ilustrasi rebahan (pixabay.com/free-photos)
Kesulitan berhenti memikirkan pekerjaan juga bisa terjadi karena masih banyak urusan yang terasa menggantung. Ketika kamu meninggalkan kantor tanpa mencatat tugas yang belum selesai, pikiran bisa terus mengingatkanmu tentang hal-hal yang perlu dikerjakan. Kamu akhirnya memikirkan berbagai kemungkinan secara berulang, mulai dari pekerjaan yang terlupakan hingga masalah yang belum menemukan penyelesaian. Situasi ini bisa membuat waktu istirahat terasa seperti perpanjangan jam kerja.
Penelitian yang membahas tugas belum selesai dan pemulihan saat akhir pekan dalam publikasi Zeigarnik's Sleepless Nights: How Unfinished Tasks at the End of the Workweek Affect Sleep at Night menunjukkan bahwa pekerjaan yang masih menggantung dapat berkaitan dengan gangguan tidur, dengan perenungan emosional sebagai salah satu mekanisme yang menjelaskannya. Kabar baiknya, kamu gak harus menyelesaikan seluruh pekerjaan sebelum bisa beristirahat. Salah satu langkah sederhana yang bisa dicoba adalah menuliskan daftar tugas yang akan dikerjakan keesokan harinya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: General pada 2018 menguji kebiasaan menulis sebelum tidur pada 57 orang dewasa muda yang sehat. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menuliskan daftar tugas untuk hari-hari mendatang cenderung tertidur lebih cepat dibandingkan peserta yang menuliskan tugas yang sudah diselesaikan. Meski hasil penelitian ini menarik, jumlah pesertanya relatif kecil sehingga temuan tersebut gak bisa langsung dianggap berlaku sama bagi semua orang, ya. Kamu bisa mencoba kebiasaan ini dengan mencatat pekerjaan yang belum selesai sebelum meninggalkan meja kerja, lalu menetapkan waktu untuk mengerjakannya pada hari berikutnya.
Selain membuat daftar tugas, kamu juga bisa menetapkan batas yang jelas antara waktu kerja dan waktu pribadi. Misalnya, matikan notifikasi kantor setelah jam kerja, kecuali jika pekerjaanmu memang mengharuskan kesiapsiagaan tertentu. Kamu juga bisa mencoba aktivitas sederhana seperti mandi, berjalan santai, membaca buku, atau mengobrol dengan orang terdekat sebagai penanda bahwa hari kerja sudah berakhir. Jika pikiran tentang pekerjaan kembali muncul, ingatkan diri sendiri bahwa tugas tersebut sudah dicatat dan bisa ditangani pada waktu yang tepat.
Sulit berhenti memikirkan pekerjaan setelah pulang bukan selalu tanda bahwa kamu terlalu ambisius atau seorang workaholic. Kebiasaan ini bisa berkaitan dengan kebutuhan membuktikan kemampuan diri, pengalaman masa lalu, kecenderungan mengulang pikiran negatif, tekanan kerja, hingga belum adanya rutinitas untuk mengakhiri hari kerja.
Kamu bisa mulai mengatasinya dengan mengenali pola pikiran yang muncul, mencatat pekerjaan yang belum selesai, dan memberikan batas yang lebih jelas antara karier dan kehidupan pribadi. Ingat, menjadi pekerja yang bertanggung jawab bukan berarti kamu harus selalu produktif setiap saat, karena istirahat juga merupakan bagian penting dari kemampuanmu untuk bekerja dengan baik.
Sumber:
https://siliconcanals.com/d-psychology-says-people-who-find-it-hard-to-disconnect-from-work-when-they-get-home-arent-workaholics-or-ambitious-overachievers-theyre-often-people-who-learned-that-being-useful-was-the-sa/
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11488379/
https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/jad.12111
https://www.frontiersin.org/journals/psychology/articles/10.3389/fpsyg.2023.1013744/full
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22746369/
https://bpspsychub.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/joop.12538
https://www.ovid.com/journals/jepge/fulltext/10.1037/xge0000374~the-effects-of-bedtime-writing-on-difficulty-falling-asleep