatan yang disesuaikan secara anatomi.

Kesadaran dan pencatatan kondisi ini dalam riwayat medis penting agar potensi komplikasi masa depan dapat dikelola dengan tepat.

Situs inversus adalah kondisi genetik langka tetapi biasanya tidak berbahaya pada dirinya sendiri. Banyak orang hidup dengan kondisi ini tanpa halangan besar pada kualitas hidupnya, bahkan sering kali tanpa gejala yang signifikan selama bertahun-tahun.

Kunci dalam memahami situs inversus adalah membedakan antara posisi organ yang unik dan komplikasi medis nyata yang mungkin terjadi. Dengan diagnosis yang tepat dan komunikasi yang baik antara pasien dan dokter, orang dengan situs inversus dapat menerima perawatan yang sesuai ketika diperlukan.

Referensi

"What Is Situs Inversus? Inside Catherine O’Hara’s Rare Genetic Condition." Parade. Diakses Januari 2026.

"Situs Inversus." Cleveland Clinic. Diakses Januari 2026.

"Situs Inversus." Genetic and Rare Diseases Information Center. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Situs Inversus: Organ Tubuh yang Tersusun Terbalik

01 Feb 2026, 15:50 WIBHealth