Comscore Tracker

6 Kebohongan Seks di Film Porno yang Beda dengan Kenyataan

Gak seindah yang ada di layar

Saking terbiasa dengan manisnya adegan seks dalam film dewasa, gak sedikit dari yang menggambarkan bercinta sama persis dengan apa ditonton. Negatifnya, menonton video porno menyebabkan laki-laki berekspektasi gak realistis terhadap pasangan. Sementara,  perempuan merasa gak sejago pemeran film porno. Hal ini lantas menurunkan kepercayaan diri di ranjang, melansir Porn Addiction. 

Padahal, apa yang ditampilkan di layar gak selalu sama dengan kenyataannya, lho. Adanya naskah dan skenario membuat adegan ranjang di video porno tampak sempurna. Namun, perlu diketahui bahwa ada banyak kebohongan seks di film porno tersebut. Hal ini lalu memaksa pikiran kembali pada kenyataan dan meyakini bahwa kebanyakan adegan tersebut merupakan setting-an.

Kebohongan seks di film porno

Beberapa orang mungkin pernah menonton video atau film porno. Paling tidak adegan dewasa dalam film bergenre 21+ di layanan streaming online atau bioskop. Nah, kalau dilihat, yang ditampilkan tampak natural dan sempurna, bukan?

Fakta menariknya, ada banyak kebohongan seks di film porno yang mungkin ternyata membuatmu berekpektasi berlebihan. 

1. Selalu orgasme saat bercinta

6 Kebohongan Seks di Film Porno yang Beda dengan Kenyataanilustrasi orgasme (freepik.com/nakaridore)

Kalau kamu atau pasanganmu gak selalu orgasme saat bercinta, jangan berkecil hati. Setidaknya, gak perlu dibandingkan dengan apa yang ditampilkan dalam sex tape. Sebab, selalu orgasme saat berhubungan badan adalah salah satu kebohongan seks di film porno terbesar. 

Orgasme di video porno, terlebih pada perempuan seringkali akting semata. Walau gak selalu demikian, tetapi Dr. Chauntelle Tibbals, seorang sosiolog dan penulis buku Exposure: A Sociologist Explores Sex, Society, And Adult Entertainment, menyebutkan dalam bukunya bahwa hal tersebut lebih sering terjadi karena akting alias bukan benar-benar orgasme.

Jika dicermati, kondisi saat syuting video porno pun sama sekali gak kondusif untuk berhubungan badan. Ada banyak kru yang menonton hingga lawan main yang gak dikenal turut menjadi alasannya. Jadi, pemeran yang tampak puas belum tentu benar-benar mengalami klimaks.

2. Squirting sebagai tanda kepuasan

6 Kebohongan Seks di Film Porno yang Beda dengan Kenyataanilustrasi semprot (unsplash.com/curology)

Kebohongan seks di film porno lainnya yakni menganggap squirt sebagai tanda kepuasan. Squirt sendiri merujuk pada momen keluarnya cairan dari vagina saat bercinta. Akibat framing film seks, squirt sering disamakan dengan ejakulasi pada perempuan (atau pemilik vulva non-biner). Padahal, keduanya tidak selalu sama. 

Dilansir WebMD, ejakulasi perempuan biasanya ditandai dengan cairan putih dengan volume rendah, mengandung protein tertentu, dan gak selalu keluar dengan menyemprot. Kebalikannya, squirt di film porno ditunjukkan dengan muncratnya cairan dengan volume tinggi. Cairan yang dikeluarkan saat squirt mungkin mengandung protein ejakulasi, tetapi sebagian besar merupakan urine.

Seorang perempuan bisa saja mengalami orgasme dan ejakulasi bersamaan, dengan atau tanpa squirt. Volume yang dikeluarkan pun tidak selalu besar. Seorang obgyn, Heather Bartos, MD., mengungkapkan pada Cosmopolitan bahwa keluarnya cairan bervolume tinggi saat bercinta (squirting) justru bisa jadi pertanda seseorang mengalami inkontinensia koitus alias ketidakmampuan mengontrol kandung kemih selama penetrasi atau orgasme.

Baca Juga: 10 Posisi Seks Ini Berbahaya, Jangan Asal Meniru Bokep yang Kamu Lihat

3. Grup seks aman tanpa pelindung

6 Kebohongan Seks di Film Porno yang Beda dengan Kenyataanilustrasi threesome (pexels.com/cottonbro)

Pada beberapa genre video porno, seperti threesome, menampilkan seks dengan lebih dari satu pasangan. Contoh lainnya yakni genre swing yang menunjukkan seks bertukar pasangan. Adegan tersebut ditayangkan dengan seluruh pemeran gak mengenakan pelindung fisik, termasuk kondom.

