Plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dari mulai kemasan makanan, botol minum, hingga produk perawatan diri. Namun, ketika plastik terurai menjadi fragmen sangat kecil yang disebut mikroplastik, itu tidak benar-benar hilang. Partikel ini bisa masuk ke tubuh melalui makanan, udara, maupun kontak kulit.
Penelitian sebelumnya telah menemukan mikroplastik di berbagai organ manusia, termasuk paru-paru, hati, darah, hingga plasenta. Meski keberadaannya makin sering dilaporkan, tetapi dampaknya terhadap kesehatan manusia masih terus diteliti.
Nah, studi terbaru dari peneliti di NYU Langone Health dan Perlmutter Cancer Center, Amerika Serikat (AS), menemukan mikroplastik dalam jaringan tumor prostat. Prostat sendiri merupakan kanker paling umum pada pria di negara tersebut.
