Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WHO: Kasus Kanker Bisa Naik dari 20,6 Juta Jadi 35 Juta pada 2050
ilustrasi pasien kanker didampingi oleh dokter dan caregiver (IDN Times/NRF)
  • WHO memperkirakan kasus kanker baru dapat naik menjadi hampir 35 juta kasus per tahun pada 2050 jika tidak ada tindakan cepat yang dampaknya nyata.

  • Hampir 4 dari 10 kasus kanker secara global berkaitan dengan faktor risiko yang bisa dicegah, seperti tembakau, alkohol, infeksi tertentu, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, dan polusi udara.

  • Pencegahan, vaksinasi, deteksi dini, akses pengobatan, dan dukungan psikososial sama pentingnya dalam menurunkan beban kanker.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika didiagnosis kanker, bukan cuma pasien dan orang-orang terdekatnya yang terguncang. Ini juga datang dengan beban finansial, pekerjaan, kecemasan, hingga pendamping pasien yang ikut kelelahan.

Dalam rilis terbaru pada Rabu (8/7/2026), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kanker saat ini menyebabkan lebih dari 26.000 kematian setiap hari. Secara global, ada sekitar 20,6 juta kasus baru dan hampir 10 juta kematian akibat kanker setiap tahun. Tanpa tindakan cepat, jumlah kasus kanker baru diproyeksikan meningkat menjadi hampir 35 juta pada 2050.

1. Beban kanker naik, tetapi tidak semua risikonya di luar kendali

Kenaikan kasus kanker dipengaruhi banyak hal, termasuk pertambahan dan penuaan populasi. Namun, WHO dan International Agency for Research on Cancer (IARC) menekankan bahwa faktor risiko yang bisa diubah tetap punya peran besar.

Dalam laporan terbaru, hampir 4 dari 10 kasus kanker global dikaitkan dengan faktor yang dapat dicegah, terutama infeksi seperti human papillomavirus (HPV), hepatitis B dan C, Helicobacter pylori, konsumsi alkohol, penggunaan tembakau, indeks massa tubuh tinggi, serta kurang gerak.

Sebuah analisis global dalam Nature Medicine pada 2026 memperkirakan 7,1 juta dari 18,7 juta kasus kanker baru pada 2022 berkaitan dengan 30 faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Proporsinya lebih tinggi pada laki-laki, yaitu 45,4 persen, dibandingkan 29,7 persen pada perempuan. Faktor penyumbang terbesar adalah merokok, infeksi, dan konsumsi alkohol.

Pencegahan tetap penting. Walaupun tidak semua kanker bisa dicegah karena usia, genetik, dan faktor biologis, tetapi mengurangi rokok, alkohol, paparan polusi, kelebihan berat badan, pola makan tidak sehat, kurang gerak, serta meningkatkan vaksinasi HPV dan hepatitis B dapat menurunkan risiko pada tingkat individu dan populasi.

2. Deteksi dini bisa mengubah peluang hidup

ilustrasi pasien kanker (IDN Times/Novaya Siantita)

Banyak kanker memiliki peluang sembuh lebih tinggi jika terdeteksi dini dan ditangani secara efektif.

Deteksi dini mencakup dua hal, yaitu mengenali gejala dan segera memeriksakan diri, serta skrining untuk kanker tertentu sebelum gejala muncul.

Kesenjangan akses membuat hasil pengobatan sangat berbeda antarnegara. WHO melaporkan bahwa angka harapan hidup 5 tahun untuk perempuan dengan kanker payudara mencapai 87 persen di negara berpendapatan tinggi, tetapi hanya sekitar 42 persen di negara berpendapatan rendah.

Studi dalam jurnal Nature Medicine tentang kelangsungan hidup kanker payudara juga menunjukkan variasi besar antarwilayah WHO; median survival 5 tahun diperkirakan 39,1 persen di Afrika, 66,3 persen di Asia Tenggara, dan 88,5 persen di wilayah Amerika.

Jadi, coba lebih aware dengan diri sendiri. Benjolan yang tidak hilang, perdarahan tidak biasa, perubahan pola buang air besar atau buang air kecil, batuk lama, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, luka yang tidak sembuh, atau perubahan tahi lalat perlu diperiksa.

Untuk skrining, ikuti rekomendasi sesuai usia, jenis kelamin, faktor risiko, dan arahan tenaga kesehatan, misalnya skrining kanker serviks, payudara, kolorektal, atau kanker lain yang relevan.

3. Pencegahan kanker juga butuh dukungan sistem

Dalam survei pertama WHO terhadap orang yang terdampak kanker, setidaknya 45 persen mengalami kesulitan finansial, lebih dari separuh melaporkan tantangan kesehatan mental, dan hampir semua caregiver mengalami beban, termasuk layanan tanpa bayaran dan isolasi sosial.

Karena itu, pencegahan kanker tidak bisa hanya dibebankan pada individu. Lingkungan perlu mendukung pilihan sehat, seperti udara lebih bersih, ruang aman untuk aktivitas fisik, makanan bergizi yang terjangkau, pembatasan tembakau dan alkohol, vaksinasi yang mudah diakses, serta layanan skrining dan pengobatan yang tidak membuat keluarga jatuh miskin.

WHO Global Status Report on Cancer 2026 menekankan pentingnya pendekatan yang berpusat pada manusia, cakupan kesehatan universal, sistem pemantauan yang kuat, serta keterlibatan komunitas yang terdampak kanker.

Untuk individu, mulailah dari risiko yang bisa dikendalikan, seperti berhenti merokok, menghindari asap rokok, membatasi alkohol, rutin bergerak, menjaga berat badan sehat, makan lebih banyak buah dan sayur, mendapat vaksin HPV dan hepatitis B jika memenuhi syarat, serta tidak menunda pemeriksaan saat ada gejala yang tidak biasa.

WHO juga mencatat bahwa kanker terkait infeksi masih menjadi masalah penting, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah.

Proyeksi kenaikan kanker hingga 2050 memang tidak bisa diabaikan. Kabar baiknya, sebagian risiko bisa diturunkan, sebagian kanker bisa ditemukan lebih awal, dan banyak pasien bisa hidup lebih baik jika akses perawatan lebih adil.

Kanker bukan cuma skrining, deteksi, dan pengobatan, tetapi juga melibatkan langkah-langkah pencegahan, kebijakan publik, lingkungan sehat, dan mendukung pasien kanker agar tidak menghadapinya sendirian.

Referensi

World Health Organization. “WHO Calls for Urgent Action as New Cancer Cases Are Projected to Nearly Double by 2050.” News release, July 8, 2026.

World Health Organization. Global Status Report on Cancer 2026: The Future We Choose Together. Geneva: World Health Organization, 2026.

World Health Organization. “Cancer.” Fact sheet, July 3, 2026.

Fink, Hanna, Oliver Langselius, Jérôme Vignat, et al. “Global and Regional Cancer Burden Attributable to Modifiable Risk Factors to Inform Prevention.” Nature Medicine 32 (2026): 1306–1315.

Girardi, Fabio, Mary Nyangasi, Charlton Callender, et al. “Global Breast Cancer Survival Estimates in 2017–2021 to Advance the WHO Global Breast Cancer Initiative.” Nature Medicine (2026)

Curated For You

Editorial Team

Related Article