Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Contoh Kata-kata “Tentang Saya” di CV, Memberi Kesan Positif

Ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Photo by Gustavo Fring)
Ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Photo by Gustavo Fring)

Dalam membuat CV, bagian "tentang saya" atau deskripsi diri sering kali menjadi perhatian utama perekrut. Bagian ini memberikan gambaran singkat tentang siapa kamu, kepribadianmu, serta kelebihan yang bisa kamu tawarkan. Walau singkat, kalimat dalam deskripsi diri mampu meninggalkan kesan pertama yang kuat, sehingga bisa menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.

Menulis deskripsi diri di CV tidak bisa sembarangan. Kamu perlu memilih kata-kata yang tepat, padat, dan relevan dengan posisi yang dilamar. Berikut beberapa contoh kata-kata “tentang saya” di CV.

1. Deskripsi diri untuk fresh graduate

Ilustrasi wawancara kerja (unsplash.com/Resume Genius)
Ilustrasi wawancara kerja (unsplash.com/Resume Genius)

Bagi fresh graduate, menulis deskripsi diri sering kali terasa sulit karena belum banyak pengalaman kerja. Namun, yang perlu ditonjolkan adalah semangat belajar, kemampuan beradaptasi, serta keahlian yang sudah dimiliki selama kuliah. Dengan penyampaian yang tepat, kamu tetap bisa terlihat profesional walaupun pengalaman masih terbatas.

"Saya adalah lulusan S1 Manajemen dari Universitas Negeri dengan IPK 3,75. Selama masa kuliah, saya aktif dalam organisasi kampus dan pernah dipercaya menjadi ketua divisi acara, yang melatih saya dalam hal kepemimpinan dan kerja sama tim. Selain itu, saya juga mengikuti beberapa pelatihan digital marketing yang memperkuat kemampuan saya dalam bidang pemasaran.

Saya memiliki kepribadian yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan terbiasa bekerja di bawah tekanan. Keterampilan komunikasi menjadi salah satu kelebihan saya, baik dalam presentasi maupun dalam membangun hubungan dengan orang lain. Saya percaya kemampuan ini bisa mendukung saya dalam dunia kerja yang penuh tantangan.

Saya juga terbuka untuk terus belajar dan memperdalam keterampilan baru. Bagi saya, pengalaman kerja adalah kesempatan berharga untuk mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi positif kepada perusahaan. Semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi menjadi modal utama saya dalam memulai karier."

2. Deskripsi diri untuk profesional berpengalaman

Ilustrasi wawancara kerja (unsplash.com/Headway)
Ilustrasi wawancara kerja (unsplash.com/Headway)

Bagi seseorang dengan pengalaman kerja, deskripsi diri perlu menonjolkan latar belakang profesional, pencapaian, dan keterampilan utama. Dengan begitu, perekrut bisa langsung melihat nilai tambah yang kamu tawarkan. Penting juga menampilkan kemampuan memimpin dan kontribusi nyata di tempat kerja sebelumnya.

"Saya memiliki pengalaman kerja lebih dari 7 tahun di bidang perbankan, khususnya dalam manajemen risiko dan analisis keuangan. Selama berkarier, saya terbiasa bekerja dengan data dalam jumlah besar untuk mendukung pengambilan keputusan strategis. Keahlian ini membuat saya terbiasa berpikir analitis dan detail.

Saya juga memiliki pengalaman memimpin tim kecil dalam menyusun strategi pengelolaan risiko kredit. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bagaimana mengatur prioritas pekerjaan, membagi tugas, dan menjaga komunikasi efektif agar target dapat tercapai. Hasilnya, tingkat risiko kredit di unit saya berhasil ditekan secara signifikan.

Selain itu, saya terbiasa berkolaborasi lintas divisi dan berinteraksi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Saya percaya pengalaman dan kemampuan yang saya miliki bisa menjadi kontribusi berharga dalam meningkatkan kinerja perusahaan."

3. Deskripsi diri untuk bidang kreatif

Ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Photo by cottonbro studio)
Ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Photo by cottonbro studio)

Industri kreatif menuntut kemampuan untuk berpikir out of the box sekaligus menunjukkan portofolio yang menarik. Dalam deskripsi diri, yang perlu ditonjolkan adalah kreativitas, kemampuan kolaborasi, serta hasil karya yang sudah pernah dibuat. Hal ini akan membantu perekrut memahami gaya dan kelebihanmu.

