Satu suntikan vaksin HPV pada usia sekolah diberikan untuk melindungi anak dari penyakit yang mungkin baru muncul bertahun-tahun kemudian. Ketika anak tumbuh dewasa dan suatu hari terpapar human papillomavirus (HPV), sistem kekebalannya sudah memiliki bekal untuk menghadapi tipe virus tertentu yang menjadi sasaran vaksin.
Meski begitu, vaksinasi tidak membuat seseorang kebal terhadap semua jenis HPV. Jadi, anak laki-laki yang sudah mendapat vaksin HPV masih mungkin tertular HPV di kemudian hari. Yang berubah adalah kemungkinan terinfeksi secara persisten dan mengalami penyakit akibat tipe HPV yang dicakup vaksin.