ilustrasi pegawai negeri (unsplash.com/SMKN 1 Gantar)
Pegawai negeri sering diposisikan sebagai abdi negara, tetapi jika dilihat dari definisi dasar, mereka tetap bekerja dan menerima gaji. Negara berperan sebagai pemberi kerja, sementara pegawai menjalankan tugas sesuai aturan yang ditetapkan. Dari sudut pandang ini, pegawai negeri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan buruh pada umumnya. Perbedaannya terletak pada sistem kerja, bukan pada prinsip dasar hubungan kerja.
Pandangan ini sering memicu perdebatan karena ada faktor status sosial yang melekat pada pegawai negeri. Banyak yang melihat posisi tersebut lebih stabil dan memiliki prestise tertentu. Namun, jika ditarik ke definisi sederhana, selama seseorang bekerja untuk pihak lain dan menerima upah, maka ia berada dalam posisi yang serupa. Cara pandang ini membantu melihat pekerjaan secara lebih netral tanpa memberi label yang berlebihan.
Memahami buruh tidak cukup hanya dari kebiasaan penyebutan, tetapi perlu melihat bagaimana sistem kerja berjalan di baliknya. Banyak peran yang selama ini dianggap berbeda ternyata memiliki dasar yang sama, yaitu bekerja dan menerima imbalan. Dengan sudut pandang yang lebih luas, posisi buruh tidak lagi sempit atau identik dengan pekerjaan tertentu. Lalu, setelah melihat penjelasan siapakah buruh, masihkah kata buruh terasa sesempit yang sering dibayangkan?