Padahal, makin banyak pasangan seks, semakin besar kemungkinan penularan penyakit seksual. Bahkan jika menggunakan pelindung sekalipun, risiko penularan seperti virus herpes dan parasit Trichomonas dapat muncul di area kulit yang gak terlindungi. Belum lagi seks oral yang berpotensi menularkan gonore di tenggorokan.

Sebuah studi UCLA menunjukkan 1 dari 4 pemain video dewasa pernah mendapatkan klamidia dan gonore. Untuk itu, berhubungan badan dengan banyak pasangan dan tetap aman tanpa pelindung jelas jadi kebohongan seks di film porno. 

4. Tempat yang rapi dan adegan seksi

6 Kebohongan Seks di Film Porno yang Beda dengan Kenyataanilustrasi setting tempat video porno (pexels.com/pixabay)

Melepas baju dengan gerakan sensual, kasur yang tertata rapi hingga akhir hubungan intim, pemeran yang tetap menawan selepas bercinta; apakah hal itu nyata? Tentu saja, tidak, semua itu hasil setting-an. 

Untuk mendapatkan scene sensual yang menggoda, seorang pemeran bisa mengambil video berulang kali. Sementara, ruangan dan kasur yang tertata tentu mendapatkan bantuan kru untuk selau merapikannya tiap jeda shooting. Belum lagi bantuan lighting alias pencahayaan yang membuat terlihat jernih. Terkait wajah, pemeran menggunakan make up dan riasan selama proses perekaman.

Hal-hal tersebut mungkin gak kamu dapati ketika seks dengan pasangan di dunia nyata. Keringat, basah, hingga rambut acak-acakan adalah hal wajar selama berhubungan intim.

5. Kuat dan tahan lama

6 Kebohongan Seks di Film Porno yang Beda dengan Kenyataanilustrasi pasangan di ranjang (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Ketahanan pemain film dewasa agaknya membuat bulu kuduk berdiri. Gimana gak gitu, dalam satu video saja, seorang laki-laki bisa bertahan cukup lama hingga mencapai orgasme dan ejakulasi. Begitu pula dengan pemeran perempuan yang bisa berkali-kali mencapai klimaks.

Well, apakah benar demikian? Bisa jadi hal ini juga kebohongan seks di film porno. Proses perekaman bisa berlangsung hingga 18 jam. Pemain pun memerankan banyak adegan sekaligus demi menghemat bujet.

Guna mendukung pekerjaan, gak sedikit pemeran yang menggunakan bantuan obat kuat. Dilansir Covenant Eyes, seorang bintang porno menuliskan bahwa industri seks dekat dengan obat-obatan terlarang. Konsumsinya pun beragam, mulai dari ganja, pain killer, hingga kokain, dan banyak jenis lainnya.

6. Aman seks di mana saja

6 Kebohongan Seks di Film Porno yang Beda dengan Kenyataanilustrasi pasangan di pantai (pexels.com/adam kontor)

Pantai tanpa alas, di dalam kolam renang, di bath tube berisi air hangat atau di tempat-tempat antimainstream lainnya; itu sering dijadikan lokasi seks pada film porno. Memang bisa saja, kok, dan gak ada yang larang juga. Namun, pahami risiko di baliknya jika ingin menerapkan hal yang sama. 

Seks di dalam air misalnya, memiliki berbagai risiko yang mungkin terjadi. Termasuk vagina kering yang dapat menyebabkan robekan ketika penetrasi, peningkatan risiko infeksi menular seksual, hingga paparan bakteri seperti e.coli dan salmonela, melansir Women's Health Magazine.

Lebih lanjut, pasir mungkin bisa masuk ke vagina jika memaksa mengikuti seks di pantai tanpa alas layaknya video porno. Efeknya, vagina akan terasa gatal dan memicu bakteri atau ragi yang menyebabkan infeksi. Sebelum mempraktikkan, ada baiknya mempertimbangkan dampak pada tubuh dan lingkungan sekitar, ya.  

Well, setelah mengetahui kebohongan seks di film porno, yuk, kurangi membandingkan adegan intim di layar dengan realita, ya. Ingat, itu semua cuma setting-an. 

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Nonton Bokep Bisa Bikin Kamu Ketagihan, Awas Efeknya!

Topic:

  • Laili Zain
  • Lea Lyliana
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya