ilustrasi stroke (IDN Times/Novaya Siantita)
Masyarakat dapat mengingat tanda stroke melalui prinsip FAST, yaitu:
Face: salah satu sisi wajah turun atau mencong.
Arm: salah satu lengan tiba-tiba lemah atau sulit diangkat.
Speech: bicara pelo, sulit berbicara, atau sulit memahami ucapan.
Time: segera mencari pertolongan medis.
Catat waktu ketika pasien terakhir kali terlihat normal. Informasi ini penting karena dokter menggunakannya untuk menentukan pilihan pemeriksaan dan terapi.
Penanganan stroke yang lebih cepat membutuhkan rantai layanan yang terhubung, mulai dari pengenalan gejala, transportasi, pemeriksaan pencitraan, komunikasi rujukan, hingga kesiapan tenaga dan ruang tindakan.
Angka 468 menit atau 7 jam 48 menit dalam studi preprint ini tidak menggambarkan pengalaman setiap pasien, tetapi menunjukkan bagaimana berbagai tahapan dapat terakumulasi dalam perjalanan menuju terapi.
Referensi
Affan Priyambodo Permana et al., “Time Metrics of Acute Stroke Pathways for Mechanical Thrombectomy in Indonesia: A Descriptive Study on Two Tertiary Major Hospitals,” medRxiv preprint, July 16, 2026, https://doi.org/10.64898/2026.07.14.26358067.
Rizqi Haqqum Minalloh et al., “Pre-Hospital and In-Hospital Delay in Acute Ischemic Stroke Patients in Indonesia: A Multi-center Study,” Indonesian Journal of Pharmacy 33, no. 2 (2022): 299–306, https://doi.org/10.22146/ijp.2036.
Siemens Healthineers, ASEAN Stroke Response Insights Report: Strengthening Stroke System Readiness Across ASEAN (2026).
William J. Powers et al., “2019 Update to the 2018 Guidelines for the Early Management of Acute Ischemic Stroke,” Stroke 50, no. 12 (2019): e344–e418, https://doi.org/10.1161/STR.0000000000000211.