Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menemukan Kesenangan Membaca tanpa Mengikuti Tren

6 min read
5 Cara Menemukan Kesenangan Membaca tanpa Mengikuti Tren
Ilustrasi membaca buku (magnific.com/pvproductions)
  • Pilih topik dan genre yang benar-benar sesuai minat pribadi agar membaca terasa relevan, tanpa harus mengikuti buku populer atau selera orang lain.
  • Membaca tidak wajib ditamatkan; pembaca boleh berhenti, melewati bagian membosankan, atau berganti buku ketika bacaan tidak lagi cocok.
  • Bangun kebiasaan fleksibel melalui waktu singkat dan format beragam, sambil menikmati proses tanpa membandingkan jumlah maupun kecepatan membaca dengan orang lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, membaca buku semakin sering dibicarakan di media sosial. Ada yang membagikan daftar bacaan bulanan, memamerkan rak buku estetik, hingga membuat ulasan tentang buku yang sedang populer. Melihat konten seperti ini mungkin membuatmu tertarik untuk mulai membaca atau kembali membuka buku yang sudah lama tersimpan di rumah.

Namun, mengikuti kebiasaan membaca orang lain terkadang justru membuat aktivitas ini terasa seperti tuntutan. Kamu mungkin membeli buku yang sedang ramai dibicarakan, tetapi kesulitan menyelesaikannya karena ceritanya gak sesuai selera. Ada juga perasaan tertinggal ketika melihat orang lain mampu membaca banyak buku dalam waktu singkat.

Padahal, membaca bisa menjadi aktivitas menyenangkan jika kamu menemukan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan minatmu sendiri. Kamu gak harus mengikuti daftar buku populer atau menetapkan target tinggi untuk menikmati sebuah bacaan. Berikut lima cara menemukan kesenangan membaca tanpa perlu mengikuti tren.

  1. 1. Mulai dari topik yang benar-benar kamu sukai

    Seorang perempuan belajar sambil membaca buku di perpustakaan, dikelilingi rak buku untuk memilih bacaan sesuai minat.
    Ilustrasi memilih bacaan berdasarkan minat (magnific.com/magnific)

    Salah satu cara paling mudah untuk menikmati membaca adalah memilih topik yang membuatmu penasaran. Kamu gak harus langsung membaca novel klasik atau buku pengembangan diri yang sedang populer. Jika kamu menyukai cerita misteri, misalnya, kamu bisa memulai dengan novel detektif. Kalau tertarik dengan dunia psikologi, buku pengantar yang membahas perilaku manusia bisa menjadi pilihan.

    Coba perhatikan hal-hal yang sering membuatmu tertarik dalam percakapan, film, atau konten yang kamu tonton. Minat tersebut bisa menjadi petunjuk untuk menemukan bacaan yang sesuai. Kamu juga bisa mencoba berbagai genre sampai menemukan jenis tulisan yang paling nyaman dinikmati.

    Dengan memilih bacaan berdasarkan minat, kamu punya alasan pribadi untuk terus membaca. Kamu gak perlu memaksakan diri menyukai buku tertentu hanya karena banyak orang memberikan ulasan positif. Setiap orang memiliki selera yang berbeda, jadi wajar jika buku favoritmu gak selalu sama dengan pilihan orang lain.

  2. 2. Gak perlu memaksakan diri menyelesaikan buku

    Seorang perempuan tersenyum membaca buku sambil memegang cangkir kopi di rumah yang nyaman pada pagi cerah.
    Ilustrasi tidak memaksakan diri menyelesaikan buku (magnific.com/svetlanasokolova)

    Pernah merasa bersalah karena membeli buku, tetapi gak kunjung selesai membacanya? Perasaan ini bisa membuat membaca terasa seperti pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Akibatnya, kamu mungkin terus memaksakan diri membaca meskipun sudah kehilangan ketertarikan pada isi buku tersebut.

    Cobalah mengubah cara pandangmu terhadap aktivitas membaca. Kamu boleh berhenti sejenak, melewati bagian yang terasa membosankan, atau meninggalkan buku yang ternyata gak cocok dengan seleramu. Membaca gak harus selalu berakhir dengan menyelesaikan setiap halaman.

    Jika suatu saat kamu ingin kembali membaca buku tersebut, kamu bisa melanjutkannya tanpa perlu merasa gagal. Namun, kalau ternyata minatmu sudah berubah, gak masalah untuk memilih bacaan lain. Tujuan utamanya adalah menemukan pengalaman membaca yang terasa menyenangkan, bukan sekadar menambah jumlah buku yang berhasil ditamatkan.

  3. 3. Sesuaikan waktu membaca dengan rutinitasmu

    Seorang penumpang membaca buku sambil duduk di dalam bus dalam ilustrasi perjalanan dengan transportasi umum.
    Ilustrasi membaca buku di bus (magnific.com/magnific)

    Kamu gak harus menyediakan waktu berjam-jam setiap hari untuk membangun kebiasaan membaca. Jika jadwalmu padat karena pekerjaan atau kegiatan lainnya, mulailah dengan durasi yang sederhana. Misalnya, membaca selama 10 menit sebelum tidur, saat perjalanan menggunakan transportasi umum, atau ketika menikmati waktu istirahat. Waktu singkat ini bisa menjadi langkah awal untuk membiasakan diri membaca tanpa harus mengubah seluruh rutinitas.

