Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Spatula Kayu, Silikon, atau Stainless Steel, Mana yang Aman?

3 min read
Spatula Kayu, Silikon, atau Stainless Steel, Mana yang Aman?
ilustrasi seseorang menumis dengan spatula kayu (magnific.com/magnific)
  • Tidak ada satu bahan spatula yang paling aman untuk semua jenis wajan dan suhu memasak.

  • Untuk wajan antilengket, pilih spatula kayu solid atau silikon yang memang ditujukan untuk kontak pangan dan digunakan sesuai batas suhunya.

  • Hindari spatula melamin untuk makanan panas, serta ganti spatula plastik atau silikon yang rusak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menumis, spatula bersentuhan dengan makanan, minyak, dan permukaan wajan yang panas. Dalam kondisi tertentu, bahan alat masak bisa berpindah ke makanan. Jenis makanan, suhu, lama kontak, dan cara memakai alat ikut menentukan seberapa besar perpindahan itu. Pilihan yang aman akan bergantung pada jenis wajan dan petunjuk penggunaan spatula.

Bahan spatula

Cocok digunakan untuk

Hal yang perlu diperhatikan

Kayu solid

Wajan antilengket dan kegiatan mengaduk

Pilih yang permukaannya halus dan memang dibuat untuk memasak. Cuci, keringkan, dan ganti jika retak atau mulai berserpih.

Silikon

Wajan antilengket dan mengaduk adonan

Pastikan produk ditujukan untuk kontak pangan. Ikuti batas suhu dari produsennya; ketahanan panas bisa berbeda antarproduk.

Stainless steel

Wajan stainless steel atau besi cor

Tahan panas dan kokoh, tetapi dapat menggores permukaan wajan berlapis antilengket.

Plastik atau nilon

Mengaduk atau membalik makanan pada suhu yang sesuai

Gunakan hanya jika produk memang dirancang untuk memasak. Panas tinggi dapat meningkatkan perpindahan zat dari sebagian produk plastik ke makanan.

  1. Jadi, bahan mana yang sebaiknya dipilih?

    Ilustrasi proses menumis bumbu di wajan sebagai bagian dari persiapan memasak hidangan di dapur rumah.
    ilustrasi sedang menumis bumbu (magnific.com/magnific)

    Untuk wajan antilengket, spatula kayu solid atau silikon bisa kamu pilih karena tidak mudah menggores lapisannya. Untuk wajan stainless steel atau besi cor, spatula stainless steel dapat digunakan. Hindari spatula logam pada wajan berlapis antilengket karena permukaannya bisa rusak.

    Silikon kerap dipilih karena lentur dan mudah mengikuti bentuk wajan. Namun, tidak semua produk memiliki mutu atau batas penggunaan yang sama.

    Studi yang terbit pada Oktober 2026 menguji migran dari 63 produk silikon kontak pangan menggunakan uji Ames pada bakteri. Sebanyak 26 dari 33 peralatan dapur yang diuji memberi hasil positif pada salah satu jenis bakteri uji. Meski demikian, temuannya tidak otomatis membuktikan adanya risiko kesehatan bagi manusia; zat penyebabnya masih perlu diidentifikasi dan risikonya dinilai lebih lanjut.

    Temuan itu bukan bukti semua spatula silikon berbahaya. Uji tersebut dilakukan pada migran (zat yang berpindah dari bahan spatula ke makanan atau cairan yang menyentuhnya) dalam kondisi laboratorium, bukan dengan mengukur dampak penggunaan spatula pada manusia.

    Jadi, yang bisa kamu lakukan adalah memilih produk dengan keterangan penggunaan yang jelas, mengikuti batas suhu pada label, dan tidak menggunakan alat yang sudah rusak.

  2. Bahan yang sebaiknya dihindari untuk makanan panas

    Spatula melamin tidak disarankan untuk mengolah atau menyentuh makanan panas dalam waktu lama. Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (BfR) menyebut bahan melamin-formaldehida dapat melepaskan melamin dan formaldehida saat terkena suhu tinggi, sehingga peralatan berbahan tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk makanan panas.

    Plastik atau nilon tidak serta-merta berbahaya, tetapi pakailah sesuai tujuan dan batas suhu yang tercantum. Hindari meninggalkannya di wajan panas jika tidak dirancang untuk itu. Ganti spatula yang meleleh, berubah bentuk, retak, atau permukaannya mengelupas.

    Singkatnya, pilih spatula kayu solid atau silikon untuk wajan antilengket, dan stainless steel untuk wajan tanpa lapisan. Apa pun bahannya, pastikan alat memang dibuat untuk kontak pangan, ikuti petunjuk suhu, dan ganti jika rusak.

    Referensi

    Health Canada, “The Safe Use of Cookware and Bakeware,” Government of Canada, diakses 25 Oktober 2026.

    European Food Safety Authority, “Food Contact Materials,” diakses 25 Oktober 2026.

    Peixue Guo et al., “Mutagenicity Studies on Migrants from Food-Contact Silicone Products Based on Ames Test and Chemical Analysis,” Regulatory Toxicology and Pharmacology (15 Oktober 2026): 106274.

    German Federal Institute for Risk Assessment (BfR), “Questions and Answers on Tableware and Kitchen Utensils Made of Melamine-Formaldehyde Resin,” diakses 25 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More