"Saya adalah seorang desainer grafis dengan pengalaman lebih dari 4 tahun dalam merancang identitas visual, materi promosi, dan konten digital. Saya terbiasa menggunakan perangkat lunak desain seperti Adobe Illustrator, Photoshop, dan Figma untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Kreativitas dan kemampuan storytelling menjadi kekuatan utama saya dalam setiap desain yang saya buat. Saya percaya bahwa desain bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan yang tepat dan mudah dipahami oleh audiens. Beberapa karya saya bahkan pernah digunakan untuk kampanye digital yang meningkatkan engagement hingga 30 persen.

Saya senang bekerja dalam tim maupun secara mandiri. Dalam setiap proyek, saya selalu berusaha memahami visi klien terlebih dahulu agar hasil yang diberikan sesuai harapan. Bagi saya, kepuasan klien adalah keberhasilan terbesar dari seorang desainer."

 

4. Deskripsi diri untuk bidang teknologi dan IT

Ilustrasi lamaran kerja (pexels.com/Photo by cottonbro studio)
Ilustrasi lamaran kerja (pexels.com/Photo by cottonbro studio)

Dunia teknologi menuntut pekerja yang cepat belajar, terampil memecahkan masalah, dan mampu mengikuti perkembangan terkini. Dalam menulis deskripsi diri di CV, penting menonjolkan keahlian teknis serta pengalaman dalam mengerjakan proyek nyata. Kejelasan akan membuat perekrut yakin dengan kompetensi yang kamu miliki.

"Saya adalah seorang software developer dengan pengalaman 5 tahun dalam membangun aplikasi berbasis web dan mobile. Saya menguasai berbagai bahasa pemrograman seperti Java, Python, dan JavaScript, serta berpengalaman menggunakan framework modern seperti React dan Django.

Dalam pekerjaan saya, fokus utama adalah menciptakan solusi yang efisien dan ramah pengguna. Saya pernah memimpin pengembangan aplikasi internal perusahaan yang berhasil memangkas waktu kerja administratif hingga 40 persen. Proyek tersebut menjadi bukti bahwa teknologi bisa memberikan dampak nyata terhadap efisiensi kerja.

Saya terbiasa bekerja dalam tim agile dan selalu terbuka terhadap feedback untuk memperbaiki kualitas kode. Saya percaya inovasi di bidang teknologi tidak akan pernah berhenti, sehingga saya terus berusaha mengasah kemampuan melalui pelatihan online dan proyek pribadi."

5. Deskripsi diri untuk bidang pendidikan

Ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Photo by Gustavo Fring)
Ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Photo by Gustavo Fring)

Profesi di bidang pendidikan membutuhkan kemampuan komunikasi, kesabaran, dan kepedulian terhadap perkembangan siswa. Deskripsi diri sebaiknya menekankan pada dedikasi, pengalaman mengajar, serta kontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif. Dengan begitu, perekrut bisa melihat komitmen yang kamu miliki.

"Saya adalah seorang guru Bahasa Inggris dengan pengalaman lebih dari 6 tahun mengajar di tingkat SMP dan SMA. Selama mengajar, saya berfokus pada metode pembelajaran interaktif yang membuat siswa lebih mudah memahami materi. Saya percaya belajar bahasa harus menyenangkan agar siswa lebih termotivasi.

Saya terbiasa menyusun materi ajar kreatif, seperti permainan bahasa, diskusi kelompok, hingga pemanfaatan media digital. Hal ini terbukti meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas dan membuat mereka lebih percaya diri saat berbicara dalam bahasa Inggris.

Bagi saya, menjadi guru bukan hanya soal mengajar, tetapi juga membimbing dan memberi teladan. Saya selalu berusaha menciptakan suasana kelas yang positif dan inklusif, agar siswa merasa nyaman untuk belajar dan berkembang sesuai dengan potensi mereka."

Bagian "tentang saya" di CV bukan sekadar formalitas, melainkan kesempatan untuk memperkenalkan dirimu secara singkat dan meyakinkan. Kalimat yang jelas, sederhana, dan menggambarkan potensi akan membuat perekrut lebih tertarik mengenalmu lebih jauh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us