    Pilih waktu ketika kamu merasa nyaman dan gak terlalu mudah terdistraksi. Jika membaca pada malam hari justru membuatmu mengantuk, kamu bisa mencoba melakukannya pada pagi hari atau saat akhir pekan. Setiap orang memiliki jadwal dan kebiasaan yang berbeda, jadi kamu gak perlu mengikuti waktu membaca orang lain. Sesuaikan saja dengan aktivitas sehari-hari agar membaca terasa lebih mudah dilakukan.

    Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantumu menjadikan membaca bagian dari keseharian. Kamu juga gak perlu merasa bersalah ketika suatu hari gak sempat membaca karena kesibukan. Lanjutkan kembali ketika ada waktu luang dan nikmati prosesnya tanpa tekanan untuk selalu produktif. Dengan cara ini, membaca bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan bertahan dalam jangka panjang.

  4. 4. Eksplorasi format bacaan yang berbeda

    Perempuan membaca materi pembelajaran daring melalui laptop di meja sebagai ilustrasi membaca lewat perangkat elektronik.
    Ilustrasi membaca melalui perangkat elektronik (magnific.com/magnific)

    Sebagian orang lebih menikmati buku cetak karena bisa merasakan tekstur kertas dan menandai halaman favorit. Ada juga yang merasa lebih praktis membaca melalui ponsel atau perangkat elektronik. Jika kamu belum menemukan format yang nyaman, cobalah beberapa pilihan sebelum menentukan mana yang paling sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhanmu. Dengan begitu, kamu bisa menikmati bacaan tanpa merasa terbebani oleh cara membaca tertentu.

    Kamu juga bisa mencoba cerita pendek, kumpulan esai, komik, novel digital, atau buku audio jika tersedia. Setiap format menawarkan pengalaman yang berbeda dan bisa disesuaikan dengan waktu luangmu. Bacaan singkat, misalnya, dapat menjadi pilihan ketika kamu belum terbiasa membaca dalam durasi panjang. Sementara itu, buku audio bisa membantumu menikmati cerita ketika sedang melakukan aktivitas lain yang gak membutuhkan banyak konsentrasi.

    Jangan membatasi diri dengan anggapan bahwa membaca harus selalu dilakukan melalui buku tebal yang memiliki banyak halaman. Artikel panjang, cerita digital, dan bacaan nonfiksi yang relevan dengan minatmu juga bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan membaca. Kamu bisa memulainya dari format yang paling mudah dinikmati, lalu mengeksplorasi pilihan lain seiring waktu. Dengan cara ini, membaca terasa lebih menyenangkan dan bisa menjadi bagian dari keseharianmu.

  5. 5. Nikmati proses membaca tanpa membandingkan diri

    Ilustrasi seseorang sedang membaca buku sebagai kegiatan literasi untuk menikmati waktu luang di rumah.
    Ilustrasi membaca buku (pexels.com/George Milton)

    Media sosial sering menampilkan orang yang mampu menyelesaikan banyak buku dalam sebulan, lengkap dengan daftar bacaan dan ulasan mendalam. Konten seperti ini bisa menjadi inspirasi, tetapi juga berpotensi membuatmu merasa kurang produktif ketika kecepatan membacamu berbeda. Padahal, setiap orang memiliki waktu luang, kemampuan konsentrasi, dan kebutuhan membaca yang gak sama. Ada orang yang bisa menyelesaikan satu buku dalam beberapa hari, sedangkan orang lain membutuhkan waktu berminggu-minggu. Keduanya tetap bisa menikmati bacaan dengan caranya masing-masing. Daripada membandingkan jumlah buku yang sudah dibaca, cobalah memperhatikan pengalaman yang kamu dapatkan, seperti menemukan sudut pandang baru, memahami suatu persoalan, atau sekadar menikmati cerita yang menghibur.

    Menikmati membaca gak harus mengikuti tren, membeli buku yang sedang populer, atau mengejar target tertentu. Kamu bisa memulainya dari topik yang disukai, memilih waktu yang sesuai, dan mencoba format bacaan yang berbeda. Kalau saat ini belum menemukan buku yang membuatmu betah, gak perlu buru-buru menyerah. Cobalah mengeksplorasi berbagai genre dan berikan dirimu kesempatan untuk menemukan bacaan yang sesuai dengan kehidupan atau rasa ingin tahumu. Kamu juga boleh berhenti membaca buku yang ternyata gak cocok dengan seleramu. Bisa jadi, buku yang paling kamu nikmati justru bukan buku yang sedang ramai dibicarakan.

    Pada akhirnya, membaca adalah aktivitas yang bisa kamu nikmati dengan cara sendiri. Kamu boleh membaca satu buku selama sebulan, mengulang buku favorit berkali-kali, atau sesekali berhenti untuk menikmati aktivitas lain. Pengalaman membaca tetap berarti meskipun gak kamu bagikan kepada siapa pun. Selama aktivitas ini memberimu pengetahuan, pengalaman yang bermakna, atau sekadar kesenangan, kamu gak perlu membuktikan apa pun kepada orang lain. Nikmati prosesnya tanpa terbebani oleh pencapaian membaca orang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More