Comscore Tracker

Cara Mencegah Queefing saat Bercinta, Biar Gak Malu!

Sebenarnya tidak perlu malu saat queefing terjadi

Queefing atau queef, adalah udara yang terperangkap dalam vagina dan tubuh melepasnya menjadi suara yang menyerupai kentut. Meski tidak berbau, perempuan kerap merasa malu saat mengalaminya tiba-tiba, terutama saat berhubungan intim.

Pada dasarnya, gas vagina ini merupakan respons alami tubuh yang tidak sengaja, tetapi tidak sedikit yang mencari tahu bagaimana cara mencegah queefing saat berhubungan seks. Kalau kamu memiliki rasa penasaran yang sama, baca artikel ini sampai habis, ya!

1. Penyebab queefing

Cara Mencegah Queefing saat Bercinta, Biar Gak Malu!ilustrasi panggul (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Menurut Core Exercise Solutions, penyebab utama peningkatan suara vagina adalah dasar panggul yang lemah ataupun kencang, prolaps, dan rahim terbalik. Karena dasar panggul bereaksi terhadap hormon, beberapa perempuan mengalami queefing lebih sering selama masa ovulasi atau menstruasi.

Kondisi dasar panggul yang lemah akan lebih banyak udara yang masuk dan keluar dengan suara yang cepat dan lebih dalam. Itu menyebabkan tekanan intraabdominal meningkat karena kurangnya kontrol kontraksi.

Sementara itu, dasar panggul yang kencang akan sulit relaksasi atau berkontraksi dengan baik. Akibatnya, itu dapat menyerupai pengisap yang menarik udara ke dalam vagina dan kemudian mendorongnya keluar seperti peluit.  

Karena terdapat banyak variasi anatomi vagina, bentuk dan panjang vagina tertentu diperkirakan oleh Mind Body Green bisa lebih rentan terhadap queefing. Struktur dasar panggul juga bisa menjadi faktor terjadinya queefing. Peningkatan frekuensi queefing juga dilaporkan selama kehamilan dan menopause. 

2. Mengapa queefing bisa terjadi saat berhubungan seks?

Queefing paling umum terjadi saat seks penetrasi. Ini karena vagina mengembang saat perempuan terangsang. Ini memungkinkan ruang vagina bertambah luas dan menciptakan daya isap yang menyerap lebih banyak udara yang mengalir ke dalam vagina. 

Ketika vagina berkontraksi karena adanya peningkatan tekanan intraabdominal seperti saat berganti posisi, bergerak, atau kurang terangsang, udara yang mirip suara kentut namun lebih ringan akan dilepaskan.

Queefing seks vaginal bisa terjadi saat penetrasi penis, jari, atau mainan seks yang makin mempersempit lubang vagina. Makin sempit lubang vagina, makin banyak tekanan yang dibutuhkan untuk melepaskan udara yang terperangkap di dalamnya.

3. Cara mencegah queefing saat melakukan seks

Cara Mencegah Queefing saat Bercinta, Biar Gak Malu!Latihan otot dasar panggul untuk mencegah queefing. (thehauterfly.com)

Sebenarnya tidak banyak hal yang benar-benar bisa efektif untuk mencegah queefing saat berhubungan seks karena itu memang merupakan proses yang alamiah. Namun, beberapa tips yang telah dirangkum dari Kegel Bell serta Flo Health ini bisa menjadi referensi dan kamu praktikkan:  

