Kenapa Shanks Adalah Yonko Paling Bijaksana dalam One Piece?

Shanks bijaksana karena tidak mudah terpancing emosi dan hanya bertindak saat benar-benar perlu.
Ia sering mengambil keputusan besar untuk mencegah konflik, seperti memperingatkan Whitebeard dan menghentikan perang.
Meski tegas saat dibutuhkan, Shanks tetap menunjukkan empati dengan memberi kesempatan dan pelajaran pada lawannya.
Penggemar One Piece mungkin setuju jika Shanks adalah Yonko paling keren yang pernah ada. Shanks tak hanya memiliki karisma yang luar biasa, tetapi kekuatannya juga tidak bisa diremehkan. Belum lagi, Shanks juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dunia bajak laut.
Meski para Yonko kerap dianggap sebagai sosok yang brutal dan kejam, hal tersebut tidak berlaku bagi Shanks. Sebaliknya, Shanks bisa dibilang sebagai Yonko paling rendah hati dan bijaksana. Kenapa demikian? Simak pembahasan berikut!
1. Shanks membiarkan Higuma mempermalukannya

Shanks mungkin baru menjadi Yonko 6 tahun yang lalu, tepatnya 6 tahun setelah dirinya menemui Luffy di Desa Foosha. Meski Shanks belum menjadi Yonko saat menemui Luffy, dirinya sudah menjadi bajak laut yang naik daun. Pada titik ini, Shanks sudah memperlihatkan bahwa dirinya akan menjadi Yonko yang sangat bijaksana.
Saat cerita dimulai, kamu mungkin masih ingat dengan adegan ketika Shanks dipermalukan oleh Higuma. Meski dirinya dipermalukan dan disiram oleh minuman, Shanks memilih untuk tetap diam. Kru Rambut Merah memang mengatakan bahwa itu memalukan. Meski begitu, Shanks tetap memilih untuk tidak melawan.
Bukan tanpa alasan, itu karena Shanks tahu jika Higuma tidak selevel dengannya. Jika Shanks melawan, itu akan menjadi pertarungan yang tidak adil. Pasalnya, bukan hal sulit bagi sosok seperti Shanks untuk membunuh bandit selemah Higuma.
Shanks tidak peduli jika dirinya dipermalukan oleh orang lain. Meski begitu, Shanks tetap tidak diam jika seseorang mengganggu temannya. Terbukti, Shanks langsung bergerak begitu mengetahui jika Higuma menyandera Luffy.
2. Shanks memperingati Whitebeard tentang Blackbeard

Para Yonko sebenarnya cenderung tidak peduli dengan urusan sesama Yonko. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Shanks. Hal ini dibuktikan dengan Shanks yang sudah memprediksi jika Perang Puncak akan terjadi.
Setelah pengkhianatan Blackbeard, Portgas D Ace melakukan perburuan pada Blackbeard. Namun, Shanks sangat mengenal Blackbeard dan dirinya tahu bahwa Ace tidak akan mampu untuk mengalahkan pengkhianat tersebut. Guna mencegah Perang Puncak, Shanks akhirnya menemui Whitebeard di Moby Dick.
Hal tersebut sebenarnya bisa memicu konflik dua kru, tetapi Shanks hanya ingin berbincang dengan Whitebeard. Di sini, Shanks meminta Whitebeard untuk menarik Ace dan tidak menganggap remeh Blackbeard. Mengingat para Yonko selalu berusaha untuk saling membunuh satu sama lain, tentunya itu bisa dibilang sebagai keputusan yang bijak sekaligus nekat.
Sayangnya, Whitebeard enggan mendengarkan peringatan Shanks. Whitebeard malah menganggap Shanks terlalu ikut campur. Akibatnya, apa yang diperingatkan oleh Shanks akhirnya terjadi dan perang tersebut menjadi akhir dari perjalanan Bajak Laut Whitebeard.
3. Menghentikan Perang Puncak dan mencegah Kaido datang ke Marineford

Tidak mengherankan jika Shanks disebut sebagai Yonko paling berpengaruh di dunia One Piece. Buktinya, Shanks sangat berperan penting dalam Perang Puncak di Marineford. Pasalnya, perang tersebut tidak akan berakhir jika Shanks tidak datang ke Marineford.
Setelah kematian Ace dan Whitebeard, pertarungan antara bajak laut dan Marinir masih terus berlanjut. Untungnya, Shanks datang dan langsung menghentikan perang. Dengan penuh karisma, Shanks mengatakan bahwa siapa saja yang masih ingin bertarung tanpa alasan harus berhadapan dengan Rambut Merah. Karena semua orang takut pada Shanks, perang akhirnya berakhir.
Tak hanya itu, kebijaksanaan Shanks juga terlihat ketika dirinya mencegah Kaido untuk datang ke Marineford. Ketika Perang Puncak terjadi, Kaido membawa krunya ke Marineford. Kaido sama sekali tidak memiliki kepentingan dan dirinya pergi ke Marineford hanya karena menyukai kekacauan.
Untungnya, Shanks berhasil menghentikan Kaido di perbatasan Red Line. Entah apa yang dilakukan Shanks, si Rambut Merah berhasil mengusir Kaido untuk pulang ke Wano. Jika bukan karena Shanks, perang di Marineford bisa menjadi jauh lebih brutal dan berdarah.
4. Melindungi warga Elbaf dari serangan Kid

Selama time skip, Bajak Laut Kid sebenarnya sempat bentrok dengan Bajak Laut Rambut Merah. Dalam konfrontasi ini, kru Kid berhasil dikalahkan dengan mudah oleh Rambut Merah. Sang kapten, Eustass Kid, harus kehilangan salah satu tangannya, bahkan sebelum dirinya bertemu dengan sang Yonko.
Sayangnya, Kid tidak pernah belajar dari pengalaman. Setelah pertempuran di Wano usai, Kid tidak sengaja dipertemukan kembali dengan Shanks di Elbaf. Shanks sebenarnya sudah cukup bijak untuk bernegosiasi dengan Kid. Namun, Kid tetap mendeklarasikan perang pada Rambut Merah.
Dengan menggunakan Kenbunshoku Haki, Shanks melihat kehancuran Elbaf jika dirinya membiarkan serangan Kid. Alhasil, Shanks langsung menghancurkan Kid beserta kru dan kapal hanya dengan satu serangan Kamusari. Meski terlihat kejam, itu merupakan langkah bijaksana untuk melindungi warga Elbaf yang tidak bersalah.
5. Memaafkan Bartolomeo sambil tetap memberikan pelajaran

Perlu diakui jika kesetiaan Bartolomeo pada Luffy memang gak ada obat. Namun, obsesi yang berlebihan juga tentunya tidak sehat. Ketika Bartolomeo dan krunya tiba di Pulau Gartel, Bartolomeo membuat kekacauan dengan memaksa warga untuk membeli merchandise Topi Jerami.
Meski sudah diperingati bahwa itu merupakan wilayah kekuasaan Rambut Merah, Bartolomeo malah dengan gegabah membakar Jolly Roger kru sang Yonko. Tentunya, Shanks tidak bisa tinggal diam. Dalam dunia bajak laut One Piece, membakar Jolly Roger sama dengan mendeklarasikan perang pada kru tersebut.
Shanks enggan membunuh Bartolomeo, tetapi dirinya juga tidak bisa membiarkan tindakan Bartolomeo. Jika Shanks membiarkan Bartolomeo, itu hanya akan mencoreng reputasi Shanks sebagai Yonko. Meski begitu, Shanks cukup bijak untuk tidak langsung membunuh Bartolomeo.
Alhasil, Shanks memberikan Bartolomeo sebuah penawaran. Jika bisa membunuh Luffy dengan racun yang diberikan Hongo dalam 1 bulan, Shanks akan memaafkannya. Namun, Shanks cukup terkejut karena Bartolomeo memilih menebus dosanya sendiri dengan meminum racun tersebut.
Namun, racun tersebut sebenarnya palsu dan hanya untuk menguji kesetiaan Bartolomeo. Shanks cukup senang karena Luffy begitu sangat dihormati. Meski begitu, Yasopp tetap harus menembak kapal Bartolomeo untuk memberinya pelajaran.
Berbeda dengan Yonko seperti Blackbeard, Kaido, atau Big Mom, Shanks bisa dibilang sebagai Yonko yang sangat bijaksana dalam One Piece. Shanks selalu mengambil keputusan yang matang, alih-alih langsung menyerang tanpa berpikir dua kali. Jadi, bagaimana pendapatmu tentang Yonko yang satu ini?


















