Sebuah penelitian dalam jurnal JAMA Network Open tahun 2024 menganalisis 1.643 orang yang kepala dan dadanya tertimbun avalanche di Swiss selama empat dekade. Peluang bertahan hidup diperkirakan:
Sekitar 91 persen jika korban dievakuasi dalam 10 menit.
Sekitar 76 persen pada 15 menit.
Hanya sekitar 31 persen setelah 30 menit.
Walaupun demikian, kedalaman, cedera, posisi tubuh, jalan napas, keberadaan air pocket, serta sifat salju dapat membuat hasilnya berbeda. Namun, penurunan tajam antara menit ke-10 dan ke-30 menggambarkan periode ketika asfiksia menyebabkan korban jiwa.
Pertolongan dari teman yang berada di lokasi sangat penting. Tim penyelamat profesional butuh waktu untuk mencapai area longsor salju, sedangkan tubuh korban mungkin cuma memiliki waktu beberapa menit sebelum oksigen turun drastis.
Anjurannya, orang yang beraktivitas di medan berisiko longsor salju membawa avalanche transceiver, sekop, dan perlengkapan yang sesuai serta berlatih menggunakannya. Jika seseorang terseret dan tidak mampu menghindari tertimbun, lindungi jalan napas dan coba ciptakan ruang di depan wajah dengan menempatkan lengan melintang di depan mulut. Bukti untuk teknik ini masih berkualitas rendah, sehingga pencegahan dan menghindari medan berbahaya tetap menjadi langkah terpenting.
Keluar dari salju pun belum tentu bebas dari ancaman. Korban dapat mengalami cedera yang sebelumnya tidak disadari, aspirasi salju, hipotermia, dan pada kasus tertentu edema paru yang baru berkembang beberapa jam setelah penyelamatan. Korban yang kepala dan dadanya sempat tertimbun disarankan untuk dievaluasi di fasilitas medis walaupun tampak tidak mengalami cedera berat.
Referensi
Christopher Van Tilburg et al., “Wilderness Medical Society Clinical Practice Guidelines for Prevention and Management of Avalanche and Nonavalanche Snow Burial Accidents: 2024 Update,” Wilderness & Environmental Medicine 35, no. 1 suppl. (2024): 20S–44S, doi:10.1016/j.wem.2023.05.014.
Spencer McIntosh et al., “Causes of Death Among Avalanche Fatalities in Colorado: A 21-Year Review,” Wilderness & Environmental Medicine (2018).
Giacomo Strapazzon et al., “Effects of Snow Properties on Humans Breathing into an Artificial Air Pocket—An Experimental Field Study,” Scientific Reports 7 (2017): 17675, doi:10.1038/s41598-017-17960-4.
Hermann Brugger et al., “Hypoxia and Hypercapnia during Respiration into an Artificial Air Pocket in Snow: Implications for Avalanche Survival,” Resuscitation 58, no. 1 (2003): 81–88, doi:10.1016/S0300-9572(03)00113-8.
Karel Roubík, Ladislav Sieger, and Karel Sykora, “Work of Breathing into Snow in the Presence versus Absence of an Artificial Air Pocket Affects Hypoxia and Hypercapnia of a Victim Covered with Avalanche Snow: A Randomized Double Blind Crossover Study,” PLOS ONE 10, no. 12 (2015): e0144332, doi:10.1371/journal.pone.0144332.
Giacomo Strapazzon, Anna Taboni, Erik Sveberg Dietrichs, Andrew M. Luks, and Hermann Brugger, “Avalanche Burial Pathophysiology—A Unique Combination of Hypoxia, Hypercapnia and Hypothermia,” The Journal of Physiology 602, no. 21 (2024): 5785–5800, doi:10.1113/JP284607.
David Eidenbenz et al., “Survival Probability in Avalanche Victims with Long Burial (≥60 min): A Retrospective Study,” Resuscitation 166 (2021): 93–100, doi:10.1016/j.resuscitation.2021.05.030.
Simon Rauch et al., “Avalanche Survival Rates in Switzerland, 1981–2020,” JAMA Network Open 7, no. 9 (2024): e2435253, doi:10.1001/jamanetworkopen.2024.35253.