Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Vagueposting? Ini Penjelasan Maknanya

Apa Itu Vagueposting? Ini Penjelasan Maknanya
ilustrasi orang mengetik di layar smartphone (unsplash.com/freestocks)
Intinya Sih
  • Vagueposting adalah unggahan media sosial yang sengaja dibuat ambigu atau menggantung tanpa konteks, sering berupa curhatan yang bikin pembaca penasaran.
  • Tujuan utama vagueposting biasanya untuk memancing engagement tinggi, terutama di platform seperti X yang memberi bayaran berdasarkan interaksi pengguna.
  • Banyak juga yang memakai vagueposting untuk mencari validasi atau perhatian lewat cerita sedih, meski praktik ini menuai pro dan kontra di kalangan warganet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernah gak sih kamu sebel sama seorang pengguna media sosial karena cerita yang mereka bagikan itu menggantung atau gak pernah ada lanjutannya? Belakangan ini memang banyak banget konten seperti itu baik yang diunggah di X, Facebook, TikTok, hingga Reels.

Oleh karena banyaknya konten-konten seperti itu, kini mulai muncul dan ngetren istrilah vagueposting di kalangan warganet. Apa sih makna sebenarnya dari vagueposting itu?

1. Unggahan di media sosial yang sengaja dibuat ambigu

Tangkapan layar unggahan pengguna X bernama axyowk yang menulis cerita lucu tentang pengalaman setelah mencuci dan ditanya soal baju oleh penghuni kos.
vagueposting di X (x.com/axyowk)

Vagueposting itu adalah kebiasaan seseorang dalam mengunggah sebuah konten di media sosial yang sengaja dibuat samar, gak jelas, atau ambigu. Biasanya yang diunggah adalah sebuah curhatan atau cerita tentang situasi tertentu dan sengaja gak dikasih konteks. Jadi, warganet lain yang baca memang sengaja dibuat bingung.

Salah satu contohnya adalah cuitan salah satu warganet X yang bercerita, "Aku kan abis mencuci ya barusan, terus ada mbak kos kamar lantai 5 nyamperin aku. Nanya-nanyain baju-baju aku modelnya lucu beli di mana, lalu aku jawab beli di xxxxx. Terus tau gak abis itu dia ngapain?"

Nah, cuitannya cuma berhenti sampai di situ. Penulisnya gak melanjutkan cerita lanjutannya, apa yang dilakukan oleh tetangga kosnya, atau apa yang terjadi dengan dia setelah ditanya-tanya seperti itu. Jadi, memang sengaja dibuat menggantung begitu saja. Dan cuitan ini sudah ramai banget diomongin dengan mendapat hampir seribu komentar dan sudah dibaca sebanyak 1,9 juta kali.

2. Kenapa ramai yang bikin vagueposting?

Tangkapan layar unggahan di X berisi ajakan untuk mengetuk emoji brokoli agar melihat keajaiban, dengan terjemahan dari bahasa Korea.
vagueposting di X (x.com/medoriyadk)

Tujuan orang bikin vagueposting itu macam-macam, tapi yang paling banyak adalah untuk memancing engagement dari konten yang mereka unggah. Vagueposting tujuannya memang sengaja bikin orang penasaran, sehingga ketika rasa penasaran sudah memuncak tapi gak kunjung ada cerita lanjutannya, maka warganet akan kepancing buat meninggalkan komentar entah itu cerita terusannya hingga marah-marahin si pembuat konten.

Semakin banyak orang yang penasaran dan ngomongin konten ini, maka semakin besar juga engagement yang didapat oleh si pembuat konten. Kalau di X, vagueposting itu nempel banget sama strategi monetisasi karena bagi pengguna centang biru, mereka akan mendapat bayaran dari X dari konten yang memiliki engagement tinggi.

3. Dipakai juga untuk farming validasi dan perhatian

Seseorang sedang mengetik pesan di layar smartphone dengan kedua tangan di atas meja berwarna terang.
ilustrasi orang mengetik di layar smartphone (unsplash.com/thefourthwxll)

Selain soal algoritma, vagueposting juga sering dijadikan senjata bagi mereka yang haus perhatian. Biasanya konten yang dipakai adalah menjual cerita sedih, sehingga bikin banyak warganet yang menanyakan keadaan hingga memberikan komentar semangat.

Gak semua cerita dari konten yang terindikasi sama vagueposting itu beneran nyata terjadi. Oleh karena tujuan utamanya kalau bukan mencari engagement, ya untuk mencari validasi atau perhatian yang mungkin gak didapatkan di dunia nyata.

Vagueposting di kalangan warganet sendiri masih menuai pro dan kontra. Ada yang menganggap santai dan hanya dijadikan hiburan, tapi ada yang merasa sudah muak banget dan merasa terganggu dengan konten-konten gak berfaedah semacam itu.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More