Menjadi digital nomad memang terdengar menyenangkan karena kamu bisa bekerja dari mana saja sambil berpindah kota. Namun, ada momen ketika kamar baru terasa sama asingnya, koper belum sempat dibongkar, lalu kamu sudah harus mencari tempat berikutnya. Rutinitas yang terus berganti diam-diam bisa membuat kepala terasa penuh meski pemandangan selalu berubah.
Rasa lelah itu sering disebut travel fatigue, kondisi ketika tubuh dan pikiran mulai kewalahan karena terlalu sering berpindah tempat. Perasaan ini gak selalu muncul sebagai stres yang besar, tetapi lewat hal-hal kecil yang mudah terlewat. Yuk, simak beberapa cara mengatasi jenuh agar hidup nomaden yang nyaman tetap terasa mungkin dijalani.
