3 Pesta Ultah Idol KPop yang Tuai Kontroversi, Ada Jennie BLACKPINK

Pesta ulang tahun seharusnya menjadi momen bahagia bagi siapapun, termasuk kalangan selebriti. Momen spesial itu terasa personal dan biasanya mereka juga ingin berbagi kebahagiaan kepada orang-orang terdekat maupun penggemar yang telah setia menemani perjalanan kariernya. Namun, ada kalanya pesta ulang tahun tak lagi sekadar perayaan, melainkan bisa berubah menjadi bahan perdebatan panjang.
Inilah yang terjadi pada sederet idol KPop berikut. Mereka dihadapkan pada fakta bahwa pesta ulang tahun mereka tak selalu berakhir manis karena menimbulkan kontroversi. Siapa sajakah mereka? Yuk, simak selengkapnya!
1. KISS OF LIFE

Girl group KISS OF LIFE, yang berada di bawah naungan S2 Entertainment, terseret kontroversi setelah siaran langsung pada 2 April 2025. Acara tersebut dilaksanakan untuk merayakan ulang tahun Julie yang mengusung tema nuansa hip-hop old school. Keempat member tampil dengan gaya rambut dan busana yang sangat identik dengan budaya kulit hitam, termasuk cornrows hair (kepang jagung) dan kalung emas. Belle, anggota berdarah Korea-Amerika yang lahir di Seattle, bercanda dipanggil Lil Taco Belle, sementara para anggota lainnya menirukan gestur dan perilaku yang kerap diasosiasikan dengan stereotip orang Afrika-Amerika.
Aksi ini banyak dikritik warganet sebagai bentuk cosplay budaya kulit hitam demi hiburan semata atau cultural appropriation. Bahkan hal yang semakin memicu kemarahan penggemar internasional adalah ketika sebelum siaran langsung, Belle berpesan “Janji, ya, kalian tidak meninggalkan fandom setelah nonton ini.” Pesan tersebut dianggap menunjukkan kesadaran akan potensi kontroversi.
Meski S2 Entertainment telah merilis pernyataan pada 3 April 2025 dan para anggota grup mengunggah surat permintaan maaf tulisan tangan pada hari Minggu (6/4/2025), gelombang kritik di media sosial justru semakin besar. Kemurkaan publik yang terus berlanjut sebagian disebabkan oleh permintaan maaf para member yang dianggap terlalu samar dan tidak secara langsung menyebut komunitas ras dan budaya yang terdampak.
“Kami sekarang menyadari bahwa konten kami tidak peka secara budaya dan kami bertanggung jawab penuh atas tindakan kami serta hanya bisa berjanji untuk menjadi lebih baik,” tulis para member dalam pernyataan tersebut. Mereka melanjutkan, “Kami menghabiskan beberapa hari terakhir untuk belajar dan merenungkan bagaimana tindakan kami telah mengecewakan banyak dari kalian,” tanpa secara jelas menyebut komunitas kulit hitam.
Surat permintaan maaf itu pun membuat Fatou, rapper Belgia-Senegal dari girl group Blackswan, turut angkat suara melalui unggahan di X. Ia menulis, “Kalau mau minta maaf ke kami orang kulit hitam, pastikan kalian menyebut kami secara langsung.”
2. Kwon Eun Bi

Penyanyi kelahiran 27 September 1995 ini pernah menuai kontroversi dalam perayaan ultahnya tahun 2025. Mantan anggota IZ*ONE ini merayakan ulang tahunnya bersama para penggemar saat itu. Namun, foto-foto yang ia unggah di acara ulang tahunnya menjadi perbincangan hangat di komunitas online Korea. Banyak warganet menyoroti jumlah tamu yang dianggap sedikit serta dominasi penggemar laki-laki di acara tersebut.
Kolom komentar pun dengan cepat berubah menjadi perdebatan sengit. Sebagian warganet berpendapat bahwa mengunggah foto penggemar tanpa penyuntingan membuat acara terlihat lebih kosong dari kenyataannya. Sementara itu, pihak lain membela sang penyanyi dan para penggemar yang hadir, dengan menekankan bahwa jumlah pendukung yang sedikit pun tetap dapat menciptakan momen yang bermakna.
Terlepas dari beragam opini tersebut, banyak yang sepakat pada satu hal, yakni Kwon Eun Bi terlihat sangat memukau dalam foto-foto itu, terlepas dari keramaian pestanya. Diskusi ini mencerminkan tren yang kerap berulang dalam fandom KPop, di mana acara penggemar sering kali dikritisi bukan hanya dari penampilan artisnya, tetapi juga dari segi jumlah kehadiran dan suasana acara.
3. Jennie BLACKPINK

Idol kelahiran 16 Januari 1996 ini tengah menuai kritik dari netizen Korea, setelah rekaman video dari perayaan ulang tahun Jennie BLACKPINK di sebuah klub di Jepang tersebar luas secara daring. Video tersebut memperlihatkan botol sampanye yang disajikan dengan kembang api kecil (sparkler) yang dinyalakan di dalam ruangan, dengan percikan api menyambar dekat langit-langit, sementara orang-orang menari di sekitarnya. Meski jenis layanan klub seperti ini umum ditemui di beberapa tempat hiburan malam, banyak pihak menilai praktik tersebut menimbulkan risiko keselamatan yang serius.
Gelombang kritik ini muncul di waktu yang sensitif. Beberapa minggu sebelumnya, terjadi kebakaran mematikan di sebuah klub di Swiss setelah kembang api dinyalakan di dalam ruangan saat perayaan. Api dilaporkan menyebar hanya dalam hitungan detik setelah menyambar material interior, menewaskan lebih dari 40 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya.
Akibat insiden tersebut, Swiss melarang penggunaan kembang api di dalam klub, dan sejumlah negara mengeluarkan peringatan agar tempat hiburan dan pengunjung menghindari penggunaan kembang api mini di dalam ruangan. Di Korea Selatan, dinas pemadam kebakaran setempat juga berulang kali memperingatkan bahaya penggunaan sparkler dan benda sejenis di dalam klub. Mereka menekankan risiko langit-langit yang rendah, material mudah terbakar, serta ruang yang padat sehingga menyulitkan evakuasi saat keadaan darurat.
Pesta ulang tahun yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi para idol di atas berubah jadi kontroversi dan perdebatan karena berbagai penyebab. Semoga kisah para idol KPop ini bisa menjadi pengingat bagi kita untuk memaknai ulang tahun secara positif dan bermakna.