Di tengah padatnya aktivitas haji, rasa lelah sering dianggap wajar. Jemaah berjalan jauh, berdesakan, terpapar sinar matahari, dan kadang harus menunggu lama di ruang terbuka. Dalam situasi seperti itu, pusing, haus, dan tubuh lemas sering dianggap sebagai bagian dari proses ibadah.
Padahal, ada kondisi yang jauh lebih berbahaya dan sering datang diam-diam, yaitu heat stroke. Kondisi ini terjadi ketika suhu inti tubuh naik terlalu tinggi dan tubuh tak lagi mampu mendinginkan dirinya sendiri. Heat stroke bukan cuma kepanasan, melainkan keadaan darurat medis yang bisa merusak otak, jantung, ginjal, hingga menyebabkan kematian bila terlambat ditangani.
Pada musim haji, risiko heat stroke meningkat karena kombinasi suhu ekstrem, kelembapan, aktivitas fisik, dehidrasi, serta paparan sinar matahari selama berjam-jam. Pada musim haji 2024, otoritas Arab Saudi melaporkan suhu di Makkah dan area sekitarnya bisa melampaui 47–48 derajat Celsius, sehingga risiko gangguan akibat panas meningkat tajam.
Berikut ini tanda-tanda heat stroke yang sering tidak disadari, wajib diketahui oleh jemaah haji.
