Studi ini tidak menemukan penurunan berat badan atau lingkar pinggang. Hasil utama studi HAT yang melibatkan 1.008 peserta sebelumnya juga menunjukkan bahwa satu alpukat per hari selama enam bulan tidak mengurangi lemak viseral (lemak yang mengelilingi organ dalam). Perubahan pada faktor risiko kardiometabolik lainnya juga relatif kecil.
Menambahkan alpukat ke dalam menu tidak otomatis membuat berat badan turun. Manfaatnya lebih berkaitan dengan profil lemak darah daripada penurunan berat badan.
Cara memasukkannya ke dalam pola makan juga penting. Alpukat mengandung lemak tak jenuh, tetapi tetap memberikan energi. Kamu bisa mengonsumsi alpukat untuk mengganti sumber lemak jenuh atau makanan yang kurang bergizi.
Contohnya, alpukat bisa menjadi pengganti mentega pada roti, saus berbasis krim, atau sebagian mayones dalam roti lapis. Alpukat juga bisa ditambahkan ke salad bersama sayur, protein, dan biji-bijian utuh, bukan dikonsumsi bersama keripik atau makanan tinggi garam dalam jumlah besar.
American Heart Association merekomendasikan makanan sumber lemak tak jenuh tunggal dan ganda menggantikan sumber lemak jenuh dan lemak trans. Ini dapat membantu menurunkan LDL dan mendukung kesehatan jantung.
Walaupun penelitian menggunakan satu alpukat per hari, tetapi itu bukan porsi wajib. Studi ini juga belum menjawab apakah setengah alpukat memberikan efek yang sama, apakah manfaatnya bertahan setelah enam bulan, atau apakah hasilnya berlaku bagi orang tanpa obesitas abdominal.
Selain itu, studi HAT dan analisis terbaru didukung oleh Avocado Nutrition Center. Para Penulis melaporkan bahwa pemberi dana tidak terlibat dalam pengumpulan, analisis, interpretasi data, ataupun penulisan naskah, dan tidak ada konflik kepentingan yang dinyatakan. Meski pendanaan industri tidak otomatis membuat hasilnya keliru, tetapi temuan studi ini tetap perlu dikonfirmasi oleh penelitian independen.
Untuk orang dengan kolesterol tinggi atau risiko penyakit jantung, alpukat bukan pengganti obat, pemeriksaan rutin, olahraga, berhenti merokok, atau pengendalian tekanan darah dan diabetes. Perubahan pola makan sebaiknya menjadi bagian dari rencana kesehatan menyeluruh. Penelitian hanya menunjukkan satu perubahan makanan sederhana (mis. satu alpukat sehari menggantikan makanan tinggi lemak jenuh) mungkin memberi perbaikan kecil pada salah satu faktor risiko — bukan berarti semua orang harus makan alpukat tiap hari.
Bagi orang dengan kolesterol tinggi atau risiko penyakit jantung, alpukat tidak menggantikan obat, pemeriksaan rutin, aktivitas fisik, berhenti merokok, ataupun pengendalian tekanan darah dan diabetes. Perubahan pola makan sebaiknya menjadi bagian dari rencana kesehatan yang lebih luas.
Referensi
Janhavi J. Damani et al., “Effect of Incorporating 1 Avocado per Day on Lipoprotein Particle Concentrations Compared to Habitual Intake in Adults with Abdominal Obesity: An Ancillary Study of the Habitual Diet and Avocado Trial, a Randomized Controlled Trial,” Journal of Clinical Lipidology (2026), https://doi.org/10.1016/j.jacl.2026.06.005.
Li Wang et al., “Effect of a Moderate Fat Diet with and without Avocados on Lipoprotein Particle Number, Size and Subclasses in Overweight and Obese Adults: A Randomized, Controlled Trial,” Journal of the American Heart Association 4, no. 1 (2015): e001355, https://doi.org/10.1161/JAHA.114.001355.
American Heart Association, “ApoB: Another Look at Heart Disease Risk,” diakses Juli 2026.
Alice H. Lichtenstein et al., “Effect of Incorporating 1 Avocado per Day versus Habitual Diet on Visceral Adiposity: A Randomized Trial,” Journal of the American Heart Association 11, no. 14 (2022): e025657, https://doi.org/10.1161/JAHA.122.025657.
American Heart Association, “Fats in Foods,” diakses Juli 2026.