  • Latihan Kegel: Latihan Kegel sebelum berhubungan intim sangat dianjurkan untuk memperkuat otot dasar panggul yang memengaruhi kekuatan tubuh bagian bawah. Latihan Kegel yang rutin dilakukan bisa mengurangi kelemahan dasar panggul dan meningkatkan kontrol otot-otot, sehingga dapat lebih baik dalam mencegah udara masuk ke dalam vagina yang mengakibatkan queefing.
  • Libatkan dasar panggul saat melakukan posisi inversi: Jika mengetahui pose atau aktivitas tertentu yang berpotensi menimbulkan queefing lebih tinggi, disarankan untuk menggunakan dasar panggul saat melakukan pose tersebut. Buat seolah-seolah sedang mempraktikkan latihan Kegel saat dalam posisi seks tersebut. 
  • Hindari aktivitas seks yang cepat dan intens: Menghindari aktivitas seksual yang cepat dan intens adalah salah satu cara yang paling efektif mencegah queefing. Cobalah menjaga jari, mainan seks, atau penis untuk tidak terlalu sering keluar-masuk ke dalam vagina. Hal itu bisa mengantisipasi udara masuk ke vagina dengan mudah. Kamu dan pasangan bisa mempertahankan penetrasi sambil mengubah posisi seks.
  • Mempertahankan posisi tertentu: Dengan tetap berpegang pada posisi seks yang dapat membantu membuat vagina kurang terbuka, seperti posisi misionaris akan mencegah kemungkinan terjadinya queefing. Sementara posisi seperti doggy style atau cowgirl reverse sebaiknya dihindari bila ingin menjauhi potensi akan queefing

Baca Juga: Senam Kegel Sederhana untuk Merapatkan Miss V, Bagaimana Caranya? 

4. Bagaimana dasar panggul yang sehat mengurangi queefing?

Dasar panggul yang berfungsi baik tidak akan membiarkan banyak udara terisap ke dalam vagina selama beraktivitas, karena ruang vagina cukup mendapatkan ruang. Ketika dasar panggul bekerja dengan baik maka akan bergerak berirama mengikuti tarikan dan embusan napas. 

Dasar panggul yang tersinkronasi dengan baik juga akan selaras dengan sistem pernapasan yang bereaksi terhadap tekanan intraabdominal melalui peningkatan tonus. Tarikan napas akan merilekskan dasar panggul dan vagina sehingga udara bisa lewat dengan mudah. Jadi, saat vagina menerima dan melepaskan udara, itu memungkinkan dikeluarkan secara alami dan tanpa suara.

5. Tips menghadapi queefing saat berhubungan intim

Cara Mencegah Queefing saat Bercinta, Biar Gak Malu!ilustrasi tertawa bersama pasangan (Pexels.com/stockking)

Queefing tidak pernah direncanakan dan hampir semua perempuan mungkin tidak menginginkannya. Laman Hello Flo mengingatkan, queefing saat melakukan seks bukanlah sesuatu yang harus membuat malu ataupun menjadi bahan olok-olok.

Alih-alih pusing memikirkan cara mencegah queefing saat bercinta, beberapa tips ini bisa dicoba untuk mulai menerima queefing sebagai bagian kehidupan seks yang bergairah:

  • Berbicaralah dengan pasangan: Membicarakan masalah seks dengan pasangan itu penting dan bisa mengedukasi satu sama lain. Jelaskan bahwa queefing di luar kontrol dan bila sudah merasa itu mengganggu ritme seks, mendiskusikan langkah selanjutnya adalah solusi yang tepat.
  • Abaikan saja: Saat kamu tengah dalam kenikmatan bersama pasangan tapi queefing datang, sebaiknya abaikan dan tak perlu memberikan komentar. Terus fokus pada apa yang telah dilakukan dan queefing dengan sendirinya akan terlupakan. 
  • Tertawakan saja: Melihat queefing dengan mindset bahwa itu bisa menjadi kesempatan untuk berbagi tawa akan memberikan sensasi berbeda ketika menghadapinya. Saat queefing terjadi, tertawakan saja untuk menghindari rasa malu atau canggung. Pada akhirnya pasangan juga melihat queefing sebagai sesuatu yang tidak penting atau tidak perlu dikhawatirkan.

Queefing adalah bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan, termasuk saat beraktivitas seksual. Beberapa cara mencegah queefing yang telah dipaparkan di atas mungkin tidak selalu efektif bekerja, sehingga lebih baik fokus pada apa yang bisa dikendalikan saja.

Mungkin kamu dan pasangan butuh waktu untuk membangun respons ketika queefing terjadi saat sedang berhubungan seks. Namun, selama kamu dan pasangan menikmati waktu bersama, maka queefing seharusnya tidak perlu dipermasalahkan.

Penulis: Dian Rahma Fika Alnina

Baca Juga: Ssstt... Ini yang Perlu Kamu Tahu Soal Queefing Alias Kentut Vagina

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya