5 Peristiwa Buruk yang Terjadi Selama Bulan Puasa di Upin & Ipin

- Serial Upin & Ipin menampilkan sisi realistis Ramadan dengan memperlihatkan perilaku kurang baik seperti malas, tamak, hingga melanggar puasa, namun tetap disertai pesan moral yang kuat.
- Beberapa episode menyoroti kejadian unik di Kampung Durian Runtuh, mulai dari komunitas mokel, insiden petasan Fizi, hingga aksi kocak Upin dan Ipin yang membeli makanan berlebihan.
- Lewat berbagai peristiwa itu, penonton diajak memahami bahwa kesalahan selama Ramadan bisa menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki diri dan menjaga sikap lebih bijak.
Dalam berbagai episode spesial Ramadan Upin & Ipin, serial ini gak cuma menampilkan sisi positif seputar ibadah puasa dan berbagai aktivitas khas di bulan suci. Justru, beberapa episodenya juga memperlihatkan realita kurang menyenangkan yang kadang terjadi selama Ramadan, mulai dari sikap malas, godaan untuk melanggar puasa, hingga perilaku yang seharusnya tidak dilakukan di bulan penuh berkah ini.
Walaupun sekilas tampak kurang baik untuk ditonton anak-anak karena menampilkan sisi negatif tersebut, sebenarnya semua adegan itu tetap disertai pesan moral yang jelas. Penonton diajak melihat konsekuensi dari perilaku yang kurang baik sekaligus belajar memperbaikinya. Karena itulah, pendampingan orangtua tetap penting saat anak menonton tayangan kartun, termasuk Upin & Ipin yang terlihat sangat ramah anak. Dengan begitu, anak bisa memahami mana perilaku yang patut ditiru dan mana yang justru harus dihindari. Yuk, simak lima peristiwa buruk yang pernah terjadi selama bulan puasa di serial Upin & Ipin beserta pelajaran yang bisa dipetik darinya!
1. Ada komunitas mokel di Kampung Durian Runtuh

Dalam episode “Ragam Ramadhan” musim ke-14, diceritakan Upin dan Ipin yang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah selepas bersekolah, justru menemukan kejadian janggal di semak-semak kecil kampung mereka. Semak itu tampak sesekali bergerak meski saat itu tidak ada angin sama sekali. Karena penasaran dengan apa yang tersembunyi di sana, Ipin pun melempar batu dengan harapan ada hewan yang merangkak keluar atau sesuatu yang menjadi penyebab semak liar itu tampak bergerak dan berisik.
Namun, bukannya hewan melata atau reptil yang keluar, justru seorang pria dewasa yang tampak terkena lemparan batu tersebut. Kejadian itu kemudian memicu beberapa pemuda lain yang bersembunyi di sana untuk berlarian keluar dari semak-semak tersebut. Usut punya usut, saat mendekati semak tersebut, Upin dan Ipin melihat ada banyak makanan lezat terhampar di atas karpet seperti sedang piknik, padahal saat itu masih siang hari bulan puasa. Mereka pun menceritakan pengalaman mengejutkan ini kepada Kak Ros, yang kemudian direspon sang kakak bahwa memang ada berbagai tipe orang selama bulan Ramadan. Kak Ros juga turut berpesan pada adiknya agar membiarkan saja orang-orang seperti itu dan tidak perlu ikut-ikutan melakukan hal yang sama.
2. Uncle Muthu sempat meladeni pembeli muslim yang gak berpuasa

Kejadian kurang baik lainnya selama bulan puasa juga sempat melibatkan Uncle Muthu, pemilik kedai makanan paling terkenal di Kampung Durian Runtuh. Dalam salah satu scene di episode “Pengalaman Puasa” musim ke-8, Upin dan Ipin merasa heran ketika melihat kedai Uncle Muthu tetap buka seperti hari biasa meski sedang berlangsung bulan Ramadan. Saat ditanya, Uncle Muthu menjelaskan bahwa ia memang tetap membuka kedainya, tetapi hanya melayani pelanggan non-Muslim saja. Sementara pelanggan beragama Islam atau yang sedang berpuasa tidak ia layani sama sekali.
Namun, ucapan Uncle Muthu ternyata tidak sepenuhnya selaras dengan apa yang terjadi setelahnya. Tak lama kemudian, ada seorang pelanggan yang bersembunyi di balik badan Sappy dan diam-diam meminta dibuatkan nasi goreng. Uncle Muthu yang tampak biasa saja langsung menyetujui permintaan itu. Untungnya, Upin dan Ipin segera menegur Uncle Muthu karena sebelumnya ia sudah mengatakan tidak akan melayani orang yang sedang berpuasa. Pelanggan tersebut pun terlihat kebingungan karena mengaku sebelumnya masih dilayani oleh Uncle Muthu. Adegan ini pun seolah memberi isyarat bahwa Uncle Muthu memang pernah melayani pelanggan muslim yang tidak berpuasa sebelumnya.
3. Petasan yang mengenai tangan Fizi

