Jawabannya, ya. Vaksin HPV tidak melindungi dari seluruh tipe HPV dan tidak menjamin risiko infeksi menjadi nol. Bukan berarti vaksin tidak efektif.
Pada laki-laki yang belum terpapar tipe HPV yang ditargetkan, penelitian menunjukkan penurunan besar pada infeksi persisten dan penyakit akibat tipe HPV yang terdapat dalam vaksin. Perlindungan juga dapat bertahan bertahun-tahun setelah vaksin diberikan sejak usia anak-anak.
Tujuan vaksinasi bukan memastikan seorang anak tidak akan pernah terpapar HPV sepanjang hidupnya, melainkan membangun perlindungan lebih awal terhadap tipe-tipe HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker anus, penis, dan orofaring di kemudian hari.
Referensi
Stephen E. Goldstone et al., “Quadrivalent HPV Vaccine Efficacy against Disease Related to Vaccine and Non-Vaccine HPV Types in Males,” Vaccine 31, no. 37 (2013): 3849–55, https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2013.06.057.
Anna R. Giuliano et al., “Efficacy of Quadrivalent HPV Vaccine against HPV Infection and Disease in Males,” New England Journal of Medicine 364, no. 5 (2011): 401–11, https://doi.org/10.1056/NEJMoa0909537.
Joel M. Palefsky et al., “HPV Vaccine against Anal HPV Infection and Anal Intraepithelial Neoplasia,” New England Journal of Medicine 365, no. 17 (2011): 1576–85, https://doi.org/10.1056/NEJMoa1010971.
Jaime Restrepo et al., “Ten-Year Follow-up of 9-Valent Human Papillomavirus Vaccine: Immunogenicity, Effectiveness, and Safety,” Pediatrics 152, no. 4 (2023): e2022060993, https://doi.org/10.1542/peds.2022-060993.
World Health Organization, “Human Papillomavirus Vaccines: WHO Position Paper, December 2022,” Weekly Epidemiological Record 97, no. 50 (2022): 645–72.