Mungkin ini adalah salah satu insiden bulan puasa paling ikonik dan memorable dari musim awal Upin & Ipin. Dalam episode “Kisah & Tauladan” season ke-2, cerita dibuka dengan adegan Fizi yang baru saja tiba di kelas dan membuat seluruh temannya keheranan karena melihat tangan kanannya diperban berlapis-lapis. Upin kemudian menebak bahwa penyebab tangan Fizi terluka adalah akibat bermain petasan tadi malam. Fizi pun mengiyakan, tetapi ia justru langsung diejek oleh teman-temannya karena dinilai tidak bisa merayakan Lebaran seperti yang lain.
Namun, walaupun alasan tangan Fizi diperban terlihat seperti akibat kesalahannya sendiri karena memilih bermain petasan ketimbang ikut tadarusan bersama Upin dan Ipin, penyebab sebenarnya justru baru terungkap setelah Fizi menceritakan kronologinya. Ia menyalahkan Mail yang terlalu bersemangat dan kurang berhati-hati saat menyalakan petasan yang saat itu masih berada di genggamannya. Padahal, Fizi sudah meminta agar petasan itu dinyalakan setelah ia selesai berhitung. Karena Mail terburu-buru, petasan tersebut akhirnya meledak lebih cepat dan menyebabkan kecelakaan pada tangan Fizi. Episode ini pun menjadi pengajaran bagi anak-anak agar lebih berhati-hati saat bermain petasan atau mainan peledak lainnya.
4. Upin dan Ipin membeli banyak makanan hingga berujung mubazir

Kali ini kejadian kurang baik justru dilakukan oleh Upin dan Ipin sendiri sebagai karakter utama. Pada episode “Tamak” musim ke-2, Upin dan Ipin diajak pergi ke Pasar Ramadan untuk membeli makanan berbuka. Setelah sampai di sana, mereka diberi sejumlah uang oleh Kak Ros dan dibiarkan mencari sendiri satu makanan yang mereka inginkan. Namun, ketika hendak pulang, Kak Ros justru terkejut melihat betapa banyaknya belanjaan yang dibawa kedua adiknya itu.
Sesampainya di rumah, belanjaan Upin dan Ipin bahkan sampai memenuhi meja makan hingga membuat Opah ikut kaget. Rupanya, mereka membeli begitu banyak olahan ayam menggunakan uang hasil tabungan mereka sendiri. Kak Ros yang geram pada kelakuan adiknya akhirnya hanya bisa pasrah dan menyuruh Upin serta Ipin mencoba menghabiskan semua makanan yang sudah mereka beli, meski pada akhirnya mereka sendiri tak sanggup. Lewat episode ini, Upin dan Ipin pun belajar untuk tidak bersikap tamak dan terlalu lapar mata saat melihat banyak makanan. Sebab, membeli makanan terlalu banyak juga bisa berujung mubazir, jika hanya berniat dihabiskan sendiri.
5. Para bocah membuat banyak kerusuhan saat mengejar Rembo

Dalam episode “Esok Raya”, usai Kak Ros mengabari Opah bahwa keesokan harinya kemungkinan besar Hari Raya akan tiba, Upin dan Ipin yang mendengarnya langsung semangat karena berharap bisa menikmati ayam goreng dan rendang. Melihat kedua adiknya yang begitu excited, Kak Ros lalu iseng mengatakan bahwa kalau mereka ingin makan ayam, sebaiknya pergi menangkap ayamnya dulu. Dari sinilah awal mula kekacauan terjadi.
Upin dan Ipin bersama Rajoo dan Mei Mei akhirnya bekerja sama mengejar Rembo, ayam milik Tok Dalang. Namun, pengejaran itu justru berujung pada berbagai insiden tak terduga di kampung. Mulai dari mereka yang mengotori lantai teras rumah Abang Salleh yang baru saja dipel, membuat Abang Zain tersengat listrik saat sedang memasang lampu hiasan, hingga yang paling parah menyebabkan Kakek Dul jatuh tercebur ke dalam kuali dodol yang sedang mendidih sampai seluruh tubuhnya harus diperban. Untungnya, setelah Hari Raya tiba, mereka semua akhirnya meminta maaf kepada orang-orang yang sempat terdampak oleh ulah mereka tersebut.
Walau menampilkan beberapa kejadian kurang menyenangkan selama bulan puasa, Upin & Ipin tetap berhasil menyelipkan pesan positif di balik setiap ceritanya. Berbagai peristiwa tadi seolah mengingatkan bahwa selama Ramadan pun, manusia tetap bisa melakukan kesalahan, baik karena tergoda, ceroboh, atau terlalu terbawa suasana. Namun, yang terpenting adalah bagaimana setiap kesalahan itu bisa menjadi pelajaran agar kita bersikap lebih bijak, saling mengingatkan, dan berusaha memperbaiki diri. Itulah yang membuat episode-episode Ramadan Upin & Ipin terasa begitu dekat dengan kehidupan nyata sekaligus tetap sarat makna.


















